Alhamdulillah sudah rampung!
Ini tentang cara berpaling dari ketakutan, tentang cara menolak kenyataan.
Segalanya melampau kemauan, merusak pijakan hingga kisah menempati ruang.
Tentang Viona
Tentang Ainah
Tentang penyatuan hidup mereka yang dilanda...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
📍
Selama sebulan Viona mulai tahu kebiasaan Nadia yang jadi teman sekamarnya. Adiknya itu tidak tahan begadang, tidak bisa tidur dengan cahaya lampu dan tidak tidur sebelum membaca sebuah surah yang baru saja ditanyakan Viona apa namanya.
Al-Mulk, jawabnya.
Selama sebulan Nadia benar-benar menjadi guru untuk Viona dalam mengenal Agama keluarga nya itu. Dan bagusnya Nadia selalu menjelaskan segalanya secara mendetail dan mudah dipahami Viona.
Seperti sekarang ini kedua gadis itu tengah sibuk 'belajar' diruang tamu, tapi tepat pukul 11 Nadia sudah tidak sanggup lagi dan meminta izin ingin tidur duluan.
Tepat saat kepergian Nadia notifikasi berbunyi dari ponsel Viona.
Sebuah kirim Video dari guru Viona yang lain.
Semoga membantu:)
kenapa mengirimnya malam sekali. Aku sudah mengantuk!
Hhh saya sama sekali tidak percaya kamu sudah mengantuk.
Viona tertawa membaca balasan dari Danu. Selama ini selain Nadia, Danu adalah orang yang 'dipaksa' menjadi guru Viona. Viona yang mendatangi Danu malam-malam di kantornya dan meminta sebua alasan logis yang mampu membuat Viona yakin saat itu juga untuk berpindah Agama.
Tapi bukannya jawaban, Viona malah terperangah saat Danu melemparkan pertanyaan lagi kepadanya.
"Saya tidak bisa menjawab apa-apa, Viona. Jika kamu bertanya tentang Islam maka tentangnya terlalu luas, terlalu banyak dan semua itu sudah sangat rapi dan presisi. Saya takut merusaknya ketika saya berani menjawab padahal tidak memiliki ilmu apa-apa"
"Siapa saya berhak menjelaskan tentang Dia ketika saya saja kadang masih lupa dunia dan seisinya dibawah kendali Nya!"
Jawaban Danu menyadarkan Viona bahwa pria itu memang sangat pintar, seperti kata adiknya sendiri, Rina. Bahwa setidaknya Viona percaya Danu mampu memberinya pengarahan yang baik dalam memilih jalan serumit ini. Viona percaya itu.
Dan tidak sewaktu pun berlalu tanpa Viona benar-benar belajar mengenai Agama yang merubah Mamanya ini. Setiap kesempatan dia gunakan untuk mencari tahu, berbagai pertanyaan terus ia kumpulkan dan kemudian mencari jawabannya.
Butuh kerja keras melakukan itu semua. Sekarang Viona berjalan menuju kamarnya dan Nadia. Didapatinya Nadia sudah tertidur pulas. Viona terkekeh, sepertinya Nadia benar-benar mengantuk sekali sampai bahkan tidak memakai selimut dengan benar.
Viona menarik selimut hingga menutupi leher Nadia, mengecup sekilas kening sang adik dan Viona segera berjalan kearah meja kerja dikamar mereka.
Viona memasang earphone diponselnya, tidak ingin mengganggu tidur Nadia karena suara dari Video yang akan ditontonnya. Sekarang Viona siap kembali belajar dari sebuah video tausiah yang dibawakan Ustadz Indonesia. Biasanya Danu mengirimkannya Video seperti ini setelah dia menontonnya sendiri terlebih dahulu.