1.1

890 241 4
                                        

Setelah menonton serial netflix bersama-sama di ruang keluarga aku dan Wonjin pun pergi ke kamar duluan karna sudah mengantuk

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah menonton serial netflix bersama-sama di ruang keluarga aku dan Wonjin pun pergi ke kamar duluan karna sudah mengantuk.

Terlebih besok pagi juga harus masuk sekolah lagi. Hari senin yang melelahkan karna ada upacara sekolah.

"Ini kamarmu Wonjin?"

"Iya sayang."

"Sudah kubilang jangan panggil aku sayang begitu."

"Kenapa?"

Karna tidak sayang padaku. Kau hanya--

"Hei kenapa?" Wajah Wonjin tetiba saja sudah berada sangat dekat dengan wajahku membuatku terkesiap segera mendorongnya menjauh.

"Apa-apaan sih Won. Gak usah dekat-dekat."

"Hei kenapa? Kau terlihat kesal padaku."

Masa iya aku bilang kesal karna dia tak berdebar anomali tadi. Kan itu memalukan.

"Kau juga yang bilang kalau ada yang mengganjal di hati itu dibicarakan karna--"

"Iya iya cerewet sekali. Aku hanya sedang badmood karna sedang halangan."

"Haduh padahal kita kan mau buat bayi." Katanya sambil menaik turunkan alisnya menyebalkan yang langsung kutampol wajahnya dengan bantal.

"Sana tidur saja diluar."

"Aduh becanda sayang. Lagian--"

"Cukup Wonjin. Aku sedang tidak ingin melayani candaanmu." Setelah berkata begitu aku pun segera merebahkan tubuhku di kasur dan menggelung tubuhku dengan selimbut.

Sampai aku merasakan tubuhku dipeluk oleh Wonjin dari belakang. Ini kali pertamanya kami berdua sedekat ini saat di kasur karna biasanya ada bantal dan guling yang menjadi pembatas.

"Wonjin jangan begini."

"Kenapa?"

"Terus saja bertanya kenapa dan kenapa. Kau ini tidak peka sekali ya."

"Iya karna aku tidak mengerti. Ayo katakan yang sebenarnya, kau ini kesal padaku karna apa?" Wonjin tetiba saja menyibak selimbutku dan menarik tubuhku agar menghadap ke arahnya.

"Karna kau tidak berdebar ketika mengatakan bahwa aku ini milikmu tadi. Puas."

Wonjin diam dan hanya menatapku lurus-lurus, "Aku akan mencintaimu Bella. Tunggu, sebentar lagi." Katanya sambil mengecup keningku dan beranjak keluar dari kamar.

Akan katanya yang berarti selama ini ia tak memiliki perasaan apapun padaku. Haha memangnya apa yang kau harapkan dari pernikahan penuh keterpaksaan ini. []

 []

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
RECOVERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang