3.8

754 200 21
                                        

Sesampainya di aparteman aku langsung memasukkan seluruh pakaianku ke dalam koper

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sesampainya di aparteman aku langsung memasukkan seluruh pakaianku ke dalam koper. Keputusanku sudah bulat untuk pergi meninggalkan Wonjin karna tidak ada lagi alasan untukku mempertahankan pernikahan ini.

Suara pin aparteman terdengar yang sudah pasti itu Wonjin yang akan masuk ke dalam aparteman membuatku menjejalkan beberapa pakaian ke dalam koper begitu saja.

"Kau mau kemana?" Tanyanya dengan nafas tersenggal menghampiriku mencoba menghentikan pergerakkanku yang akan meresleting koperku.

Aku menyentak tangan Wonjin dan kembali meresleting koperku, "Bella kumohon jangan begini..."

"Lalu aku harus apa Ham Wonjin?!!" Aku berteriak keras dan memukul dadanya berulang kali, "Katakan aku harus apa huh?!!!"

"Tolong jangan pergi, jangan tinggalkan aku Bella-ah..." Ia membawa kedua tanganku dan mengecup keseluruhan jemariku penuh perasaan yang membuatku tertawa getir melihatnya.

"Sudah cukup Wonjin-ah, berhentilah bersandiwara seperti ini."

"Aku tidak bersandiwara lagi Bella, aku benar-benar mencintaimu."

"Mencintaiku kau bilang? Bulshit! Kalau mencintaiku mana mungkin dengan teganya kau menyebarkan vidio pergumulan kita di media sosial bahkan website sekolah Ham!!!"

"Bukan aku yang menyebarkannya Bella. Itu Hana. Dia yang melakukannya bukan aku."

"Kau pikir aku percaya?"

"Tolong percayalah sayang, aku mohon.."

"Jangan pernah memanggilku begitu lagi Ham. Itu terdengar menjijikkan keluar dari mulut sialanmu itu." Aku langsung menggeret koperku dan beranjak pergi keluar dari kamar.

Tetiba saja Wonjin memelukku dari belakang sesaat kedua kakiku mencapai ruang tengah, "Aku mohon percayalah padaku Bella-ah, bukan aku yang menyebarkan vidio itu. Hana yang melakukannya karna kemarin malam aku memutuskannya. Aku memilihmu. Aku hanya ingin hidup bersamamu dan anak-anak kita kelak."

"Omong kosong." Aku segera menyentak pelukannya dan berbalik untuk menamparnya telak sampai kelima jariku tercetak jelas di pipi kirinya. "Kau pikir aku bodoh? Cuman kau seorang yang bisa merekam semua pergumulan kita di villa itu Ham Wonjin. Tidak ada yang lain."

"Iya aku memang merekamnya dan memang berencana akan menyebarkannya tapi akhirnya aku membatalkan semua rencana gila itu setelah aku sadar bahwa aku mencintaimu Bella, aku benar-benar mencintaimu."

"Itukah rencana yang kau buat bersama Hana?" Aku bertanya dengan isak tangis yang tak bisa kubendung lagi, "Jawab aku Ham!!!"

Wonjin tergugu oleh isak tangis tertahan menatapku dengan pandangan penuh rasa sesal, "Iya itu rencanaku selama ini bersama Hana."

"Bedebah sialan!!!" Aku lantas meraih remot televisi dan melemparkannya telak kearah figura foto pernikahanku dengan Wonjin yang tergantung apik di dinding ruang tengah.

Figura itu berderak pecah dan jatuh hancur ke lantai sama seperti halnya perasaanku, kepercayaanku dan pernikahan kami yang baru seumur jagung ini.

"Aku tidak pernah menyesali apapun selama ini, namun untuk pertama kalinya aku merasa begitu menyesal telah bertemu denganmu Wonjin-ah."

"Aku menyesal telah memberikan hati serta tubuhku untuk lelaki sepertimu Ham Wonjin."

"Maaf, aku mohon maafkan aku Bella. Tolong beri aku kesempatan lagi." Wonjin berjalan mendekat dan bersimpuh memegang erat kedua tanganku yang mengingatkanku akan semalam.

"Tidak, kau sudah keterlaluan kali ini Wonjin-ah. Kita sudahi saja pernikahan ini karna masa depanku sudah hancur sama seperti halnya denganmu."

"Kita impas sekarang Wonjin-ah. Aku pergi. Terima kasih untuk semuanya dan jangan pernah menemuiku lagi." []

" []

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
RECOVERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang