0.2

1.1K 273 16
                                        

Setelah berdebat panjang kali lebar aku tetap harus pindah ke sekolah yang sama dengan Wonjin karna Mama Wonjin alias mertuaku sudah terlanjur mengurus kepindahan sekolahku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah berdebat panjang kali lebar aku tetap harus pindah ke sekolah yang sama dengan Wonjin karna Mama Wonjin alias mertuaku sudah terlanjur mengurus kepindahan sekolahku.

Sedangkan Mama? Wanita itu hanya sibuk dengan pekerjaannya sebagai walikota. Dan Kak Seulbi masih belum ditemukan keberadaannya.

"Saat di sekolah nanti jangan terlihat mengenaliku."

"Hm."

"Aku bukannya tidak ingin mengakuimu sebagai istriku seperti yang ada di drama atau film tapi keadaannya kita belum legal dan untuk meminimalisir kecurigaan."

"Lalu mengapa kau dan keluargamu itu bersikukuh melakukan pernikahan belum legal ini?"

"Tentu saja karna kedua orang tuaku takut aku melajang sampai tua nanti karna gadis mana yang mau menikahi lelaki cacat."

Skakmat. Aku diam dan merasa sedang mengunyah sekumpulan troll alih-alih roti panggang yang lezat.

Susah payah menelan dan meneguk susu coklat yang Wonjin buatkan beberapa saat yang lalu.

"Kau pergi ke sekolah dengan Park ahjussi."

"Lalu kau naik apa?"

"Tentu saja dengan bus karna kedua kakiku tak sanggup menempuh sampai sekolah."

"Tidak bisakah kita berangkat bersama? Eh bukan aku peduli tapi walau bagaimanapun Park ahjussi itu supir pribadimu."

"Dan kau istriku. Memangnya apanya yang salah?"

Ya ampun mulut Wonjin mengapa bisa dengan luwesnya mengatakan istriku dan istriku. Tidak tahu apa perbuatan mulutnya itu membuat kejut jantungku berdebar tak normal.

"Begini ya Ham Wonjin, aku merasa tak enak hati membiarkanmu pergi naik bus sendirian terlebih dengan kondisi kedua tanganmu--"

"Aku baik-baik saja. Toh kedua tangan besi ini tertutup rapi dibalik jas almamater sekolah dan sarum tangan kalau kau takut aku ini dicemooh orang-orang."

"Bukan begitu."

"Iya kau berpikir begitu Bella Ham." []

" []

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
RECOVERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang