Sudah satu jam Karin duduk di depan ruangan pak Bimo. Ruang dosen tersebut masih saja tutup, sepertinya beliau masih diluar. Karin kembali memeriksa map skripsinya, takut-takut ada yang tertinggal dirumah.
Begitulah jadi mahasiswa semester akhir. Jadwal bimbingan tidak menentu bahkan bisa ngaret berjam-jam dari jadwal yang sudah di tentukan. Tapi demi sebuah gelar, mahasiswa harus melewatinya.
"Selamat pagi, pak." Karin berdiri dan membungkukkan badan ketika melihat pak Bimo berjalan ke arahnya.
"Selamat pagi, Karin. Sudah lama menunggu?" Tanya dosen muda tersebut sembari membuka pintu ruangannya.
Karin tersenyum. "Belum pak."
"Belum sampai dua jam?" Sambut Bimo diiringi senyum manisnya. Senyum yang membuat para mahasiswi meleleh. "Silahkan masuk."
"Terimakasih, pak." Karin mengikuti langkah Bimo memasuki ruangan.
"Silahkan duduk, Rin."
"Baik pak."
Pak Bimo duduk di kursi kerjanya. Untuk sesaat dia sibuk meletakkan berkas ke dalam laci.
"Gimana perkembangan skripsi kamu?"
Karin memberikan skripsinya kepada Pembimbing 2 nya itu. "Saya baru mengerjakan bab 3 pak, tapi kemarin pak Irfan menyarankan metodenya diganti."
"Banyak revisian dengan pak Irfan?" Tanya Bimo. Matanya masih fokus membaca skripsi Karin.
"Lumayan pak." Jawab Karin sedikit terkekeh. "Saya belum ACC dengan pak Irfan pak, tapi beliau menyarankan untuk langsung bimbingan dengan bapak."
Pak Bimo mengangguk. "Iya, beliau sudah mengabarkan saya. Kamu beruntung ya bisa langsung bimbingan dengan pembimbing dua tanpa nunggu ACC pembimbing satu."
"Iya pak. Alhamdulillah."
Ya, Karin beruntung bisa langsung bimbingan dengan Pembimbing 2, padahal belum di ACC oleh pembimbing 1. Biasanya mahasiswa lain harus mendapat ACC pembimbing satu terlebih dahulu sebelum dilanjutkan kepada pembimbing dua.
"Sepertinya saya setuju dengan pak Irfan. Kamu ubah metodenya ya karena metode ini sedikit nggak nyambung dengan penelitian kamu." Pak Bimo mencoret metode yang digunakan Karin. "Sebenarnya sih bisa pakai metode ini Rin, tapi nanti takutnya kamu susah dalam mengolah data."
"Baik pak. Nanti saya ganti metodenya."
"Oh iya, tulisannya di rapikan lagi ya Rin. Ini masih berantakan. Dan sebaiknya di latar belakang dimasukkan data setiap daerah."
"Iya pak. Kemarin saya sudah berencana memasukkan data di latar belakang, tapi karena saya belum menemukan semua datanya jadinya belum saya masukkan."
"Nah itu, nanti di tambah ya."
Karin mengangguk.
"Untuk sekarang itu aja dulu. Kamu bisa langsung kerjakan revisiannya." Bimo menutup hard copy skripsi tersebut lalu mengembalikannya kepada Karin.
"Terimakasih pak."
"Sama-sama." Bimo mengangguk. "Oh iya, hari ini kamu ada urusan lagi?"
"Hmm, nggak ada sih pak."
"Kamu bisa bantu saya meriksa laporan pratikum mahasiswa semester 3?"
"Bisa pak." Karin tidak punya jawaban lain. Mau tidak mau ya dia harus mau.
"Oke. Ini laporannya." Bimo menggeser tumpukan laporan pratikum yang ada diatas meja. "Kamu periksa penulisannya dan kalau ada isinya yang sama kamu pisahin aja."
KAMU SEDANG MEMBACA
(NOT) DREAM MARRIAGE
Ficção AdolescenteBagaimana rasanya menjalani rumah tangga tanpa dilandasi rasa sayang dan cinta? Apakah saling bertahan atau saling melepaskan? Yuk baca dan ikuti kisah Gio dan Karin :) Happy reading💋 -DelviSilvia- ---- 3 Februari - 28 September 2021
