Gue sama Arhan dan Desi sampai di taman.Suasana taman bener-bener masih sama seperti dulu.Bunga-bunya yang cantik,daun yang berjatuhan dan hembusan angin membelai rambut gue.Tak terasa air mata gue menetes perlahan.Gue bener-bener ke ingat Nando.Setelah bertahun-tahun dia ngilang dan gue berusaha buat lupain dia tapi kenangan itu masih tersimpan di memori.
"Kenapa nangis tong?." Tanya Arhan.
"Enga Han tadi mata gue kelilipan ".
" Oh gitu.Ya udah ayok".
"Emm Sayang aku kayaknya mau pulang aja deh capek.Kamu jalan sama Fia aja gak papa kok."
"Beneran?."
"Iya Han.Cape banget aku."
"Ya udah kamu pulang sana istirahat.Jangan ngebut.maaf ya aku ga bisa antar."
"Iya sayang gak papa kok.Bay".Kata Desi sambil menaiki motor nya.
" Ekhem ".Kata gue.
" Napa lo iri aja jadi orang."Kata Arhan.
"Gue ga iri bos."
"Ya uda ayo masuk.Ada yang mau gue omongin ke lo." Kata Arhan sambil merangkul gue.
"Eh tong emang apa yang mau lo omongin?."
"Ya ada pokoknya".
" Terus kenapa lo ngomongnya harus ke taman?.Kenapa ga di kampus aja tadi".
"Gue ajak lo ke sini karena gue mau ngomongin ini secara tatap muka sama lo".
" Emang penting banget ya?."
"Udah ga usah banyak bacot lo bocah ikut gue aja cari tempat duduk".
" Noh kursi".Kata gue sambil menunjuk kursi panjang berwarna putih."
"Ya udah ayo duduk sana." Kata Arhan sambil duduk di bangku itu.
"Udah duduk kan sekarang apa yang mau lo omongin?."
"Lo sebenarnya kenapa?.Gue tau lo bohong."
"Maksud lo?."
"Gue tau kalau kepala lo luka bukan karena kebentur dinding.Lo bohong kan?.Jujur sama gue ada apa?."
"Beneran Han gue ga bohong.Kepala gue emang ke bentur dinding."
"Ga usah bohong.Dari dalam kandungan ibu kita masing-masing kita udah sama-sama Fi dari kita kecil sampai kita besar kita udah sama sama.Dan lo mau bohongin gue?.Gue tau lo bohong.Dari wajah lo itu gue tau ada yang lo sembunyikan".
" Enga Han gue ga sembunyikan apa apa.Gue bener-bener ga ada masalah Han.Dan kepala gue ini cuma ke bentur dinding Han."
"Ga gue ga percaya.Gue tau lo bohong.Apa masalah lo yang lo tutupin ke gue.Buruan cerita ke gue.Lo gak pernah tutupin masalah lo ke gue.Lo selalu cerita ke gue.Dan ketika lo bohong gue udah hafal betul bagaimana raut wajah lo.Buruan cerita ke gue."
"Han beneran Han."
"Jadi lo ga mau cerita ke gue?.Oke ga papa tapi ingat kalau lo butuh sesuatu jangan cari gue."
Gue bener-bener ga tau harus ngomong apa.Gue harus cerita yang sebenarnya atau gimana?.Gue udah berusaha buat nutupin ini dari semua orang tapi Arhan tau kalau gue bohong.Gue ga tau lagi harus cerita tentang masalah ini ke Arhan atau enga.Gue sebenarnya pengen banget cerita ke Arhan tapi gue ga mau masalah ini jadi beban buat Arhan.Karena selama ini Arhan adalah orang yang selalu bantu masalah gue seberat apapun masalahnya dia selalu bantu.
Hai gaes masih setia ga nungu kelanjutan cerita ga jelas ini?.Masih ya wkwkwk.Author mau ngucapin makasih buat kalian yang setia nungu kelanjutan cerita ga jelas ini dan author juga mau minta maap ya kalau jarang nongol wkwkwk di maklumin aja ya.
See you gaes sampai sini dulu ya babay😊
KAMU SEDANG MEMBACA
Kadal is my life || Compeleted
FanfictionCerita sudah tamat pada 15 November 2020 Langsung baca aja elahh
