"Perkenalkan,nama saya Alfeandra Dewangga Santosa.Panggil saja Dewa."
"Perkenalkan nama saya Pratama Arhan Alif Rifai.Panggil saja Arhan."
Dug dug dug jantung gue berdebar sangat kencang.Serasa mata gue inggin meneteskan air mata.Kenapa setelah gue bahagia dengan orang lain,orang yang lainnya malah datang lagi ke hidup gue.Setelah Nando pergi kenapa orang yang dulu pergi malah datang lagi.Ya Allah cobaan apa ini?".
"Dewa silahkan duduk di samping Fia.Dan Arhan silahkan duduk di samping Desi."Kata pak Cahyo.
"Allahuakbar,subhanallah,lailahaillallah,allahu akbar.Arhan gans duduk di samping gue.Ya Allah Fia rejeki anak soleh ini mah.Fia Fi Fia.Kenapa bengong."
Gue hanya diam membiarkan Dewa duduk di samping gue.Sementara Desi sedang ngomong sendiri dari tadi.
"Arhan ingat aku gak?.Aku temannya Fia yang waktu itu loh yang paling canci.Aryan masih inget aku kan.Yang waktu itu Dateng ke restoran ibunya Fia "
"Paan sih.Gak usah pegang pegang."
"Ihh kok gitu sih.Arhann jangan gitu dong kan aku....".
"Brisik."Bentak Arhan.
"Arhann".
"Diem ah.Bisa-bisanya ya Fi Lo punya temen kek dia.Fi Fia."Kata Arhan
"Diem Fia lagi sedih."Kata Desi.
"Kenapa?".
"Lo kenal Nando kan?.Dia kan pergi ke Surabaya."
"Oh Nando pacar Fia?".
"Iya Arhan."Jawab Desi.
"Oy ahran inget kita gak?".Tanya Bagus.
"Inget lah masak sama temen sendiri lupa."Jawab Arhan.
"Lama gak ketemu makin ganteng ya lu."Kata Bagas.
"Wah iya dong".Jawab Arhan.
Entah apa yang mereka omongkan gue sama sekali gak dengerin Desi sama Arhan.Sementara gue masih mematung diam di tempat duduk gue.Hingga pelajaran berakhir dan waktu istirahat pun tiba.Oh ya aku lupa ngasih tau kalian.Arhan sebenarnya adalah teman gue dari kecil.Dia sama Desi sama sekali tidak mengetahui kalau gue pernah menjalin hubungan sama Dewa.Karna Arhan pindah rumah ke Blora.
"Fia kantin yok.Lama banget gue gak makan bareng Lo.Dewa Fia ayo lah."
"Eh iya duluan.Gue nyusul."Kata Dewa.
"Oke lah.Ayo lah Fi."
"Iya ayo.Bagas,Bagus,Desi udah ke sana?".
"Udah di sana semua.Udah gue pesenin makanan ayo lah."
"Iya ayok."Jawab gue.
"Wa entar nyusul ya."
"Iya bentar gue beresin buku dulu."Kata Dewa.
Gue sama Arhan dalam perjalanan ke kantin.
"Fi gue mau nanya seriusan.Lo harus jawab jujur."
"Apa?".
"Lo kok lesu banget sih kenapa?.Ada apa Fi.Terus waktu Dewa duduk di sebelah lo kenapa Lo hanya diam.Lo ada masalah sama Dewa?".Seketika gue hanya diam.Gue gak tau harus jawab jujur atau gimana.Sementara Arhan gak tau apa apa tentang gue,Nando,dan Dewa.
"Fi,Fia".
"Eh iya Arhan.Ah ceritanya panjang.Nanti Lo main ke rumah deh gue ceritain semua sama Lo."
"Oke."Jawab Arhan.
Selesai makan bel masuk berbunyi.Gue sama teman-teman dalam perjalanan ke kelas.
"Fi Lo kenapa tadi diem mematung aja sih waktu Dewa duduk di samping Lo.Gak mau kenalan apa sama dia.Jangan cuekin Dewa dong Fi kan dia lumayan gans."
"Kalau seandainya Lo di posisi gue Lo bakalan melakukan hal yang sama Des.Lo gak tau masa lalu gue sama Dewa."Kata gue keceplosan.
"Hah masa lalu?.Lo sebelumya udah kenal sama dia Lo udah pernah pacaran sama dia?."
"Eh emm ceritanya panjang Des.Gak usah di pikir."Jawab gue sambil memasuki kelas.
"Eh Fi Fia".
Tak terasa bel berbunyi.Gue sama teman-teman langsung pulang ke rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kadal is my life || Compeleted
أدب الهواةCerita sudah tamat pada 15 November 2020 Langsung baca aja elahh
