Hari ini adalah hari terakhirku menempuh pendidikan di kampus impian ku.Semua keluargaku sudah berkumpul untuk menyaksikan wisudaku hari ini.Di sini juga ada teman-temanku dah semua keluarga mereka.Mereka tentu sangat senang karena di wisuda mereka hari ini mereka di temani oleh seorang yang mereka cintai.Sementara gue hanya dengan keluarga gue tanpa di temani seseorang yang gue cintai.Bahkan saat ini orang yang gue cintai masih menghilang tanpa jejak.
***
Acara wisuda berakhir.Gedung wisuda pun mulai sepi.Sebagian teman-teman gue juga sudah meninggalkan gedung.Sementara gue masih sibuk memasukan kado dari teman-teman ke mobil.
"Emm kak David pulang dulu aja sama ibu dan ayah Fia mau ke restoran ibu bentar"
"Mau ngapain?"tanya kak David
"Ada barang yang mau di ambil.Oh ya minta tolong kak nanti kadonya di taroh kamar Fia aja"
"Oh oke"
Aku pergi menuju restoran ibu dan masih memakai baju wisuda.Aku menuju belakang restoran dan duduk di bangku tempat aku berdiam diri ketika lagi sedih."Hari ini adalah hari bahagia buat gue tapi kenapa orang yang gue cintai masih saja menghilang.Dia kemana dan apa kabarnya.Dia sudah dapat yang baru atau masih setia dengan ku.Tapi kenapa dia tidak mengabari ku.Kenapa dia ada apa hiks"kataku sambil meneteskan air mata.
Tiba-tiba seseorang menepuk pelan pundak ku.
"Ka...ka..kakak"ucapku sambil mengusap air mata.
"Kenapa?"tanya kak David.
"Enga kak ga papa"jawabku.
"Kamu teringat dengan Nando?"
Aku hanya diam dan mengangukkan kepala.
"Kakak dah pernah bilang kan ke kamu.Dia masih setia sama kamu dia ga akan oleng ke orang lain.Percaya sama kakak"
"Tapi kak kenapa dia ga pernah kabarin Fia sama sekali"
"Lo tau kan pemain sepakbola tu kayak gimana.Dulu kakak juga gitu kan hanya di ijinkan pegang hp satu jam sehari.Mungkin dia ga kabarin kamu karena itu kan"
"Tapi kan kak apa salahnya dia kabarin Fia sebentar"
"Ya mungkin dia ga sempat kabarin lo kan,lagian dia juga harus kabarin ortunya kan dan ingat saat ini yang terpenting buat karirnya tu orang tua bukan pacar.Kakak dulu juga gitu kan orang pertama yang kakak kabarin ortu kan bukan pacar.Jadi tenang aja dia ada yang jagain di sana ga usah khawatir dia di rebut orang.Tenang aja"
"Kak Fia capek gini terus kak selama hampir enam tahun ini di ga pernah kabarin Fia.Fia capek kak Fia berusaha move on tapi ga bisa"
"Ga boleh Lo ga boleh move on sama Nando apalagi sampai balik ke Dewa gara-gara Nando.Ga ga boleh.Lo harus nunggu Nando pulang"
"Kenapa sih kak kakak tu selalu ngelarang Fia dekat sama Dewa.Lagian kakak sekarang juga sudah hidup baru kan ga usah lagi ikut campur urusan adeknya.Fia bukan anak kecil lagi kak Fia dah gede.Fia bisa nentuin hidup Fia sendiri mana yang baik untuk Fia dan mana yang pantas untuk di tinggalkan"
Kak David memeluk ku sambil mengelus kepalaku.
"Fia dengar kata kakak.Ini semua kakak lakukan demi kebaikan kamu.Kakak Memeng sudah memulai hidup baru kakak tapi kamu masih adek kakak kan dan akan tetap jadi adek kakak yang kakak kenal.Kamu tetap manja di mata kakak dan sampai kapan pun kamu akan tetap jadi anak kecil di mata kakak.Kakak sayang sama kamu Fia kakak ingin kamu bahagia dengan laki-laki yang bisa membuatmu tersenyum,dan itu hanya Nando bukan yang lain"
"Tapi sampai kapan kak Nando menghilang tanpa kabar?.Bahkan di hari bahagia Fia dia tidak datang untuk mengucapkan kata selamat ke Fia.Fia capek kak nunggu dia"
"Dah ga usah sedih.Percaya dia pasti kembali.Usap air mata kamu dan kita pulang"
Aku berdiri dari bangku dan berjalan menuju parkiran restoran untuk pulang bersama kak David.Saat aku membuka pintu mobil dan ingin masuk ke mobil tiba-tiba seorang anak kecil menghampiri ku.
"Kakak ini untuk kakak cantik"ucap anak kecil itu.
"Apa ini sayang.Dari siapa?"tanya ku.Anak kecil itu berlari tanpa menjawab pertanyaan ku.
"Kenapa Fia?"tanya kak David.
"Ini kak tadi anak kecil itu kasih ini tapi saat Fia tanya dari siapa dia ga jawab pertanyaan Fia"
"Halah paling juga dari temen Lo.Dah lah masuk mobil"kata kak David
***
Setelah sampai rumah aku membersihkan diri ku dan mengaruk-garuk kepalaku kebingungan.
"Hadeuh banyak banget kadonya tapi ga ada yang spesial"batin ku.
Aku teringat dengan kado yang di berikan anak kecil tadi.Dan membukanya.Betapa terkejutnya gue melihat boneka yang sangat lucu di kotak itu dan selembar kertas di bawahnya.Aku mengambil boneka itu dan mengambil surat itu.Saat aku membuka surat itu air mata ku tiba-tiba menetes tanpa di minta.Aku membaca perlahan isi surat itu dan tanpa gue sadari air mata gue mengalir secara terus-menerus.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kadal is my life || Compeleted
FanfictionCerita sudah tamat pada 15 November 2020 Langsung baca aja elahh
