Meski aku berada di sampingmu, tapi orang yang kamu butuhkan bukan aku.
-Galang Abishar
Ps: Jangan lupa putar lagunya, ya? Tinggal klik yang di atas aja 😊
•••
"AILEEN!"
Gadis itu menoleh, mendapati Daniel-Ayah Raga sudah berdiri di belakangnya. Tampaknya laki-laki paruh baya itu baru pulang dari rumah sakit.
"Kamu kenapa basah kuyup begini?" tanya Daniel dan langsung membuka jaketnya untuk dipakaikan kepada Aileen yang tampak kedinginan.
Aileen terdiam sejenak, ia menerima perlakuan hangat Daniel padanya. Laki-laki ini begitu persis dengan Raga, perhatian kepadanya.
Detik berikutnya, Aileen tersenyum sumringah. "Lilin abis ujan-ujanan, Uncle." Ia sengaja tidak menceritakan bahwa tadi di sekolah ia disiram.
Daniel menengadahkan kepalanya melihat langit di atas sana, tampak cerah. "Hujan? Cerah banget ini, Lin."
Aileen menelan salivanya kasar, ia segera mencari alasan.
"Tadi di sekolah Lilin hujan, Uncle!" elaknya.
Daniel mengangguk, sepertinya ia percaya dengan apa yang dikatakan gadis itu.
"Uncle, ada apa?" tanya Aileen.
Daniel menoleh ke arah bangku yang berada di halaman rumah Aileen, lalu berjalan dan duduk di bangku itu. Sementara Aileen, ia mengikuti Daniel dan duduk di samping laki-laki yang sudah dianggapnya ayah itu.
"Lin, Uncle mau bilang sesuatu," ujar Daniel yang menatap sendu ke arah Aileen.
Aileen tersenyum, "Apa, Uncle?"
Meski batinnya merasa ada sesuatu mengecewakan yang akan ia dengar, gadis itu tetap ingin terlihat baik-baik saja.
"Uncle akan kembali kerja, untuk menambah biaya rumah sakit Raga. Sementara Bundanya Raga akan tetap menjaga Raga di rumah sakit." Raut wajah Daniel berubah sendu, ia menatap nanar gadis di sampingnya. "Maafkan Uncle dan Aunty, Lin."
Aileen mengerutkan dahinya, "Maksud Uncle?"
"Kami tidak bisa membagi waktu untuk menjaga Mama kamu," ujar Daniel sembari menutup wajahnya dengan telapak tangannya, "Maafkan Uncle, Lin."
Aileen mengigit bibir bawahnya, berusaha menahan perih yang ia rasakan sekarang. Bagaimana bisa ia melaluinya sendiri? Menjaga mamanya, bekerja, menjenguk Raga, sekolah. Itu mustahil baginya.
Daniel membuka tangan yang menutupi wajahnya, lalu kembali menatap Aileen. "Uncle punya solusi, tapi mungkin ini berat untuk Lilin."
"A-Apa?"
"Jalan satu-satunya adalah..." Daniel menjeda ucapannya, ia memalingkan wajahnya karena tidak sanggup menatap Aileen, "menitip mamanya Lilin ke rumah sakit jiwa. Di sana ada kenalan Uncle yang bisa dipercaya untuk merawatnya."
Mendengar itu, Aileen tersenyum perih. Sekarang apa lagi? Kenapa semuanya tampak menyakitkan? Kenapa semuanya tampak mengecewakan?
Air bening yang menumpuk di pelupuk mata Aileen pun terjatuh, ia tidak bisa mengucapkan kata-kata lagi. Hanya air mata yang bisa menjelaskan bagaimana kecewanya ia dengan keadaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKSARA RINDU (SELESAI)
General Fiction"Perihal Persahabatan, Luka, dan Cinta." Kupersembahkan AKSARA RINDU Aileen Nathania memiliki Ragaskara Daniel sahabatnya yang selalu berada di sisinya sejak kecil. Gadis itu selalu bergantung kepada laki-laki itu, bahkan hal kecil seperti mengikat...
