Ada yang kangen cerita ini gak? 😅 Maaf baru update, lagi banyak kegiatan akutuh.
________________________
Mereka menganggapnya lelucon, karena mereka tidak mengalaminya.
-AKSARARINDU
•••
AILEEN menghentikan langkahnya, jarinya meremas tali ransel miliknya. Ia menoleh ke arah belakang, menatap nanar koridor sekolah yang tampak kosong. Rasanya berbeda, karena laki-laki itu tidak berjalan di belakangnya lagi. Biasanya, setiap berangkat sekolah ia selalu bersama Raga. Namun kali ini, gadis itu berjalan seorang diri.
Ia menunduk, melihat ke arah sepasang sepatu di bawah sana. Untuk pertama kalinya, ia mengenakan sepatu tanpa tali.
"Ga, tali sepatu Lilin lepasss."
"Jangan pakai sepatu tali, kalau lo gak tau cara ngikatnya!"
"RAGASKARA DANIEL!!! TURUNIN LILIN ATAU LILIN BILANGIN AUNTY CINDY!"
"Bacot!"
Ia menarik sudut bibirnya, namun matanya berkaca-kaca. Ia kembali mengingat Raga yang selalu menggopong tubuhnya seperti mengangkat sekarung beras. Iya, di sini. Tempatnya tepat di sini.
Ragaskara Daniel, laki-laki itu masih terbaring menutup matanya di atas kasur rumah sakit. Sudah cukup lama, namun ia masih setia dengan tidur nyenyaknya. Entah kapan ia bisa bangun, Aileen yakin kalau Raganya akan segera kembali seperti dulu bersamanya.
Gadis itu memutar pandangannya, kembali pokus ke arah depan. Ia menarik napas dalam, lalu menghembuskannya. Setelah itu, ia melanjutkan langkahnya menuju kelas.
Baru saja Aileen sampai di ambang pintu, tiba-tiba langkahnya terhenti. Matanya kembali menyorot tulisan di papan tulis. Tulisan yang sama persis dengan tulisan di papan tulis di akhir semester kelas II lalu.
AILEEN PEMBAWA SIAL!
PEMBAWA SIAL!
MAMANYA GILA!
ANAKNYA PEMBAWA SIAL!
Lagi, hatinya kembali merasakan perih. Ia menatap nanar tulisan di papan tulis itu. Bahkan tulisan itu setiap hari menyambutnya, meski tidak tahu siapa penulisnya.
Aileen menoleh ke dalam kelas, menatap murid-murid yang tiba-tiba pura-pura sibuk. Ia tahu, pasti mereka juga sudah bosan melihat tulisan di papan itu setiap pagi.
Gadis itu melangkah ke arah papan tulis, segera menghapus tulisan yang menyesakkan dada itu. Lalu kembali menatap teman-teman kelasnya yang sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Kelas begitu brisik, dan terasa sangat ramai. Namun, entah mengapa gadis itu merasa begitu sepi.
Aileen berjalan di tengah-tengah keramaian kelas, menuju bangku di pojok belakang sana. Ia mendudukkan dirinya menatap ke luar jendela. Ia teringat mamanya yang selalu melakukan hal yang sama.
Karena tidak ingin larut dalam sedih, Aileen segera membuka tas. Mengeluarkan buku dari dalam sana.
"Lin, yang selalu nulis di papan itu siapa, sih? Suka banget nyebar berita hoax!" Arwana menghampiri Aileen di bangkunya.
"Gak usah dipikirin, Lin. Mama kamu sehat 'kan?" tanya Fatimah.
Aileen tersenyum getir, "Iya, Mommy sehat. Mommy lagi liburan ke AUS." Lagi-lagi, ia berbohong.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKSARA RINDU (SELESAI)
Ficción General"Perihal Persahabatan, Luka, dan Cinta." Kupersembahkan AKSARA RINDU Aileen Nathania memiliki Ragaskara Daniel sahabatnya yang selalu berada di sisinya sejak kecil. Gadis itu selalu bergantung kepada laki-laki itu, bahkan hal kecil seperti mengikat...
