Beruntunglah kamu jika mempunyai seseorang yang tidak akan membiarkanmu menangis, sendirian.
-AKSARARINDU
Ps: Jangan lupa putar lagunya sambil dibaca, ya. Tinggal klik yang di atas aja! 😊
•••
WANGI khas lorong berdinding putih, disertai dengan suara derap langkah yang terdengar. Gadis itu mempercepat langkahnya agar segera sampai, ia baru saja mendengar kabar buruk mengenai Raganya.
"Mulai sekarang, Raga akan jagain Lilin. Jadi Lilin harus selalu ada di sisi Raga, sampai kita besar nanti."
"Lilin gak mau, Raga galak!"
Gadis itu terus mempercepat langkahnya, air mata terus mengalir membasahi pipinya. Ia tidak lagi memperdulikan dirinya yang basah kuyup akibat hujan yang ia terobos di luar sana. Rasa khawatir, takut, panik, sedih, bersalah, semuanya bercampur menjadi satu.
"Jangan takut, Raga di sini."
Wajah laki-laki itu terus terbayang di ingatannya. Terasa dadanya terasa sesak dan langkahnya terasa berat. Ia terus berdoa agar laki-laki itu baik-baik saja.
"Jangan pernah menangis tanpa bahu gue."
Ia menyeka air bening yang jatuh membasahi pipinya, berusaha untuk tetap tegar. Namun sekuat apapun ia mencoba, air mata itu terus jatuh dengan sendirinya.
"Jangan suruh gue buat jauhin lo, karena tanpa lo minta gue akan selalu ada buat lo."
Langkahnya terhenti saat matanya menyorot dua orang tua yang tengah menangis di depan sana. Terlihat wanita paruh baya menangis dipelukan suaminya.
"Kamu selalu bergantung sama Raga, hingga tidak membiarkan dia menikmati dunianya."
Ia kembali melangkah, tapi terasa sangat berat. Ia tidak sanggup jika harus menerima kenyataan hal buruk mengenai Raga.
"Apa kamu pikir ketergantungan kamu itu tidak berlebihan?"
Suara Melani terus tergiang di telinganya, membuat dadanya semakin sesak. Memang benar, ia selalu bergantung pada Raga selama ini.
"Dunia Raga bukan hanya tentang lo!"
Ia kembali menghentikan langkahnya, air matanya semakin lolos terjatuh saat wanita paruh baya itu menoleh ke arahnya.
"Lilin," panggil Cindy dengan suara bergetar, "Raga... Raga..." Ia tidak bisa melanjutkan ucapannya.
Aileen kembali melangkah, ia memegang dadanya yang semakin sesak. Isak tangisnya mulai terdengar, meski ia telah berusaha keras menahannya.
"A-Aunty, ma-maafin Lilin. Se-semuanya karena Lilin."
"Tidak, Sayang! Bukan salah Lilin!"
Tanpa pikir panjang Cindy segera memeluk Aileen, membenamkan tangis itu ke dalam dekapannya. Saling memberi kekuatan melalui sebuah pelukan, berharap semuanya kelak akan baik-baik saja.
•••
Tittt...
Tittt...
Tiiit...
Pintu ruang ICU terbuka, bersamaan dengan terdengarnya suara dari monitor. Gadis itu melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan. Matanya langsung menyorot laki-laki yang terbaring di atas kasur rumah sakit itu. Laki-laki dengan kepala yang diperban, alat bantu oksigen yang menempel di wajahnya, infus yang menggantung mengalirkan cairan ke tubuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKSARA RINDU (SELESAI)
General Fiction"Perihal Persahabatan, Luka, dan Cinta." Kupersembahkan AKSARA RINDU Aileen Nathania memiliki Ragaskara Daniel sahabatnya yang selalu berada di sisinya sejak kecil. Gadis itu selalu bergantung kepada laki-laki itu, bahkan hal kecil seperti mengikat...
