-Tiga-

169 17 0
                                        

"Apaa?!!!."

"...."

"Oke! Aku kesana sekarang bun."

Tut.

Lalu vinka berlari ke arah sekar dan langsung menyambar tas nya.

"Lah lah loh, woii mau kemanaaa." Ujar sekar berteriak padahal vinka masih ada di dekat nya.

"Syutt, aku mau pulang." Jawab vinka sembari memberikan masker nya.

"Pulang? Maksud lo apasih."

"Kamila pingan, aku harus pulang kar."

"Apa?! Kamila pingsan? Jadi sesi foto nya??."

"Maaf banget ya sekar.... Aku bukan nya gamau tapi Kamila lebih penting dari apa pun. Aku tinggal sendirian gapapa ya."

Vinka langsung berlari meninggalkan sekar yang masih mematung.

......

"Pakk disini pak!." Ucap vinka yang tengah menunjuk rumah milik nya.

Lalu vinka bergegas turun dari taksi dan berlari menuju rumah nya.

Tok
Tok
Tok

"Assalamu'alaikum bun!!."

Ratna tergesa-gesa membuka pintu untuk vinka.

"Vinka! Cepat bantuin bunda angkat kamila!!." Ucap ratna dengan menopang tubuh mungil Kamila yang sudah terbaring lemas.

"Astaghfirullah Kamila..." Balas vinka sedih karna melihat adik semata wayang nya pingsan.

Lalu kedua nya menggendong Kamila dan langsung membawa nya ke rumah sakit.

Dalam perjalanan menuju rumah sakit, ratna terus-terusan menangis sedangkan vinka mengelus rambut hitam panjang milik Kamila.

"Bunda... Ayah kemana?." Ucap vinka sambil menunduk menatap adik nya.

"Hikss... Ayah sudah di rumah sakit, hiks...."

Vinka membuang nafas nya pelan. Di dalam hati ia bertanya-tanya mengapa adiknya bisa pingsan seperti ini.

.......

Sesampai nya di rumah sakit, vinka dan ratna langsung mencari keberadaan indra.

"Itu bun, ayah!." Ujar vinka menunjuk ke arah indra yang duduk dengan cemas.

Mereka berdua langsung berlari ke arah indra.

"Ayah!."

Sontak indra langsung menggendong Kamila dan masuk ke ruangan ICU.

Lalu ratna dan vinka menunggu di luar ruangan. Sesekali vinka menenangkan ibu nya yang sedang menangis.

"Bun, udah ya nangis nya, Kamila pasti baik-baik aja." Ucap vinka sembari mengelus pundak ratna.

"Hiks... Tapi ayah hikss.. Kamu belum juga hikss.. Keluar hiks..." Jawab ratna dengan isak tangis.

"Sabar ya bun, pasti bentar lagi ayah keluar kok.....*

Selang waktu beberapa menit, akhirnya indra keluar bersama dokter yang menangani Kamila.

Ratna dan vinka langsung berdiri dan menghampiri dokter.

" Dok! Anak saya gimana?!." Ujar ratna cemas.

Dokter dan indra hanya terdiam.

"Kok diam aja sih? Mas..." Lanjut ratna lagi tidak sabaran.

Dokter membuang nafas nya pelan dan langsung menjelaskan apa penyebab Kamila pingsan secara tiba-tiba.

"Jadi gini bu, kamila hanya mengalami kecapean dan kurang tidur. Tapi juga ada gejala-gejala seperti batuk dan pusing, itu artinya ia juga bisa mengalami penyakit lain yang lebih serius." Jawab dokter panjang lebar.

Tidak terasa air mata ratna mengalir deras lagi di pipinya.

Vinka yang mendengar itu pun sontak kaget dan sangat sedih kepada adik nya.

Sedangkan indra hanya menunduk menatap lantai yang kosong.

"Maka dari itu kami harus memeriksa lebih lanjut mengenai penyakit yang dideritanya.
"

•••

Haii semuaanyaa.
Kemarin aku udah nulis panjang lebar sampe 800 lebih.... Terus ga tau kenapa bisa kehapus jadi 467 doang sedih bgt.....😭😭

Jadi maaf banget ya ini cuman sampe 500 kata doang soalnya aku lagi maless huhu...

Salam dari
-Author

Hanya Sebatas PenggemarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang