Part nya kaya biasa kok jadi tenang aja😉
❣❣❣
Chelsea melebarkan mata nya senang sekaligus kesal.
"Oh ya? Baguslah kalo lo udah sadar diri. Btw kok lo jadi nyolot gini sih?" Ucap chelsea kesal lalu dengan sengaja mengobrak-abrik dagangan vinka.
Vinka yang melihat itu tidak bisa diam saja. "Jangan di berantakin roti nya!" Tegas vinka kepada chelsea.
"Gue gak peduli! Mana sini uang lo." Chelsea membuka laci gerobak vinka dengn cepat. Terdapat uang 100ribuan 3 lembar dan chelsea mengambil semuanya.
"Anggap aja ini kesalahan lo yang udah ngerebut kevin dari gue. Uang ini bakal gue lemparin di sana!" Chelsea menunjuk sebuah selokan yang terisi penuh dengan air comberan. Vinka bergidik agak jijik melihat itu.
"Engga! Siniin uang nya!" Chelsea menjauh dan melemparkan uang itu di selokan dengan cepat. Tapi untungnya vinka segera menangkap dan alhasil tangannya kotor dengan air comberan.
"Euhhh. Kasian tuh tangan bekas kotoran orang hahaha" Chelsea malah tertawa terpingkal-pingkal.
Vinka berdiri dan segera membalas dendam. Ia menempelkan tangannya di baju milik chelsea dengan gerakan perlahan. Chelsea yang tidak sadar dan masih tertawa seketika berhenti. Ia melotot hinggap mata nya ingin keluar dan langsung mendorong vinka hingga tersungkur.
"Dasar bajing*n goblok!" Pekik chelsea murka. "Lo tau cewek murahan? Harga baju gue itu lebih seharga diri lo!"
Vinka tercengang. Perkataan dari seorang artis terkenal yang sempat ia kagumi begitu menyakitkan. Apakah pantas jika seorang yang di idola kan tidak memprilaku manusia dengan selayaknya? Walaupun itu dari kaum rendahan.
Chelsea berlari menuju gerobak vinka. Dengan gesit, ia membongkar seluruh laci di paling bawah.
Tanpa diduga-duga, suatu pakaian yang sangat ia cari selama ini berada di disitu. Chelsea tersenyum miring lalu mengambil nya dengn cepat.
"Baju ku!" Pekik vinka kepada chelsea yang sudah berlari menuju mobil nya sambil membawa baju vinka pemberian kevin.
Ya, baju saat ia sedang berjalan-jalan seharian dengan kevin. Itulah kenang-kenagan yang vinka punya.
"Chelsea! Buka!!" Vinka mengetuk-ngetuk kaca mobil chelsea yang sudah tertutup secara otomatis.
Dengan cepat, mobil merah itu melaju meninggalkan vinka yang berlari di belakang nya.
"Baju ku!..... Hentikan mobil nya... Hiks" Entah beberapa banyak kali vinka menangis. Pakaian itu sangat berarti untuk nya. Dan tanpa diduga, chelsea mengambil nya tanpa meminta.
❣❣❣
"Yah, Vinka belum pulang juga?" Tanya Ratna khawatir. Sudah jam setengah enam sore tapi anaknya belum pulang juga dari jualan.
"Belum bun. Ayah cari aja apa ya?" Usul Indra yang juga khawatir kepada putri sulung nya.
Ratna berpikir sejenak. "Tapi ini sudah sore yah,"
"Gak papa bun. Ayah cari vinka dulu ya, siapa tau vinka ada kendala di gerobaknya"
Ratna hanya mampu mengagguk patuh lalu Indra segera berlalu pergi menuju sekitaran komplek.
Baru saja Indra sampai di depan pintu untuk keluar, Vinka sudah lebih dulu masuk dan berhasil membuat Indra maupun Ratna tercengang.
Vinka terlihat lesu dan letih. "Kenapa yah, bun? Kok muka nya kaya panik gitu" Tanya Vinka cemas.
Indra menghampiri putri nya lalu menempelkan telapak tangan di dahi Vinka. "Kamu sakit vin? Kok pucet?" Tanya Indra.
Vinka menggeleng cepat pertanda ia tidak sakit apa-apa. "Enggak kok yah. Vinka cuman cape aja soalnya tadi banyak pembeli" Vinka berusaha tersenyum meski dada nya terasa sesak.
"Kamu mandi ya vin. Nanti bunda siapin makanan hangat buat kamu. Pasti kamu lelah banget ya? Maafin bunda sama ayah ya" Ratna menunduk sedih. Disaat anak-anak orang lain berkuliah dan menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Vinka, putri kandung nya harus menderita untuk memenuhi keuangan keluarga.
"Iya bunda."
Di dalam kamar mandi yang berukuran kecil. Vinka dalam diam menangis pelan. Dirinya mengalami takdir yang sangat berat seolah semua beban di pundak nya menjadi lebih berat.
"Maafin aku yah, bun.... Aku belum bisa mengangkat derajat kalian. Aku belum bisa memberi kalian apa yang kalian inginkan. Vinka belum bisa memberi.... Kebahagiaan untuk kalian. Maafin vinka..." Lirih vinka pelan. Disebrang sana, sang ibu mendengar semua jeritan hati vinka. Ratna menangis sembari membekap mulut nya sendiri.
"Ini bukan kesalahan kamu sayang... Ini murni kesalahan ayah dan bunda yang belum bisa memberi pendidikan yang tinggi untuk kamu" Ucap Ratna sangat pelan seolah membisikan untuk dirinya sendiri.
Selesai mandi, vinka kembali meluruskan aktivitas nya seperti biasa.
Di lain tempat, kevin tengah berbincang santai dengan sahabat karib nya. Yaitu Ivan.
Masih ingat dengan Ivan? Sahabat kevin sekaligus penyanyi yang juga sama nya terkenal tapi tidak seterkenal kevin.
"Jadi gimana soal perjodohan lo sama chelsea vanira itu?" Tanya Ivan penasaran sembari mengunyah kripik kentang buatan kevin.
Kevin tampak tidak berminat untuk membalas. "Enggak jadi."
Ivan yang tadinya bersender di sofa dengan santai, sekarang duduk tegap akibat terkejut. Lalu batuk - batuk ala orang yang terkena penyakit parah.
"Uhuk... Uhuk!.. Ambilin gue minum kev-- Uhuk!..." Ucap Ivan terbata-bata karna tersedak dan akhirnya batuk.
Kevin memutar bola mata malas. "Mangkanya gak usah lebay deh!" Tegas kevin lalu segera beranjak untuk mengambil kan air.
Beberapa detik kemudian, kevin membawa dua cangkir yang berisi air putih dingin.
Ivan langsung menandaskan nya dengan cepat. "Gila! Seger banget" Ucap Ivan berbinar-binar.
"Iyalah itu air zamzam murni dari mekah"
"Beneran? Lo udah jadi pak haji?"
Absurd nya dua sahabat ini. Kevin dengan sifat cuek nya dan Ivan dengan sifat aneh nya. Perpaduan yang pas!
❣❣❣
Semangat Readers ku!😍😍😍😍
KAMU SEDANG MEMBACA
Hanya Sebatas Penggemar
RomanceHanya penggemar biasa yang seolah takdir mempermainkan aku dan dia dengan membuat perasaan ini menjadi lebih dari sebatas pengagum belaka. *** Kevin Alatas, seorang musisi terkenal yang akan dijodohkan oleh aktris papan atas bernama Chelsea Vanira...
