-Dua puluh lima-

51 9 0
                                        

Keduanya tertawa bersama. "Hehe aku gatau ngomongin nya" Vinka nyegir kuda. "Oh iya, kenapa kamu gak bolehin aku makan yang manis-manis?" Tanya vinka lagi. Ia ngin tahu mengapa ia tidak boleh makan dengan makanan yang berasa manis.

"Karna kamu udah manis"

Deg

Pipi vinka terasa memanas, bahkan jantung nya berdegup dua kali lebih cepat dari biasanya.

Kata-kata yang mampu membuat vinka terasa melayang-layang di udara sama hal nya dengan layangan.

Vinka bungkam seribu bahasa. Membuat kevin menjadi lebih bungkam.

"Apa aku salah ngomong?" Ucap kevin dalam hati.

Vinka memang tidak mengpresikan diri nya yang amat bahagia saat dipuji oleh idola nya sendiri. Tidak bisa dipungkiri bahwa sekarang vinka sedang menahan sekuat tenaga senyum nya yang akan mengembang sebentar lagi.

"E-em.... V.. Vinka?" Kevin gelagapan. Dirinya jadi salah tingkah melihat vinka yang hanya memasang raut datar.

"Makasih"

Kevin terpanjat mendengar kata 'makasih' yang dilontarkan oleh mulut vinka.

"Untuk apa?"

"Untuk semuanya. Mulai dari kemarin, hari ini dan.... Entahlah sampai kapan kamu harus buat aku bahagia seperti ini" Vinka menatap senja yang mulai memancarkan cahaya oranye dan yang pasti nya menyilaukan wajah cantik vinka.

Kevin menatap vinka dari samping dengan tersenyum tipis. Wajah nya yang mulus dan bibir nya yang merah merona membuat vinka menjadi pemandangan candu untuk kevin.

"Cantik

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Cantik."

"Hm?"

Kevin salting lalu segera mengalihkan pandangan nya ke sembarang tempat.

"Tadi kamu bilang apa?" Tanya vinka santai tanpa mengalihkan sedikit pun pandangan nya terhadap sinar senja.

"Enggh... Engga kok" Kevin menggaruk kepala nya yang tidak gatal.

Dua pop mie yang sedari tadi dinikmati sambil melihat senja pun sudah habis. Keduanya merasa sedikit lebih kuat daripada sebelumnya, berkat mie instan. Walaupun tidak memakan dengan nasi atau bahan pokok, tapi masih bisa mengganjal perut yang sudah kosong.

"Vin....Apa ayah kamu gak marah kalo aku ngajak kamu sampai malam" Tanya kevin hanya untuk memecahkan suasana yang canggung.

Vinka menoleh sekilas lalu tersenyum tipis. "Emang bunda aku tadi izinin kamu buat ngajak aku nge date?"

"Hmm... Iya. Kata bunda kamu, dia nanti akan bicara sama ayah kamu"

"Oh. yaudah. Itu jawabannya"

"Tapi kan masih aja vin... Itu ayah kamu loh, masa gak marah putri nya pulang malem-malem. Apalagi sama cowok yang baru dikenal"

Vinka menyeringitkan dahi nya bingung. "Jadi kamu bakal macem-macem gitu sama aku?"

Hanya Sebatas PenggemarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang