-Tiga puluh tujuh-

33 8 0
                                        

"Wah benarkah?" Seluruh wartawan tampak tersenyum. Karna sebentar lagi mereka akan menyebarkan berita yang viral. Dan karna itu, mereka akan mendapatkan keuntungan diatas penderitaan.

Kevin kembali menerobos semua wartawan itu. Chelsea juga mengikuti nya karna sudah diwawancarai tentang beberapa hal. Dan syukur nya chelsea menjawab dengan lancar walau dusta.

"Kevin, tungguin aku" Chelsea tersengal-sengal karna harus menyamai langkah nya dan langkah lebar kevin.

"Ck! Udah gue bilangin gak usah ikutin gue. Lo kenapa hah? Tuli?" Kevin menahan emosi nya yang akan meledak. "Satu lagi. Jaga mulut lo! Gue tau lo disuruh sama orang kan." Ungkapan kevin barusan membuat chelsea bungkam.

Kevin dengan langkah seribu langsung masuk ke dalam mobil nya dan melaju kencang. Meninggalkan chelsea yang tampak hilang kesadaran.

❣❣❣

Pikiran kevin berkecamuk. Ia bingung harus kemana. Sudah dipastikan bahwa wanita itu yang dimaksudkan adalah chelsea pasti sudah menunggu di apartemen nya. Jika ia menuju rumah orang tuanya, kevin tidak mau bergantung lagi. Apalagi menjadi boneka untuk ayah egois nya.

Masih dengan pikiran yang acak adul. Kevin tidak sengaja melihat seorang wanita yang sangat ia kenali. Bahkan wajah cantik nya tidak akan asing lagi.

Wanita itu tampak uring-uringan. Membawa gerobak tetapi menunduk, membuat kevin tampak penasaran dan cemas.

Kevin menghentikan mobil nya tepat samping wanita itu.

Vinka yang sadar bahwa ada suatu alat transportasi di samping nya menoleh sekilas. Ia terkejut melihat mobil hitam Lamborghini yang sangat ia kenali.

"Itu kan...." Lirih vinka pelan.

Tak lama, seorang pemuda yang sangat ia junjung tinggi-tinggi tapi dengan kasar dihempaskan ke dalam lubang yang paling dalam, berjalan mendekat ke arah nya.

Wajah vinka yang terlihat letih dan sedih membuat kevin tambah gelisah.

"Vinka? Kamu kenapa?" Ucap kevin yang mampu menyadarkan lamunan vinka.

Vinka tampak tercengang. Lalu dengan segera mendorong gerobak nya dengan cepat.

Kevin yang melihat itu tampak kebingungan. "Vin!" Panggil kevin tapi tidak dipedulikan oleh vinka.

Sampai-sampai kevin harus mencekal  lengan vinka agar berhenti.

"Lepasin." Ucap vinka dingin sembari menatap lurus kedepan.

"Kamu kenapa vin? Soal kemarin aku minta maaf. Aku pengen nyelesain masalh itu. Aku--"

"Udah lah. Aku gak percaya semua bualan kamu. Kamu tau? Berita viral kamu itu udah ada dimana-mana. Jadi gak usah nemuin aku lagi! Aku akan menjauh dari hidup kamu" Tegas vinka. Walaupun terasa menyakitkan tapi ia harus mengungkapkan.

Kevin agak terluka dengan ucapan vinka barusan. "Semuanya gak bener vinka... Itu hanya rekayasa chelsea saja. Aku gak pernah menyukai nya" Kevin menggantung kalimat nya. "Kamu tau? Baru satu minggu kita gak ketemu tapi... Ada rasa yang aneh kalo aku inget kamu. Dan aku putuskan bahwa... Aku udah bener-bener cinta sepenuhnya sama kamu. Vinka."

Trakk!

Vinka terkejut. Ia refleks menumburkan gerobak nya di trotoar dengan agak keras.

Vinka dengan hati-hati menatap kevin dalam. Ia ingin tahu apakah saat ini kevin sedang tidak bercanda atau sebaliknya.

Namun nihil. Tidak ada arti dalam tatapan kevin yang bualan. Semuanya telihat membingungkan. Ada rasa kecewa, sedih, terluka, bahagia, tertekan dan cinta.

"Aku gak bohong. Kamu bisa meriksa aku dalam lewat mata aku" Ucap kevin yakin dengan penuh semangat.

"Aku... Aku..." Vinka tampak salah tingkah. Hati nya benar-benar berbunga-bunga tapi ia takut jika bunga itu akan layu lagi.

"Aku... Aku... Harus pergi" Vinka kembali mendorong gerobak nya dengan tingkah yang sangat memalukan.

Kevin kembali mencekal nya dengan kuat. Sehingga jarak diantara mereka tinggal sejengkal lagi.

Kevin yang sadar bahwa sekarang vinka belum bisa percaya penuh kepada nya membuka masker yang menutupi wajah tampan nya. Vinka akui itu.

Hembusan nafas kevin menerpa wajah vinka. Menatap kevin dengan lekat sampai tenggelam. Vinka merasakan detak jantung nya mulai bergemuruh.

Bagaimana bisa kalau dahulu hanya melihat wajah kevin dari foto, poster dan televisi. Dan sekarang benar-benar bertatapan langsung dengan idola nya. Bahkan sampai sedekat ini. Sampai merasakan hembusan nafas hangat yang dihasilkan oleh oksigen kevin.

"Aku cinta sama kamu vinka. Dan aku gak pernah main-main sama ucapan ku." Lirih kevin pelan dengan suara parau.

Dari kejauhan, seorang wanita tampak tidak suka memandang nya.

"Gue gak bakal biarin itu vinka. Lo bakal tau ganjarannya." Ucap chelsea pelan. Dengan senyuman miring bakal iblis.

"Dan lo sayang ku. Kevin, calon suami ku. Gue gak akan pernah lepasin lo. Gue akan mempertahankan lo demi karier gue. Gak lebih!" Lanjut nya dengan senyum tipis. Lalu segera melajukan mobil nya untuk merencanakan suatu rencana yang membuat semua orang tercengang.

Chelsea memang akan melewati batas jika sudah bersangkutan pautkan dengan dunia entertainment. Bahkan merelakan status nya demi itu semua chelsea akan lakukan!

Berarti selama ini...... Apakah chelsea memang menyukai kevin atau.......... Ada alasan lain?

❣❣❣

End nya aku undur deh. Part 40 lebih baru tamat hehe

Hanya Sebatas PenggemarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang