Ratna terkejut bukan main atas kalimat terakhir vinka.
Kevin alatas?
•••
"Kevin alatas?." Tanya ratna sekali lagi hanya untuk memastikan apa yang ia dengar barusan.
Vinka mengangguk membuat ratna melebarkan mata nya.
"Dia idola aku yang sering aku ceritain bun.... Bunda inget kan?." Sambung vinka seolah tau apa yang sedang ada dipikiran ibu nya.
"Jadi ini................ ARTIS?!!." Ratna berteriak histeris seraya menutup mulut nya menggunakan telapak tangan, menandakan ia benar-benar terkejut.
"Ga usah berlebihan tante, saya kan juga manusia." Sahut kevin bercanda untuk mencairkan suasana yang sempat awkward.
Ratna segera menghampiri kevin dan bertekuk lutut di hadapannya yang sukses membuat kevin maupun vinka tetsentak kaget.
"Terima kasih nak.... Jika ga ada kamu pasti kamila makin memburuk keadaannya. Saya benar-benar berhutang budi denganmu......" Ujar ratna lirih.
Cepat-cepat kevin langsung berjongkok menyamai tubuh nya dan tubuh ratna dan langsung menuntunnya agar kembali berdiri.
Vinka hanya menyaksikan dalam diam. Tidak tahu harus berbuat apa.
"Kan sudah saya bilang tan.... Saya juga manusia, jadi ga usah berlebihan. Anggap aja ini rezeki untuk ibu dari Tuhan." Ucap kevin bijak yang berhasil membuat vinka tertegun atas ucapan nya.
Ratna mengangguk pelan dan segera pergi untuk pulang kerumah karena persedian baju kamila sudah habis.
Vinka mendekati kevin dan mengucapkan hal yang berhasil membuat kevin salah tingkah.
"Terima kasih atas bantuannya kevin... Aku berhutang budi sama kamu.... Aku seneng banget saat kita ketemu, berasa mimpi. Tapi alhamdulillah nyata. Kamu tuh juga baru kenal sama aku, tapi udah bantu aku sejauh ini.... Pokoknya kamu is the best!." Vinka menampilkan jempol nya dan tersenyum manis, semanis gula dan susu.
Entah kenapa, hati kevin menjadi deg-deg an saat vinka bicara seperti itu. Padahal, sudah puluhan atau bahkan ratusan orang yang bicara seperti itu, tetapi mengapa jika vinka yang mengatakan nya terasa beda? Dan membuat darah kevin berdesir cepat.
Belum sempat kevin menjawab, vinka sudah menarik tangan kevin dan menggandeng nya erat seolah tidak ingin jika kevin pergi menjauh darinya.
Vinka mengajak kevin ke suatu tempat, yaitu taman di sekitar rumah sakit.
Keduanya duduk dengan santai dan bersama-sama melihat langit biru yang sudah menghiasi awan-awan.
"Kamu tau ga vin, kalo aku liat langit gini, berasa pengen terbang." Sahut vinka yang membuat kevin tertawa renyah.
"Gimana mau terbang, emang kamu punya sayap?." Kevin bertanya konyol untuk mencairkan suasana yang kembali hening.
"Punya, sayap nya ada di kamu." Balas vinka asal tapi sukses membuat kevin terhenyak untuk beberapa saat.
Kevin menoleh melihat wajah vinka yang tampak menikmati langit biru di atas. Kevin menjelajahi seluruh wajah vinka hingga detail. Mata nya bulat dan bibir nya tipis membuat vinka menjadi salah satu orang yang tergolong beutiful.
"Cantik." Ucap kevin pelan bahkan sangat pelan seolah bicara pada dirinya sendiri.
"Aku cantik ya?." Tanya vinka tiba-tiba membuat kevin mengalihkan pandang ke arah lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hanya Sebatas Penggemar
RomanceHanya penggemar biasa yang seolah takdir mempermainkan aku dan dia dengan membuat perasaan ini menjadi lebih dari sebatas pengagum belaka. *** Kevin Alatas, seorang musisi terkenal yang akan dijodohkan oleh aktris papan atas bernama Chelsea Vanira...
