Heii apa kabar kaliann?? Rasa nya gak ketemu satu hari aja kaya lama banget yaa
Kemarin aku gak uplod gegara banyak masalah, tugas, dan alasan.
Duh kok aku kaya banyak banget ya alasannya? Kemaren sakit terus sekarang banyak tugas. Yaallah, mohon maaf banget atuh😭😭
Terus cerita nya gimana? End nya juga kapan? Jawabannya adalah sabarrrrrrrrr
Kunci nya tabah. Tenang aja, aku udah nyiapin alur-alur nya kok wkawaka
Semoga suka ya! Jangan lupa juga follow dulu sebelum baca and vote cerita ini❤❤
Happy Reading!
❣❣❣
"Haii" Sahut sekar santai sembari tersenyum aneh. Atau lebih tepatnya tersenyum menggoda.
Menggoda? Maksudnya?
........
"Sekar?!" Pekik vinka panik lalu segera memeluk sekar dengan erat.
Sekar agak risih dengan pelukan vinka yang sangat lebay lalu segera mendorong tubuh vinka agar menjauh.
"Lebay banget sih lo vin" Gerutu sekar.
"Kamu gak papa kan? Dan ini...." Vinka mengamati wajah dan tubuh sekar. Sekar baik-baik saja. Bahkan dibilang sangat biasa dan tidak ada yang aneh.
Sekar tersenyum tipis. "Liat belakang lo" Pinta sekar tenang.
Vinka memandang sekar heran. "Emang belakang aku ada ap--" Ucap vinka bingung sembari menoleh ke belakang. Jantung nya seakan berhenti sesaat saat melihat sosok yang sangat ia tidak inginkan.
Kevin. Ia tersenyum lebar memperlihatkan gigi yang putih dan rapi.
Sedangkan vinka mematung. Ingin ia mencubit pipi nya sendiri tapi keadaan tidak mendukung.
"Siapa?" Vinka keceplosan! Ia hanya refleks. Sangking tidak percaya nya yang dilihat itu kevin.
Kevin menaikan satu alis nya bingung.
"Ciee cieee. Bilangnya gak kenal, padahal hati nya udah merasa nyaman" Ejek sekar yang segera menghampiri dua sejoli ini.
Vinka baru tersadar. Dan ia sangat terkejut.
"Ke-kevin?" Tanya vinka gelagapan. Tepat nya salah tingkah.
"Udaahh ahh aku mau pergi ajaa daripada jadi nyamuk. Plak!" Sekar menepuk tangan nya sekali sambil melangkah pergi keluar.
Vinka yang masih bingung berteriak memanggil sekar agar tidak pergi. "Kar! Mau kemana? tungguin aku" Teriak vinka yang hendak menyusul sahabat nya itu.
"Eeehhh jangan! Lo sama kevin aja. Gue kan gak mau ganggu" Sekar cepat-cepat keluar sambil menutup pintu dengan rapat.
Vinka meneguk ludahnya paksa. Ia menatap kevin dengan kening menyeringit.
Kevin melangkah menuju sofa di tengah-tengah ruangan. Lampu yang tadi nya tidak menyala sekarang menjadi terang menerang.
"Sini duduk" Pinta kevin sembari menepuk sofa di sebelah nya.
Vinka berjalan pelan. Ia masih merasa takut dengan kevin. Apakah nanti kevin akan membagi undangan pernikahan nya dengan chelsea? Tidak! Vinka akan hancur sekarang juga jika memang seperti itu.
"Kenapa? Aku mau keluar." Balas vinka sesudah ia duduk di sebelah kevin.
Kevin menatap vinka dengan tatapan intens. "Aku minta maaf vin. Aku tau kamu pasti marah karna...... Aku gak kasih kabar selama satu minggu kan? Maafin aku ya, aku ada alasan karna aku gak ngehubungin kamu"
Vinka memalingkan wajah nya kasar. "Emang aku siapa kamu buat marah karna cuman gak dihubungi satu minggu? Aku cuman penggemar vin. Hanya sebatas penggemar!" Kesal vinka.
Kevin mendekati vinka dengan raut sedih. "Tapi aku udah anggap kamu lebih dari itu" Ucapnya pelan dengan tatapan terluka.
Vinka tertegun.
"Maaf kan aku vinka... Maaf." Kevin semakin mendekati vinka. Sedangkan vinka hanya bisa mundur sambil menatap kevin dengan bingung.
"Kevin..." Vinka berucap pelan dengan suara miris. Jarak nya dengan kevin tinggal sejengkal. Ia tidak bisa mundur lagi, karna sofa yang mereka duduki sudah sampai diambang kejatuhan.
Kening mereka bersentuhan. Hembusan nafas keduanya seolah bertarung untuk memenangi luka masing-masing.
Tinggal maju satu langkah lagi, entah apa yang akan terjadi.
Hidung dan bibir belum bersentuhan. Tapi vinka sudah merasa gemetar. Pikiran negative mulai menyerang benak nya.
Keduanya berada di posisi itu cukup lama, sampai akhirnya suara keras mampu membuat dua insan yang sedang dimabuk kasmara ini terkejut setengah mati.
Brak!
"KEVIN!" Teriak chelsea menggema di seluruh ruangan.
Vinka mendorong kevin hingga hampir terjungkal. Ia merasa seperti tercyduk berbuat mesum bersama seseorang pria.
Tanpa diduga, chelsea menghampiri vinka dan langsung menjambaki rambut panjang dan hitam milik vinka dengan frustasi.
Kevin yang melihat itu langsung memisahkan mereka. "Udah sea! Udah!!" Teriak kevin sembari mendorong chelsea dengan kuat hingga chelsea tersungkur ke lantai.
Kevin memeluk vinka yang sudah terisak pelan. Ia menatap chelsea dengan nyalang.
"Dasar wanita murahan! Berani-berani nya lo deketin calon suami gue!!!" Pekik chelsea murka seraya berdiri kembali.
Kevin mengelus-elus rambut vinka dengan penuh kasih sayang. Membuat chelsea tambah jengkel.
"Kevin!" Teriak chelsea.
Kevin berdecih pelan. "Keluar lo dari sini! Atau gue panggilin satpam?" Ucap kevin dingin.
"Enggak! Pokoknya kamu harus anterin aku dan minta maaf sama aku!" Ngotot chelsea.
"Pergi. Kalo lo gak pergi gue bakal pastiin semua orang di negara ini akan ngehujat lo!"
Chelsea meneguk saliva nya susah payah. Ia kalah jika berurusan dengan karier nya.
Sambil menghentikan kaki, chelsea keluar dengan tatapan penuh benci. "Gue pastiin, lo bakal mati di tangan gue, vinka." Ujar nya ganas dengan mengepalkan satu tangannya hingga memutih.
❣❣❣
KAMU SEDANG MEMBACA
Hanya Sebatas Penggemar
RomanceHanya penggemar biasa yang seolah takdir mempermainkan aku dan dia dengan membuat perasaan ini menjadi lebih dari sebatas pengagum belaka. *** Kevin Alatas, seorang musisi terkenal yang akan dijodohkan oleh aktris papan atas bernama Chelsea Vanira...
