-Dua puluh tujuh-

46 9 0
                                        

"Kamu.... Cute banget sih" Puji kevin seraya menoel-noel pipi vinka yang bersemu malu.

Vinka menepis lembut tangan kevin. Di dalam dada nya sudah sangat heboh. Deg deg an.

"Kapan makan nya ya??" Sindir vinka karna kevin sedari tadi hanya memandangi wajah nya terus.

"Oke. Ayo dimakan tuan putri" Kevin mempersilahkan gadisnya untuk makan. Vinka menggaguk semangat lalu segera mengambil sebuah sendok dan garpu.

"Ihh gausah liatin aku mulu. Ayoo makan" Vinka seperti bersemangat sekali karna memang perut nya sudah keroncongan sejak tadi. Kevin tertawa renyah lalu mengambil sendok dan pisau kecil.

Keduanya makan dengan lahap. Dimulai dengan stik sapi yang besar dan lembut. Vinka sempat mengeluh, ia ingin jika disini ada nasi untuk makan bersama stik sapi. Tetapi sayangnya, kevin malah tertawa terbahak-bahak mendengar itu.

Sampai saat di tengah-tengah makan malam mereka yang romantis dan konyol munculah 5 orang yang tidak vinka kenali. Mereka membawa sebuah benda yang juga vinka tidak mengetahui nya.

Seperti gitar tapi agak kecil. Wanita dan laki-laki itu menaruh benda tersebut di bahu nya.

Vinka menoleh ke arah kevin untuk memberi kepastian. Sayang nya kevin malah asik makan.

5 orang wanita dan laki-laki itu mulai memainkan benda yang diketahui adalah biola. Alunan-alunan yang merdu membuat vinka menjadi baper.

Vinka menopang dagu nya seraya melihat 5 orang itu memainkan lagu yang romantis. Sampai mengacuhkan manusia yang telah memberi nya semua ini.

Kevin. Ia merasa dicueki. "Berhenti!." Titah kevin yang membuat vinka menoleh kesal.

"Kok di berhentiin sih vin?!" Tanya vinka ketus. Padahal masih asik-asik dengan suasana baper, kevin malah merusak moment nya.

Kevin beranjak dari duduk nya. Lalu menarik vinka sampai vinka juga berdiri tegap.

"Kita dansa" Ucap kevin pelan dan sangat lembut. Vinka melotot tidak percaya. Diri nya ingin menolak supaya jantung maupun hati tidak berdenyut lebih cepat dari biasanya. Tapi sayang, kevin sudah melingkarkan tangan besar nya di pinggang vinka.

Vinka memejamkan mata. Ia benar-benar takut, mungkin wajah nya sudah seperti api yang menyaka-nyala. Merah padam!

Terlebih lagi wajah nya dan wajah kevin hanya berjarak sejengkal.

Alunan-alunan merdu mulai terdengar lagi. Pelan tapi pasti, vinka melingkarkan juga tangan nya di leher kevin. Keduanya menjadi tenggelam dalam perasaan masing-masing.

Kevin mengamati semua inci dari wajah vinka. Kulit putih bersih, hidung mancung, rahang tirus dan bibir merah merona membuat kevin jatuh sejatuh-jatuhnya pada pesona vinka putri isabella. Jangan lupakan dia adalah anak dari orang yang kurang mampu. Tapi mengapa kulit nya seperti dirawat setiap hari?

Tak sadar kevin meletakan bibir basah nya di wajah mulus vinka.

Jika kalian membayangkan kevin mencium bibir vinka? Salah besar! Ia mencium kening dan pipi vinka secara bergantian. Bagaimanapun, ia tidak mau menyentuh hal-hal yang sensitif. Karna bibir termasuk dalam bagian tubuh yang sensitive.

Vinka spontan mendorong tubuh kevin. Membuat sang empu mundur beberapa langkah. Jantung nya berasa akan berhenti sekarang juga! Maksud kevin menyentuh wajah vinka apa? Ia tidak tahu saja, sekarang vinka menahan mati-matian jantung nya yang bertompa lebih cepat dan keras.

DEG!

DEG!

DEG!

DEG!

DEG!

DEG!

DEG!

Seperti itulah yang menggambarkan betapa deg deg an nya jantung vinka. Bahkan ia sampai mengelus dada nya sendiri. "Apa aku sakit jantung ya?" Tanya nya dalam hati.

Kevin tidak marah. Ia tahu betul sekarang vinka sedang grogi. Kevin akui aksi nya yang sangat nekat itu berhasil membuat vinka jadi sangat gelisah. Tapi mengapa ia justru senang melihatnya?

"Kenapa? Dada kamu sakit?" Tanya kevin khawatir saat vinka tersengal-sengal sambil memegangi dada nya.

"Engghhh engga kok eh gak papa" Balas vinka jadi salah tingkah.

Kevin tersenyum tipis. Entah mengapa jika melihat wajah vinka yang gelisah atau cemas, kecantikan nya bertambah berkali-kali lipat.

Alunan lagu yang merdu berputar kembali dengan kuat tapi lembut. Vinka mendongak menatap kevin yang masih saja terus tersenyum.

Tiba-tiba, kevin berjongkok di depan vinka seraya mengeluarkan sesuatu di dalam kantung jass nya.

Sebuah kotak kecil berwarna emas transparan yang berisi kan sebuah benda kecil dan bercahaya.

"I-ini ap

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"I-ini ap... Apa?" Ujar vinka gelagapan, karna tiba-tiba kevin menyodorkan itu di hadapan vinka sambil berjongkok.

"Kalung untuk orang yang spesial. Yaitu kamu" Vinka tercengang tidak percaya atas ucapan kevin yang barusan ia dengar.

Kevin membuka kalung itu dengan telaten lalu berdiri. "Aku mau bicara serius sama kamu vinka..." Kevin menghela nafas pelan seolah untuk menghilangkan rasa grogi nya sekarang.

Vinka menatap kevin untuk memberi penjelasan lebih, karna di hati nya sudah berbunga-bunga. "Apa kevin mau kasih aku kalung itu?" Ucap nya dalam hati.

"Ak-aku....."

Vinka menggaguk mengerti dan kembali menatap kevin yang belum menyudahi perkataan nya.

"Aku...."

"Aku... Mulai suka sama kamu vinka"

• • •

Hanya Sebatas PenggemarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang