Ceklek.
"Vinka, ayo makan dulu nak." Pinta Ratna setelah membuka pintu kamar Vinka.
Sudah seharian, Vinka hanya mengurung diri nya dikamar. Sesekali, jika di rumah sakit tidak ada yang menjaga Kevin, maka Vinka akan pergi kesana untuk merawat Kevin.
"Nanti saja bunda.." Balas Vinka sembari menatap luar jendela yang menampilkan sebuah rintikan kecil dari hujan gerimis.
Ratna menunduk sedih. Pasti Vinka akan selalu menolak makan jika disuruh.
"Yasudah, bunda taruh sini ya makanan nya." Ratna menaruh nampan berisi nasi beserta lauk pauk nya dan segelas air putih di sisi ranjang milik Vinka.
Ratna keluar dari kamar Vinka dengan perasaan sedih. Sebelum pergi, Ia menyempatkan untuk menegok Vinka yang mengeluarkan setetes air mata tanpa ekspersi.
"Kevin..." Parau Vinka pelan.
❣❣❣
"Gimana pak? Apakah sudah ada bukti terkait kejadian itu?"
"Sejauh ini, kami belum bisa menemukan bukti apa-apa. Sudah saya tugaskan beberapa polisi Dan anjing pelacak untuk menangkap pelaku dari pristiwa kecelakaan tersebut."
Riyan mengacak rambut nya frustasi.
"Kita berusaha lagi Yan.." Sekar mencoba menenangkan Riyan yang tampak letih Dan emosi.
"Ini sudah lewat tiga hari kar. Dan kita belum menemukan bukti apa-apa dari pelaku dajjal itu."
Sekar juga sebenarnya Jenuh karena polisi belum menemukan titik terang dari pelaku itu. Tapi masih ada 4 hari lagi untuk mencari bukti, mungkin sisa itu bisa digunakan untuk berdoa agar bukti bisa cepat ditemukan.
"Kita coba lagi Yan. Kalo emang polisi belum bisa nemuin, kita harus temuin bukti itu lebih dulu!" Ujar Sekar semangat.
Riyan hanya mengagguk lemah. "Ya, semoga saja."
Kedua nya pergi untuk mencari bukti dari kasus yang melibatkan sahabat mereka tersebut. Dan sudah beberapa hari ini, Riyan Dan Sekar terus bersama. Akibat nya, perasaan mereka mulai menumbuhkan sesuatu di hati kedua nya masing-masing.
Mereka masuk ke dalam mobil Riyan Dan bersiap-siap ingin ke tempat kejadian dimana Kevin kecelakaan.
"Semoga aja disana ada sedikit jejak tentang pelaku ya..." Harap Sekar seraya berdoa supaya mereka menemukan titik terang dari kasus ini.
❣❣❣
Sebuah mobil sport bewarna hitam mengkilau berhenti di tempat parkiran taman kota tersebut.
Wanita Dan pria keluar dengan tatapan penuh selidik. Seakan memang pekerjaan mereka seorang dektetif terkenal.
Disana sudah terlihat sebuah garis kuning tanda peringatan dari polisi untuk sebuah pristiwa kriminal. Dan ada sedikit bercak darah yang masih tersisa disana.
Riyan dan Sekar berjalan menuju tempat kejadian itu, tetapi dalam pertengahan jalan, ada seseorang yang menabrak tubuh Sekar dengan keras, hingga Sekar terjatuh ke aspal.
"Akh!" Pekik Sekar dengan nada terkejut plus kesakitan.
Riyan yang mendengar itu pun berbalik badan. Ia langsung berlari kecil ke arah Sekar yang sudah Terduduk lemas di aspal.
"Sekar! Kamu gak papa?" Tanya Riyan khawatir seraya membantu Sekar untuk berdiri.
"Umm maaf." Suara pelan dari belakang tubuh sekar membuat Riyan menoleh terhadap suara itu.
"Anita..." Riyan terbelak kaget.
"Kak Riyan?" Wanita yang menabrak Sekar tadi diketahui bernama Anita.
Sekar menoleh menghadap Riyan yang tampak terkejut. Ia melihat Anita dari bawah sampai atas dengan seksama.
Sekar pun menjadi risau. Karena Riyan menatap Anita dengan instens. Terlebih lagi, pakaian Anita yang sangat terbuka membuat Sekar pun ikut malu dengan baju yang dikenakan Anita tersebut.
"Kalian... Udah kenal?" Tanya Sekar takut-takut.
Riyan mengagguk mantap. "Iya kar, ini sepupu jauh aku."
Sekar melihat Anita yang sedang tersenyum manis. "Hai, gue Anita. Lo.. Pacar nya kak Riyan ya?" Sapa Anita dengan akrab.
"Teman nya doang kok." Balas Sekar jujur.
"Oh ya? Kira gue, lo sama kak Riyan pacaran. Soalnya serasi banget."
Sekar semakin salah tingkah dengan ucapan Anita barusan. Sedangkan Riyan hanya menahan senyum yang ingin terbit di bibir nya.
"Ngomong-ngomong, lo ngapain disini Ann?" Tanya Riyan sekedar merubah topik.
"Pas banget ketemu kalian, gue mau besuk kak Kevin yang ada di rumah sakit. Sekalian mau tunjukin ini" Anita menunjuk sebuah benda kotak mirip seperti kartu flashdick yang besar.
Riyan menyeringit. "Itu apa Ann? Dan kamu tahu darimana kalau Kevin sedang di rumah sakit?" Tanya Riyan curiga.
"Kan di berita banyak kak. Lagi pula, berita kak Kevin kecelakaan udah jadi viral di internet."
Riyan hanya mangut-mangut. "Oh. Jadi yang itu apa?" Tanya Riyan lagi sambil menunjuk kartu yang dipegang Anita.
"Ini kaset kak. Mau aku tunjukin sama kak kevin" Jawab Anita jujur.
Riyan bingung. "Kaset? Emang itu video apa sampai kamu mau lihatim sama kevin?"
Anita menaikan alis nya. "Ini, rahasia!
Ucap Anita dengan smrik horor.
❣❣❣
Anita bakal jadi pencerah di akhir cerita! ✨
Siapa sih sebenarnya Anita? Latar belakang nya akan aku ceritain saat di akhir part!
Ily untuk kalian semua udah yang baca ❤❤❤❤❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Hanya Sebatas Penggemar
RomanceHanya penggemar biasa yang seolah takdir mempermainkan aku dan dia dengan membuat perasaan ini menjadi lebih dari sebatas pengagum belaka. *** Kevin Alatas, seorang musisi terkenal yang akan dijodohkan oleh aktris papan atas bernama Chelsea Vanira...
