-Delapan belas-

66 12 0
                                        

Vinka kembali membuka keseluruhan dari big box berwarna brown tersebut dengan kecepatan sedang.

Terdapat setumpuk cosmetic dengan berbagai macam varian merek maupun warna.

Tak tanggung-tanggung, kevin juga memberi dress yang berjumlah belasan warna maupun bentuk yang berbeda-beda

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tak tanggung-tanggung, kevin juga memberi dress yang berjumlah belasan warna maupun bentuk yang berbeda-beda.

Vinka tercengang melihat betapa banyak nya semua hadiah dari kevin. Terlebih lagi ini adalah merek brand-brand mahal yang ada di dunia.

( Contoh beberapa dress )

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

( Contoh beberapa dress )

Tanpa pikir panjang, vinka langsung menyambar handphone di dekat nya untuk membicarakan apa maksud kevin memberikan semua ini kepada nya.

Tetapi, niat nya tertunda saat melihat sebuah pesan masuk di bar notifikasi nya.

Kevin 🌈 : Jangan tanya alasan aku kasih itu sama kamu. Niat ku tulus bukan hanya karena sesuatu hal.

Vinka menatap aneh pada handphone nya bahkan lebih tepat nya kepada pesan yang dikirimkan oleh kevin.

Jari-jari lincah vinka mengetik balasan pesan untuk kevin.

Vinka ptriissabella : Maaf. Tapi ini semua terlalu berlebihan buat aku.

Vinka menghela nafas nya pelan. Ia bukannya mau menolak pemberian dari seseorang. Apalagi itu adalah pemberian dari idola nya. Tetapi rasanya terlalu berlebihan jika seorang artis mengasih hal-hal yang di luar batas untuk fans nya sendiri.

Tidak ada balasan lagi dari kevin. Bahkan kevin hanya membaca tanpa niat membalas pesan terakhir yang dikirimkan vinka.

Karena tak mau ambil pusing, vinka langsung bergegas mengganti baju dengan dress milik nya sendiri. Walaupun agak lusuh, tetapi setidaknya bukan dari pemberian orang lain.

Dan untuk kesian kali nya, vinka menghela nafas nya pelan seraya melihat dirinya sendiri di cermin besar.

......

Tepat pukul jam 09.00 kevin on the way menuju rumah vinka untuk mengajak dia ke sesuatu tempat.

Perlu digaris bawahi, kevin sekarang tinggal di apartemen milik nya yang berada di tengah-tengah kota. Waktu itu, ia membeli nya dengan diam-diam. Karena memang kevin sudah mempunyai rencana untuk tinggal menyendiri daripada menuruti semua permintaan ayah nya yang terlalu egois tersebut.

Penampilan kevin juga tidak terlalu mencolok. Hanya mengenakan kemeja berwarna grey dan celana panjang hitam licin.

Sebelum pergi, kevin memberi sebuah pesan kepada vinka untuk bersiap-siap bahwa ia akan segera kesana.

Kevin 🌈 : Sudah siap-siap nona? Aku akan sampai 10 menit lagi.

Vinka terkekeh membaca pesan dari kevin tersebut. Ia bahkan sudah rapi sejak tadi. Rambut nya yang diurai dan dress yang sederhana membuat vinka tampil sangat natural tapi tetap menawan.

Suara ketukan pintu membuat vinka agak terkejut, pasalnya ia baru menghayal tentang apa yang akan kevin lakukan kepada nya saat ngedate nanti.

"Masuk."

Ceklek

Pintu pun terbuka dan menampilkan sesosok gadis kecil yang tampil urak-urakan seperti sehabis bangun tidur.

"Loh kak? Mau kemana, kok kaya rapi banget." Tanya kamila sembari menutupi mulut nya yang sedang menguap.

"Kamu itu ya! Udah dibilangin, kalo cewek harus bangun pagi. Ini udah jam 9 kamu baru bangun?! Nanti rezeki nya dipatok ayam!." Ujar vinka yang menodong adik nya karena selalu bangun kesiangan.

"Ihh, emang kenapa sih. Aku kan masih ngantuk, wajar lah aku tidur."
Kamila menyauti kakak nya sendiri dengan sangat lancar. Padahal ia baru bangun tapi sudah dimarahi oleh vinka.

"Kamu! ------" Ucapan vinka terhenti saat muncul seorang perempuan paruh baya di belakang kamila.

"Loh ini kenapa, pagi-pagi udah ribut." Saut ratna menoleh ke arah vinka dan kamila secara bergantian.

"Kamu mau kemana vin? Kok sudah rapi. Kamu enggak jualan?." Sambung ratna yang menulusuri penampilan vinka dengan teliti.

Baru saja vinka ingin membalas perkataan ibu nya suara ketukan pintu di teras rumah menggema di setiap sudut ruangan. Membuat ketiga nya menoleh ke arah pintu utama.

"Biar bunda yang buka." Ujar ratna kepada kedua putri nya yang hendak membukakan pintu.

"Assalamu'alaikum ibu mertua..." Saut seorang laki-laki muda saat ratna sudah membukakan pintu untuk nya.

"Nak kevin?." Ratna langsung mempersilahkan kevin masuk ke dalam rumah nya dan berprilaku ramah.

"Duduk nak."

Kevin duduk di sofa yang terlihat lusuh dan ber modelan sudah lama. Lalu membuka pembicaraan seputar ia ingin mengajak vinka jalan.

"Mau minum apa vin? Nanti ibu buatin." Tawar ratna yang langsung digelengi oleh kevin.

"Begini bu, saya kesini mau meminta izin." Kevin mengucapkan dengan lantang dan tegas membuat ratna kagum melihat anak satu ini.

Seolah tau apa yang dipikirkan ratna, kevin kembali menyambung ucapan nya tadi dengan tak kalah lantang.

"Saya mau ajak putri ibu untuk pergi dengan saya."

Ratna kaget dengan ucapan kevin barusan.

Ha? Maksudnya vinka atau kamila?
Batin ratna bertanya-tanya.

"Maksud kamu vin?." Ratna bertanya sekali lagi untuk memperjelas apa maksud dari kevin tersebut.

"Saya mau ajak vinka untuk pergi bersama saya. Saya cuma ingin mengajak nya ke suatu tempat......"

Keduanya berbincang bincang sebentar . Lalu ratna segera memanggil putri sulung nya untuk pergi bersama kevin.

Kevin telah menjelaskan semua apa yang ingin mereka kunjungi nantinya. Memang niat kevin supaya ingin lebih jauh mengenal vinka. Dan untung nya, ratna membolehkan itu semua. Bahkan ia juga akan bicara kepada indra nanti.

Vinka dan kevin segera melaju pergi menuju tempat yang sengaja kevin rahasiakan kepada vinka. Agar menjadi kejutan untuk nya nanti.

"Kita mau kemana sih kevin?!." Ketus vinka yang daritadi menanyai akan pergi kemana, tapi tidak pernah dikasih tau oleh kevin.

"Kan udah aku bilang. Suprise!" Kevin terkekeh melihat vinka yang tambah manyun oleh perkataan nya tadi.

"Yaudah!." Vinka melipat tangan nya di dada berpura-pura marah karena kevin tidak kunjung memberi tahu nya.

"Ohh udah mau jadi artis sinetron ya." Goda kevin seraya menyentil lengan mulus nan mungil milik vinka.

"Apasih!."

•••

Haii semuanyaa
Cuman mau ingetin, besok part 22/23 itu adalah part uwu-uwu kevin dan vinka

Pokoknya pantengin terus aja ya! Jangan lupa di votlow biar aku lebih semangat lagi nulis nya📝

Salam by
-author.

Hanya Sebatas PenggemarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang