-Empat puluh sembilan-

136 8 0
                                        

"Iya, siapa bilang?" Lanjut Riyan dengan suara lantang.

Chelsea menyeringit. "Karena Vinka yang sudah membuat Kevin jadi seperti ini !" Ujar Chelsea yakin.

"Anita?!" Teriak Susi terkejut. Membuat semua orang ikut terkejut mendengar nya.

Anita memberikan seulas senyum. "Hai aunty." Sapa nya seraya melangkah mendekati Susi.

"Anita? Kenapa kamu bisa di sini?" Tanya Gerald yang juga terkejut akibat kehadiran Anita yang tiba-tiba.

Anita menoleh terhadap Gerald. "Hehe iya uncle, Anita kabur dari jerman." Balas Anita.

Susi terkejut. "Kabur? Kamu kenapa kabur Ann?"

Anita hanya tersenyum. "Gak papa kok aunt, Anita males aja berdebat sama daddy."

"Iya mom, dad. Kemarin Anita kesini niat nya mau nginep tempat kita. Tapi Anita ketemu sama Kevin pas dia abis pulang dari club. Jadi Anita takut kalau Kevin marahin dia." Jawab Riyan.

"Itu gak penting aunty.. Yang penting sekarang adalah kita liat pelaku dari kecelakaan kak kevin."

Susi menutup mulut nya. "Pelaku? Kalian sudah menemukan pelaku bejat itu?!" Tanya Susi tak percaya.

Chelsea pucat pias. Tidak mampu berkata-kata lagi.

Sekar melirik Chelsea dengan hina. "Iya tante, kami udah nemuin pelaku nya! Dan orang itu, deket banget sama tante dan om." Balas Sekar kepada Gerald dan Susi.

Semuanya terkejut tak terkecuali Chelsea yang sudah sangat basah akibat keringat yang meluncur di pelipis nya.

"Iya aunty, uncle. Semuanya ada di sini." Tunjuk Anita pada sebuah flashdick kecil yang akan berbicara tentang siapa pelaku tersebut.

Sekar mengambil laptop yang memang sudah Ia sediakan untuk merekam sebuah video penting.

"Sini, kita lihat siapa pelaku nya." Sekar tersenyum angkuh seraya menatap Chelsea dengan tatapan kemenangan.

Chelsea diam. Bahkan ia tak ikut dalam perkumpulan keluarga yang sedang melihat rekaman itu karena memang Ia yang melakukan aksi bejat itu.

"Aku.. Aku harus melakukan sesuatu" Ucap Chelsea dalam hati. Ia melangkah dengan gerakan mengendap-endap sambil mengelap keringat yang terus menguncur di leher, Kepala dan tangan yang juga bergemetar.

"Hai, mau kemana?."

Chelsea berhenti melangkah.

Tertangkap basah adalah hal yang sangat Chelsea benci. Sekaligus yang Chelsea takut kan.

"Aku-aku mau ke toilet." Balas Chelsea terbata-bata. Riyan berdecih.

"Mau ke toilet atau kabur?." Tanya Riyan meledek.

Chelsea mengelak. "E.. Engga. Gue-gue mau.."

"Udahlah sea, gak perlu bohong. Mendingan lo lihat juga video nya. Biar tahu siapa PELAKU nya." Ada kata penekanan pada saat berkata 'pelaku' oleh Riyan.

Chelsea meneguk ludah nya. Ia sudah sangat tidak punya celah untuk kabur karena Riyan menunggu di luar ruangan.

Sekar membuka laptop nya dan memasangkan flashdick di sebuah lobang panjang yang tersedia di laptop tersebut. Lalu ia segera memutar sebuah video yang berdurasi 50 detik dan diyakini adalah bukti besar tentang kejadian kecelakaan Kevin Alatas.

Dengan pengeras suara yang full. Sekar tersenyum bangga dan mulai menekan tombol play pada video detik-detik kejadian mengerikan tersebut.

Video itu, di mulai dengan menunjukan sebuah mobil avanza bewarna merah tua tengah melaju dengan kecepatan diatas rata-rata.

Hanya Sebatas PenggemarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang