11. Mood booster Devan

58 5 1
                                    

"Saya sudah lihat dari kamera cctv," ucap Devan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Saya sudah lihat dari kamera cctv," ucap Devan. Mereka berdua langsung menatap Devan.

"Silahkan kamu jelaskan Nessa , mengapa kamu menuduh orang tua Sheila seperti tadi?" tanya Devan.

Nessa menatap nyalang ke arah Sheila, "nyokap dia selingkuh sama papa saya," ucap Nessa dengan nada sindiran.

Sheila menatap Nessa yang sedang menatap Sheila.

"Kalau nyokap gue yang selingkuh, kenapa gue yang Lo acak acakin kayak gue yang jadi jalang nya?" ketus Sheila. Devan pun langsung menatap Sheila tajam ketika mengucapkan itu. Mana ada suami yang rela jika istri nya disebut jalang.

Nessa langsung menatap Sheila, ia mendorong bahu Sheila dengan satu jari nya, "kenapa? lo merasa di rendahin?" tanya Nessa.

"Maksud Lo apa? Lo masih dendam sama gue karena kejadian dulu?" Sindir Sheila.

"Perhatikan bahasa kalian, saya disini sebagai kepala sekolah. Mohon dihormati," tegas Devan kepada Sheila dan Nessa.

"Karena kelakuan kalian seperti ini saya akan men skors kalian selama 4 hari berdua," ucap Devan.

Sheila yang sangat menunggu ini pun hanya tersenyum kecil, akhirnya skorsing aku datang pada mu, batin Sheila.

Dahulu saat kelas 10 Sheila adalah siswi pertama yang bolak balik di skors.Namun, Sheila mulai mengurangi kebiasaan itu saat kelas 12.

Beda dengan Sheila, Nessa malah protes akan hal itu, "kenapa saya juga di skors sih pak?" tanya Nessa. Nessa adalah anak teladan, gadis itu jarang terlibat aksi seperti ini dan ini adalah hal pertama yang Nessa lakukan sehingga di skors.

"Kalian berdua silahkan keluar dan lebih baik bersihkan luka luka kalian," ucap Devan. Mereka membalas anggukan.

Saat keduanya sudah keluar, tiba tiba Sheila mendengar dering ponsel nya. Dengan segera Sheila memeriksa ponsel nya, tertera nama Suami menyebalkan. Siapa lagi kalau bukan Devan?

Sheila mengangkat telepon dari Devan.

"Buka pesan dari saya," ucap Devan dari telepon.

Kak Devan :
Datang kembali ke ruangan kakak.
Kali ini kakak tidak menerima bantahan.
Cepat!!

Sheila hanya mengerutkan kening nya, dengan langkah cepat Sheila langsung kembali kedalam ruangan Devan.

Sesampai nya di ruangan Devan, Sheila melihat Devan sedang mengeluarkan beberapa obat obatan dan salep.

"ada apa?" tanya Sheila.

Devan melirik ke arah Sheila, "kunci pintu nya," suruh Devan kepada Sheila.

Sheila hanya menuruti kemauan Devan. Devan berjalan kearah sofa di ruangan nya.

"Duduk sini," suruh Devan sambil menepuk sofa disamping nya.

Akulah Takdir muTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang