"Kamu adalah takdir ku dan aku adalah takdir mu."
Tidak ada satupun kejadian di dunia ini yang merupakan sebuah kebetulan, karena semua ini sudah menjadi skenario tuhan.
Sama dengan hal nya Sheila dan Devan yang menikah karena skenario tuhan.
"Sa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari ini adalah penerimaan raport SMA Mahatma. Sheila lagi lagi mendapat kan ranking ke 5.
Setelah mengambil raport tadi nya Sheila langsung diajak Devan untuk berkumpul guna berdiskusi lagi untuk kegiatan besok.
Rumah Adit
"Jam berapa kita berangkat?" Tanya Nathan.
"Sekitar jam 5 an aja, soalnya perjalanan hampir 9 jam takut nya kita telat check in," ujar Adit.
Semua nya mengangguk. "barang barang kalian udah di masukin semua dalam mobil kan?" Tanya Rere.
Kompak mereka pun mengangguk. Mereka semua sudah menyiapkan hal hal yang akan dibawa ke tempat tujuan. Hari ini juga semua nya kompak tidur di rumah Adit agar tidak ada yang terlambat. Sebenarnya sudah rutinitas akhir tahun mereka akan pergi berliburan. Namun, kali ini ada yang berbeda karena biasanya Adit mempunyai teman sekamar yaitu Devan, tetapi sekarang sudah tidak dan teman sekamar Adit adalah adik laki laki Adit yang ikutan bersama mereka.
"Yang cewe cewe kalau mau tidur di tempat kemarin aja, pada masih ingat kan?" Tanya Adit.
Sontak Aisyah dan Rere mengangguk.
Devan menatap Sheila yang berada di samping. "Kamu nanti ikutan sama mereka aja," ujar Devan kepada Sheila.
Sheila mengangguk. Lalu mengikuti Aisyah dan Rere yang sudah bangkit.
Tiba tiba pintu terbuka memperlihatkan orang tua nya Adit. Ibu Adit mendekat ke arah kumpulan anak muda situ.
"Pada ngumpul untuk liburan besok yah?" Tanya Mama Adit ramah.
"Iya Tante." Mama Adit menatap orang yang berkumpul di ruang tamu nya. Tiba tiba matanya menatap gadis cantik yang masih menggunakan baju seragam SMA nya.
"Loh? Ada member baru yah? Yang disamping Devan itu," ucap Mama Adit.
Semua nya pun langsung fokus kearah Sheila. "Istri Devan, Tante."
Mata mama Adit tiba tiba membulat. "Istri... Kamu anak SMA?"
Devan pun mengangguk.
Mama Adit mendekat ke arah Sheila. "Kenalin ini mama nya Adit," ujar Mama Adit.
Sheila mengangguk, lalu gadis itu menyalam tangan Mama Adit.
"Nama nya siapa?"
"Sheila Athaya, Tante. Panggil Shei aja atau Lala," balas Sheila.
"Sheila Athaya? Namanya gak asing loh, tapi siapa yah??" Tanya Mama Adit.
"Ini loh, Ma. Anak gadis yang sering gangguin Adit dulu. Anak murid Adit."
Mata mama Adit pun tebelalak. "Loh? Kamu yang menang debat sama Adit itu, waktu di perusahaan Tante yah?"
Yap, saat itu sekolah Sheila mengadakan study tour ke perusahaan nya orang tua Adit. Saat Adit mengajarkan sebuah materi tentang perusahaan, Sheila menentang materi itu karena merasa materi itu tak berguna. Malah, gadis itu yang mengeluarkan pendapat nya.