28. sebuah ancaman

33 1 0
                                    

Sudah hampir 5 jam di perjalanan, Sheila yang tadi nya sangat semangat untuk membuat lawakan malah, sudah tepar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudah hampir 5 jam di perjalanan, Sheila yang tadi nya sangat semangat untuk membuat lawakan malah, sudah tepar.

"Kita makan dulu lah," pinta adik laki laki Adit.

Saat ini mobil Devan tepat mengendara di depan mobil Arka.

"Makan disitu aja," ujar Devan ketika melihat sebuah rumah makan yanga berada di atas sungai. Terlihat sederhana tetapi sangat menarik.

Arkan yang menyetir mobil  langsung membelokkan mobil nya, Mobil Arka  mengikuti gerakan mobil Devan.

Saat berhenti  Sheila masih tertidur di pelukan Devan.

"Kalian cari tempat aja dulu, gue bangunin si kecil dulu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Kalian cari tempat aja dulu, gue bangunin si kecil dulu." Adit dan Arkan tertawa ketika Devan menyebut Sheila dengan panggilan si kecil.

"Oke," kedua nya  keluar.

"Kita makan dulu oy," ujar Adit ketika berhadapan dengan Nathan dan Arka.

Keduanya mengangguk, mereka langsung memanggil istri masing masing.

"Devan sama Sheila mana?" Tanya Aisyah ketika tak melihat kehadiran mereka.

"Tu—" tunjuk Adit ke Devan yang sedang menepuk meluk pelan badan Sheila. "Lagi bangunin si kecil katanya," sambung Arkan.

"Kecil? Hahahah," sontak mereka semua tertawa.

Di tempat Devan. "Sayang, bangun dulu."

Sheila hanya menggeliat. "Shei, shei, Shei." Devan menepuk pelan badan Sheila.

Akhirnya panggilan ketiga membuat Sheila mau tak mau membuka matanya, gadis itu mengucek matanya.

"Apa?" Tanya Sheila dengan suara serak nya.

"Kita makan dulu, nanti magh kamu kambuh lagi," balas Devan.

Sheila mengangguk, mata gadis itu sungguh berat dibuka.

Devan membuka pintu mobil, lalu merangkul Sheila agar tak terjatuh karena kehilangan keseimbangan.

Sheila berjalan dengan sempoyongan. Kedua nya  menuju tempat yang sudah di tempati Adit. Mereka semua sedang menunggu makanan yang akan di pesan. Devan menduduki Sheila dengan perlahan. Mereka makan dengan lesehan yah.

Akulah Takdir muTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang