"Kamu adalah takdir ku dan aku adalah takdir mu."
Tidak ada satupun kejadian di dunia ini yang merupakan sebuah kebetulan, karena semua ini sudah menjadi skenario tuhan.
Sama dengan hal nya Sheila dan Devan yang menikah karena skenario tuhan.
"Sa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"kita balik ke rumah sakit yah?" Pinta Devan kepada Sheila. Sheila menggeleng. Devan menarik tangan Sheila, lelaki itu mengusap punggung tangan Sheila dengan lembut.
"Gak papa kalau kamu kecewa atas semua ini Shei, tapi jangan pernah benci kedua orang tua kamu. Walaupun seperti itu keduanya tetap orang tua kamu. Kamu tau kan kalau kita nggak bisa bayar utang kita ke orang tua dengan apapun?" Sheila mengangguk.
"Sama juga dengan kamu," jelas Devan.
"Selama ini mama dan papa yang selalu egois, kena-"
"Mama Vania udah ngelahirin kamu sayang, kamu dikasih fasilitas selama ini karena papa Xabiru. Kalau mama dan papa kamu benci sama kamu, kakak yakin mereka nggak akan ngurus kamu sampai Segede ini."
Sheila menundukkan kepala nya ia merasa matanya memanas karena ucapan Devan tadi. Devan yang melihat nya langsung memeluk Sheila. Sheila menenggelamkan wajah nya di dada bidang milik Devan.
"Allah aja selalu maafin setiap orang yang berbuat salah bahkan sebesar apa pun kesalahan nya, masa kamu yang ciptaan nya nggak mau memaafkan orang? Terlebih itu orang tua kamu sendiri kan?" Ceramah Devan kepada Sheila. Devan mengusap punggung Sheila, tangis Sheila semakin deras.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah tangis Sheila reda, Sheila pun langsung melepaskan pelukan nya.
"Gimana? Udah tenang? Mau ke rumah sakit?" Tanya Devan beruntun. Sheila pun mengangguk.
Devan langsung menggenggam tangan Sheila, lalu keduanya berjalan menuju rumah sakit.
Sheila dan Devan berjalan di lorong rumah sakit di lantai 5. Mereka memasuki ruang tunggu banyak keluarga keluarga pasien yang sedang beristirahat.
Devan dan Sheila pun duduk di kumpulan keluarga Sheila. Xabiru yang duduk di karpet yang disediakan oleh keluarga nya pun langsung mendongak.
"Shei," panggil Xabiru dengan wajah berkaca kaca. Sheila dengan cepat langsung memalingkan wajah nya kearah lain, dia tak mau melihat wajah ayah nya.
Keluarga keluarga dari pihak Vania banyak berkumpul saat ini, termasuk kakek dan nenek nya.
Sheila duduk di samping lelaki yang di kenal dengan nama Alvaro.