"Sayang, bangun."
Sheila tak menuruti panggilan Devan, gadis itu semakin mengeratkan pelukan mya pada guling. Devan menghela nafas, padahal hari ini Devan memiliki rencana bersama Sheila.
Devan menarik guling yang dipeluk Sheila dengan paksa.
"Eunghh," Sheila melengguh. Mulut nya terbuka untuk menguap. Mata Sheila terbuka perlahan.
"Masi ngantuk," Ucap Sheila manja.
Devan tersenyum. "Udah jam 9 pagi sayang, " Jawab Devan.
Sheila menghela nafas. Mengucek matanya untuk menatap Devan lebih jelas. Sheila mendudukkan dirinya dengan selimut yang menutupi tubuh polos nya.
Devan mengacak rambut Sheila. "Gimana semalem? Enakk kan?" Goda Devan.
Sheila berdecak. "Gara gara kakak, Shei begadang lagi."
Devan terkekeh. Lelaki itu turun dari tempat tidur.
"Pakai baju kamu. Abis itu sarapan udah kakak siapin roti bakar," Ungkap Devan.
Sheila mengangguk dengan mata lelah. Setelah kepergian Devan, Sheila memasang baju nya dan berjalan menuju kamar mandi.
***
Sheila berjalan menuju dapur untuk menemui Devan. Dari sini Sheila bisa melihat suami nya yang tengah mencuci piring.
Sheila mendekat ke tempat Devan. Perlahan tangan nya memeluk pinggang Devan dari belakang. Menyandarkan kepala mya di punggung Devan yang lebar.
Devan yang tengah asik mencuci piring terkejut dengan tangan istri nya yang tiba tiba memeluk nya. Devan mengangkat sudut bibir nya tipis.
"Kenapa, hm?"
Dalam pelukan itu, Sheila menggeleng.
Devan memutar sedikit kepala nya untuk menatap Sheila. "Serius gak papa? Biasanya kalau gini, kamu nya pasti minta sesuatu."
Lagu lagi Sheila menggeleng.
"Serius?" Tanya Devan lagi. Lelaki itu masih mengerjakan cucian piring nya.
Sheila mengangguk. "Kakak bangun jam berapa?" Tanya Sheila.
Devan mengingat nya sebentar, lalu menjawab, "sekitar jam 7."
"Nggak ngantuk?"
"Nggak kok."
"Ooo. Sorry yah kak, harus nya Shei yang nyuci, tapi malah kakak," sesal Sheila.
Walaupun tak bisa dilihat oleh Sheila, Devan menggeleng. "Kerjaan rumah tangga ini juga tugas aku. Bukan tugas kamu aja."
"Iya juga sih." Sheila terkekeh sekilas. Kemudian mengeratkan pelukan nya.
"Jadi makin sayang deh," ujar Sheila.
Devan melepas sarung tangan nya, kemudian mencuci tangan nya. Setelah itu Devan melepas pelukan Sheila dan memutar badan nya jadi menghadap Sheila. Tangan lelaki bertumpu pada wastafel.
Devan menatap Sheila dengan senyum yang terpatri di wajah nya yang tampan itu.
Sheila yang ditatap seperti itu tak bisa menyembunyikan senyum nya. Bahkan pipi nya memerah. Salah tingkah. Sheila menatap kearah lain.

KAMU SEDANG MEMBACA
Akulah Takdir mu
Romance"Kamu adalah takdir ku dan aku adalah takdir mu." Tidak ada satupun kejadian di dunia ini yang merupakan sebuah kebetulan, karena semua ini sudah menjadi skenario tuhan. Sama dengan hal nya Sheila dan Devan yang menikah karena skenario tuhan. "Sa...