"Kamu adalah takdir ku dan aku adalah takdir mu."
Tidak ada satupun kejadian di dunia ini yang merupakan sebuah kebetulan, karena semua ini sudah menjadi skenario tuhan.
Sama dengan hal nya Sheila dan Devan yang menikah karena skenario tuhan.
"Sa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi ini Sheila terbangun lebih pagi, bahkan sebelum alarm berbunyi. Sheila bangkit dari kasur nya dan memainkan ponsel nya sebentar. Masih teringat jelas kejadian yang terjadi kemarin.
Setelah 20 menit Sheila selesai dengan setelan seragam sekolah nya. Di ruang tamu hanya ada Sheila sendiri, biasanya saat ini Devan selalu menyiapkan nya sarapan, tetapi kali ini tidak ada. Sheila dengan terpaksa membuat sarapan nya sendiri. lalu Sheila berangkat kesekolah nya dengan mobil yang terparkir di halaman rumah nya. Sheila memutar lagu lagu mellow entah ada apa hari ini, Sheila merasakan kesepian. Sheila memaklumi hal itu bagaimana tidak Sheila sudah hidup bersama dengan Devan selama 2 bulan, tanpa mereka sadari mereka sudah bergantung satu sama lain.
Di sekolah pun Sheila tak melihat ada nya mobil Devan di sekolah. Nggak sekolah kali yah- batin Sheila.
Sheila berjalan menelusuri koridor sekolah.
Tanpa Sheila sadari saat Sheila berjalan melewati IPA 3 seseorang sedang memperhatikan Gadis itu dari dalam kelas nya.
Semua nya udah selesai la, gue nggak mungkin jadi orang ketiga di hubungan kalian - batin Lorenzo.
Sangat disayangkan bahwa bukan dirinya yang akan bersanding dengan Sheila melainkan seseorang yang sama sekali tak terfikir kan oleh nya. Saat Lorenzo mengetahui bahwa Sheila adalah istri dari seorang kepala sekolah sekaligus pemilik sekolah ini, hati Lorenzo merasa sakit. Hampir 5 tahun Lorenzo memendam perasaan ini karena takut jika suatu saat perilaku Sheila akan berubah jika ia menyatakan nya.
Di lain tempat Sheila sedang melamun di dalam kelas nya, ia hanya menjadi pendengar saat para sahabat sahabat nya bercerita. Sheila terus berfikir apakah ia merasa kehilangan setelah pergi nya Devan?
"La, Lala," panggil Anin.
Sheila yang tersadar pun, "eh kenapa?" tanya Sheila.
"Bohong Lo," Selak Vira mereka sangat tahu dengan keadaan Sheila .
Sheila langsung melemaskan bahu nya, "kalian emang paling tau gue yah," ujar Sheila lemah.
"Kenapa lagi? orang tua Lo?" tanya Celine.
Sheila menggeleng, "kak Devan," ujar Sheila.
Celine, Anin, dan Vira pun terkejut lantaran Sheila tak pernah mau memulai membahas Devan. Biasanya Sheila selalu membahas topik tentang ke dua orang tua nya jika keadaan Sheila seperti ini.
"tumben Lo?" tanya Celine bingung.
Sheila memejam kan matanya, "gue ngga tau, gue ini ngerasa kehilangan kak Devan atau apa?" tanya Sheila.