The Second Woman 1

6.2K 342 11
                                        

Haruno Sakura atau Uchiha Sakura dia adalah seorang istri dan seorang ibu dari dua anak .
Sarada Uchiha delapan tahun , Daisuke Uchiha lima tahun , Dan saat ini ia tengah mengandung anak ketiga di usianya yang menginjak tiga puluh tahun .

Pertemuan pertama mereka di awali saat mereka berdua sama - sama menempuh pendidikkan di Hardvard . Saat itu Sasuke adalah seniornya  , dan pada akhirnya mereka memutuskan menikah muda . Kisah cinta keduanya dimulai sejak saat itu hingga sekarang .

Sasuke adalah Ceo dari perusahaan property dan perhotelan milik keluarganya .
Sedangkan , Sakura adalah Ceo dari Aks Inc , perusahaan yang bergerak di semua bidang terbesar di penjuru dunia . Pembisnis muda yang menguasai seluruh bagian . Jadi , sudah di pastikan bahwa mereka berdua adalah dua orang hebat yang memiliki  kekuasaan masing - masing . Tak pernah sedikitpun hubungan keduanya mengalami perpecahan , karena memang tak ada yang perlu di perdebatkan .

Sakura di kenal sebagai perempuan yang angkuh dan sombong . Sorot matanya tajam menusuk siapapun yang melihatnya . Tak ada ekspresi apapun di dirinya  . Hingga tak ada seorangpun yang bisa membaca pikirannya . Ia adalah wanita yang melakukan hal apapun sesuka hati . Tak bisa dibanyangkan kekacauan apa saja yang telah ia buat diperusahaan . Namun , siapa yang menyangka di balik sosoknya yang seperti itu , ia adalah ibu dan istri yang baik .
Sasuke , ia adalah pria yang dingin yang selalu mengintimidasi lawannya dengan aura yang mencengkam . Mata tajamnya yang selalu menaklukan lawan bicaranya . Tidak berbeda jauh dengan Sakura , mereka berdua adalah pasangan goals yang memiliki sikap dan kepribadian yang sama .

"Bangun sayang , ini sudah siang dan kau harus ke kantor,"

Begitulah yang setiap pagi terjadi di mansion mewah ini . Setelah mempersiapkan keperluan sekolah untuk putra dan putrinya . Sakura pergi membangunkan lelaki yang masih terlelap diranjang empuk yang berada di tengah - tengah kamar yang sangat luas tersebut .
Lelaki itu , siapa lagi jika bukan Uchiha Sasuke tiga puluh tiga tahun , suaminya . Sambil menunggu , Sakura mempersiapkan pakaian dan perlengkapan suaminya , kemudian membantunya sebelum mereka sama - sama turun ke meja makan .

"Kau terlihat cantik hari ini sayang ,"

"Aku memang selalu cantik Sasuke , dan setiap hari kau mengakuinya ," Jawab Sakura sambil tersenyum tipis .

Walaupun usia Sakura sudah bukan gadis lagi tapi wajahnya masih terlihat sangat cantik dan jangan lupakan bentuk tubuh  yang sama sekali tidak berubah walaupun telah melahirkan dua bocah .

"Pagi Sara , Dai ," Sapa Sasuke pada kedua anaknya yang sudah duduk dimeja makan .

Sarada dan Daisuke adalah anak - anak yang mandiri . Sakura selalu mengajarkan pada kedua anaknya untuk tidak bergantungan pada orang lain walaupun mereka punya segalanya .
Mereka harus belajar mempersiapkan diri sendiri sebelum berangkat sekolah , Sakura hanya membantu mempersiapkan pakaian dan melihat jadwal anak - anaknya . Keduanya benar - benar dididik dengan sangat disiplin dan mandiri .

"Kami selesai . Mom ,Dad kami berangkat ."Pamit keduanya mencium pipi Sakura dan Sasuke bergantian .

Sarada dan Daisuke memang satu sekolah , mereka berangkat dengan supir pribadi yang khusus menjaga mereka berdua .

"Hati - hati sayang ."

Tak lama setelah selesai sarapan Sasuke juga berangkat ke kantor mengendarai mobil mewahnya seorang diri .
Beberapa pelayan yang dilewatinya menunduk hormat , Sakura melangkahkan kakinya lurus tanpa menjawab sapaan mereka . Ya memang begitulah sikap seorang Sakura ! Hingga langkah kakinya terhenti disebuah ruang kerja pribadinya . Catat , miliknya . Bukan milik Sasuke . Mereka berdua memiliki ruang kerja masing - masing .
Ruang kerja pribadi baik miliknya , atau milik Sasuke memiliki keamanan yang tinggi yang menggunakan sensor bola mata dan sidik jari .
Jadi tidak ada yang bisa masuk kesana kecuali mereka berdua . Tapi entah kenapa Sasuke tau atau tidak ternyata diruang kerja Sakura , masih terdapat pintu rahasia lagi . Sakura masuk kedalam sana , ia tidak mengatakan apapun sampai tiba didepan pintu besi yang ternyata berisi banyak pistol berbagai jenis dan senjata tajam yang bervariasi . Sakura mengambil panah dan berjalan dalam lagi , ternyata ruangan disana sangatlah luas dan bagus dengan dominan warna abu - abu .

Entah apa yang dipikirkan Sakura , hanya dia dan tuhan yang tau . Wanita itu terlalu menyimpan banyak teka - teki dalam hidupnya . Tak seorangpun yang memahami jalan pikiran seorang Sakura .
Sakura mulai meluncurkan panahnya ke arah target yang ada dihadapannya dan Jleb !
Satu kali tarikan kemudian target itu langsung roboh . Hanya satu kali , kemudian dia berlalu pergi kembali keluar dari ruangan tersebut . Tanpa emosi , tanpa kata dan tanpa ekspresi .

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat , setelah Sakura membersihkan diri dan melihat keadaan Sarada dan Daisuke yang sedang belajar tak lama kemudian suaminya tiba dan langsung datang memeluknya.

Sakura hanya tersenyum tanpa berkata apapun , entah sadar atau tidak senyum yang dihasilkan oleh Sakura bukanlah senyum manis melainkan seringai yang penuh makna .

"Bagaimana pekerjaanmu?" Tanya Sakura yang duduk disebelahnya .

"Ya begitulah , ada apa ?"

"Hanya bertanya saja ," Sakura menatap Sasuke tajam , sedangkan yang ditatap hanya tersenyum menggoda .

"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanyanya kepada sakura .

"Just miss you , kau selalu pulang malam akhir - akhir ini , dan sering mengabaikanku ," Jawab Sakura dengan mata tajamnya mengawasi setiap pergerakan suaminya .

"I am sorry sayang , pekerjaan akhir bulan ini sangat banyak kau tau itu kan , but aku juga merindukan istriku yang cantik ini ,"

"Ingin bercinta?" Sakura sudah menurunkan tali gaun tidurnya .

" Hei sayangku , kau sedang hamil besar dan itu tidak baik untuk calon baby yang ada di sana ,"

"Kata dokter itu baik untuk mempercepat proses persalinan , kita sudah pernah melakukannya saat aku melahirkan Daisuke ,"

"Oke , tapi tidak hari ini aku sungguh lelah sayang ," Elaknya bernegosiasi .

"When ??" Tanya Sakura dengan cepat .

" Besok , I am promise ," Ucap Sasuke menyakinkan . Sasuke sebisa mungkin mencoba mencari alasan yang bisa diterima Sakura .

"Fine!" Jawab Sakura pada akhirnya mengalah .
Sasuke tersenyum mendengar jawaban Sakura .

Namun ...

Berbeda dengan Sakura yang semakin mengepalkan kedua tangannya yang tertutup selimut tebal .

Tanpa di ketahui Sasuke bahwa Sakura tengah memendam amarah yang luar biasa !

Tbc .

Jangan lupa tinggalkan jejak vote dan komen 💚

The Second WomanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang