Fakta bahwa sebaik apapun menyimpan bangkai pasti suatu saat akan tercium juga .
Itulah kenyataan yang terjadi , sebaik apapun Sasuke menyimpan rahasia dari dunia , satu dari seribu orang pasti akan mengetahuinya .
Dan saat ini , orang - orang terdekat Sakura sudah mengetahuinya .
Tak lama lagi , publik akan mendengar skandal ini .
Wanita jahat itu ingin menghancurkan Sakura dari belakang ? Maka berbeda dengan Sakura yang akan menghancurkan dari depan , ia sudah siap melakukan perang terbuka dengan dua wanita murahan itu .
Sakura tidak akan membiarkan siapapun yang sudah menyakitinya akan hidup bahagia . Enak saja !
Dan soal melepaskan Sasuke ? Sakura tidak akan melepaskan Sasuke semudah itu , ya walaupun dalam hatinya yang terdalam ia merasa tersakiti dan terluka .
Namun apa yang telah menjadi miliknya tidak akan di biarkan di ambil orang .
Ia akan mengikuti permainan yang coba di lakukan mereka .
"Nyonya !"
Suara itu membuyarkan lamunan Sakura .
Di depannya tengah berdiri Sasori dan juga Karin sekertaris pribadinya .
"Apa ?"
"Anda melamun ."
"Ayo ke ruang kerja ." Ajak Sakura kemudian bangkit dan melenggang pergi meninggalkan dua orang yang masih terdiam .
"Cepatlah kemari atau kalian tidak akan tau apa yang terjadi ." Teriak Sakura dengan nada perintah .
Keduanya tergopoh mengikuti langkah Sakura
Yang sudah hilang bersama tertutupnya pintu lift .
Tidak ingin menunggu akhirnya Karin dan Sasori berlari ke arah tangga dan bergegas naik menyusul Sakura . Jangan sampai Sakura menunggu atau mereka akan mendapat hukuman dari wanita arogant itu .
Gosh !
Gosh !
Gosh !
Gosh !
Nafas keduanya memburu , mereka sudah tiba terlebih dahulu di depan ruang kerja Sakura .
"Aku lelah sekali Sasori ." Ucap Karin dengan nafas tersengal . Sambil kembali memakai high hels yang sempat ia lepaskan saat berlari kemari .
"Kau pikir aku tidak ? Hah , Hah ."
Tak lama terlihat Sakura berjalan santai ke arah mereka .
"Wow , kalian hebat ." Ucap Sakura , entah itu pujian atau ledekan .
Setelah Sakura memasukan kata sandi dan sensor bola mata di depan pintu . Akhirnya pintu terbuka , Sakura masuk di ikuti Sasori dan Karin .
"Boleh saya ambil minum Nyonya ?" Tanya Karin dengan tenggorokan yang sudah kering . Apalagi setelah ia berlari dari lantai satu hingga lantai tiga .
Mansion ini lebih luas dari pada gedung putih .
"Hn ."
Karin dengan senang hati melangkah ke arah kulkas yang ada di ujung ruangan . Ia mengambil dua botol air mineral dan menyerahkannya pada Sasori .
Sasori masih diam saja , ia menerima minuman yang di sodorkan Karin padanya .
"Setelah minum , cepatlah ke dokter Shizune . Aku takut racun itu akan membunuhmu , Karin ." Ucap Sakura tiba - tiba dengan seringai jahat .
KAMU SEDANG MEMBACA
The Second Woman
Novela JuvenilSeorang wanita yang di khianati oleh sang suami . Memiliki wanita kedua di hatinya . Membagi cinta dan kasih sayang . Akankah dua cinta dalam satu hati akan bertahan . Dendam , pengkhianatan dan air mata . Sakura lebih mengerikan dari yang di keta...
