Terkadang cara menyadarkan seseorang adalah dengan membalasnya .
Sakura Haruno .
****
Hikari menatap bingkai foto sebuah keluarga yang pernah menjadi keluarganya juga . Tetapi itu dulu , sebelum semuanya hancur . Disana terdapat sebuah potret foto Hikari dan suaminya , Sakura dan kedua orang tuanya dan juga Kakek Haruno . Hikari tersenyum namun detik berikutnya wanita itu tertawa sinis .
"Aku akan benar - benar menghancurkan mu Sakura , hancur sehancur - hancurnya hingga kau tak akan mau hidup lagi ."
Hikari mengulas senyum kemenangan , saat layar ponselnya menyala , melihat ID sang penelpon .
Panggilan tersambung ...
" Hallo ?"
" Semuanya sudah siap , Bibi ."
Panggilan terputus ...
Hanya tiga kata yang keluar dari sang penelpon membuat Hikari bersorak dalam hati . Setelah menutup panggilannya , Hikari tertawa sakras terdengar mengerikan . Wanita tua itu bersumpah ini akan menjadi akhir dari seorang Sakura Haruno .
****
"Ada yang ingin kau katakan ?!"Tanya Sakura langsung setelah melihat orang yang dengan kurang ajar masuk ke dalam ruangan nya tanpa permisi .
"Sombong sekali !" Cibir Hikari sinis langsung mendudukkan diri di hadapan Sakura . Benar - benar tidak tau malu sama sekali .
"Cepat katakan ! Jangan membuang waktuku untuk omong kosongmu ." Ucap Sakura tanpa mengalihkan pandangannya pada lawan bicaranya .
Terlihat Hikari mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya . Menyondorkan kertas yang ternyata adalah sebuah undangan .
"Datanglah ! Itu pesta ulang tahun istri kedua suamimu . Apa Sasuke sudah memberitahu mu ?"
Sakura tidak langsung menjawab , membuat Hikari berasumsi jika Sakura memang belum tau apapun .
"Itu pesta ulang tahun sekaligus Sasuke akan mengenalkan Hinata secara resmi ."
Sakura menyeringai ." Baguslah ! Setidaknya anakmu tidak akan menjadi istri simpanan terus - menerus ."
Kalimat provokasi yang di ucapkan Hikari di jawab dengan mudah oleh Sakura .
Sakura melirik Hikari melalui ekor matanya , mencoba melihat ekspresi dari wanita yang ada di hadapannya .
"Waktumu habis !"
"Sombonglah kau sekarang , Setelah ini kau tak akan bisa tersenyum lagi ."
Balasan Hikari membuat Sakura tertawa dengan keras .
"Ingin menghancurkanku ?"
Sakura bangkit dari kursi kebesarannya , melangkah mendekat kearah Hikari yang juga sedang menatapnya . Sakura menbungkuk kan sedikit badannya .
"Bagaimana caramu menghancurkanku ? Apa kau akan menggunakan cara yang sama seperti kau menghancurkan Ibuku ?" Bisik Sakura dengan suara rendah tapi mengerikan .
Deg !
Hikari menegang mendengar bisik kan dari Sakura . Tentu saja ia terkejut , bagaimana bisa Sakura tau . Pikiran Hikari tiba - tiba buyar .
Sakura menegakkan lagi tubuhnya , berdiri angkuh di hadapan Hikari dengan mata menyorot tajam .
Tiba - tiba atmosfer ruangan terasa panas . Hikari merasakan ketakutan yang nyata ketika kedua matanya bertemu dengan manik mata Sakura . Seolah ada kilatan amarah dari manik matanya .
KAMU SEDANG MEMBACA
The Second Woman
Novela JuvenilSeorang wanita yang di khianati oleh sang suami . Memiliki wanita kedua di hatinya . Membagi cinta dan kasih sayang . Akankah dua cinta dalam satu hati akan bertahan . Dendam , pengkhianatan dan air mata . Sakura lebih mengerikan dari yang di keta...
