The second woman 53

3.2K 420 78
                                        

Terkadang cara menyadarkan seseorang adalah dengan membalasnya .

Sakura Haruno .




****

Hikari menatap bingkai foto sebuah keluarga yang pernah menjadi keluarganya juga . Tetapi itu dulu , sebelum semuanya hancur . Disana terdapat sebuah potret foto Hikari dan suaminya , Sakura dan kedua orang tuanya dan juga Kakek Haruno . Hikari tersenyum namun detik berikutnya wanita itu tertawa sinis .

"Aku akan benar - benar menghancurkan mu Sakura , hancur sehancur - hancurnya hingga kau tak akan mau hidup lagi ."

Hikari mengulas senyum kemenangan , saat layar ponselnya menyala , melihat ID sang penelpon .

Panggilan tersambung ...

" Hallo ?"

" Semuanya sudah siap , Bibi ."

Panggilan terputus ...

Hanya tiga kata yang keluar dari sang penelpon membuat Hikari bersorak dalam hati . Setelah menutup panggilannya , Hikari tertawa sakras terdengar mengerikan . Wanita tua itu bersumpah ini akan menjadi akhir dari seorang Sakura Haruno .




****

"Ada yang ingin kau katakan ?!"Tanya Sakura langsung setelah melihat orang yang dengan kurang ajar masuk ke dalam ruangan nya tanpa permisi .

"Sombong sekali !" Cibir Hikari sinis langsung mendudukkan diri di hadapan Sakura . Benar - benar tidak tau malu sama sekali .

"Cepat katakan ! Jangan membuang waktuku untuk omong kosongmu ." Ucap Sakura tanpa mengalihkan pandangannya pada lawan bicaranya .

Terlihat Hikari mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya . Menyondorkan kertas yang ternyata adalah sebuah undangan .

"Datanglah ! Itu pesta ulang tahun istri kedua suamimu . Apa Sasuke sudah memberitahu mu ?"

Sakura tidak langsung menjawab , membuat Hikari berasumsi jika Sakura memang belum tau apapun .

"Itu pesta ulang tahun sekaligus Sasuke akan mengenalkan Hinata secara resmi ."

Sakura menyeringai ." Baguslah ! Setidaknya anakmu tidak akan menjadi istri simpanan terus - menerus ."

Kalimat provokasi yang di ucapkan Hikari di jawab dengan mudah oleh Sakura .

Sakura melirik Hikari melalui ekor matanya , mencoba melihat ekspresi dari wanita yang ada di hadapannya .

"Waktumu habis !"

"Sombonglah kau sekarang , Setelah ini kau tak akan bisa tersenyum lagi ."

Balasan Hikari membuat Sakura tertawa dengan keras .

"Ingin menghancurkanku ?"

Sakura bangkit dari kursi kebesarannya , melangkah mendekat kearah Hikari yang juga sedang menatapnya . Sakura menbungkuk kan sedikit badannya .

"Bagaimana caramu menghancurkanku ? Apa kau akan menggunakan cara yang sama seperti kau menghancurkan Ibuku ?" Bisik Sakura dengan suara rendah tapi mengerikan .

Deg !

Hikari menegang mendengar bisik kan dari  Sakura . Tentu saja ia terkejut , bagaimana bisa Sakura tau . Pikiran Hikari tiba - tiba buyar .

Sakura menegakkan lagi tubuhnya , berdiri angkuh di hadapan Hikari dengan mata menyorot tajam .

Tiba - tiba atmosfer ruangan terasa panas . Hikari merasakan ketakutan yang nyata ketika kedua matanya bertemu dengan manik mata Sakura . Seolah ada kilatan amarah dari manik matanya .

The Second WomanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang