15 || Penyesalan Memang Ada

499 29 2
                                        

Bagiku, begitulah hidup.
Perkara bersyukur atas apa yang didapat, atau menyesal dengan apa yang dilakukan..

Manusia di beri hak untuk menentukan hidupnya sendiri. Entah itu baik atau buruk, namun semua itu tentu ada konsekuensinya..

Penyesalan memang adanya.
Ia akan datang setelah apa yang kita jalani selesai.
Setelah menyesal, apa yang bisa kita lakukan selain bangkit? Yaitu berdoa dan belajar.
Penyesalan bukan selalu harus disesali, namun penyelasan bisa kita jadikan pelajaran hidup yang lebih baik ke depannya..

Tidak semata-mata Tuhan memberikan kekecewaan pada umatnya. Tuhan akan memberikan cobaan sesuai dengan porsi umatnya..

Satu hal yang ku ingin, ini perkataan bunda.
"Jika Tuhan masih memberimu sakit, memberimu cobaan, mengujimu setiap saat. Tandanya, Tuhan masih menyayangimu. Janganlah bersedih, sebab akan ada hasil dari semua itu. Justru menangislah, disaat kamu tak memiliki masa-masa sulit dalam kehidupanmu. Sebab Tuhan sudah membiarkanmu hidup tidak sesuai dengan tujuan manusia."

-Arabelle

🥀🥀🥀


Arabelle memasuki kantornya. Perasaan bercampur tengah menghantuinya sekarang, mungkin mulai 10 menit yang akan datang ia tak akan bekerja lagi sebagai wedding organizer. Keputusannya untuk resign sudahlah bulat. Tak ada yang mengetahui ini selain dirinya dan Armeira.

Arabelle memasuki ruangan yang bertuliskan Faradilla Winata, yang tak lain adalah pemilik dari WO tempat Ara bekerja.

"Kamu serius? Kok mendadak?" Kejut Faradilla yang kerap disapa Mba Radil. "Terus setelah resign, apa rencanamu?"

"Aku ingin fokus dengan diriku sendiri mba. Aku sadar, saat ini aku terlalu mementingkan orang lain. Sampai aku lupa, bahwa prioritasku adalah diriku sendiri."

Radil mengangguk paham. Ia tahu betul kesulitan yang Ara hadapi setelah batal pertunangannya dengan Ares. Semua orang tahu betul, perubahan yang terjadi pada Ara setelah itu. Ara yang diam, semakin diam.

"Mba dukung semua keputusanmu. Kalau kamu berubah pikiran, mba masih mau menerima kamu sebagai tim mba lagi. Terimakasih selama ini sudah menjadi tim mba, mulai dari kesulitan yang dilalui sampai jadilah salah satu WO yang dikenal banyak orang. I'm so glad to know you! Pesan mba sama, banyak orang yang sangat sayang kepadamu."

Ara tersenyum, kemudian memeluk Radil dengan erat. Setelah cukup melepas rindu, Ara membawa kotak yang diberikan Radil untuk tempat barang-barangnya. Sye, Diana, Fadli, dan semua yang melihatnya jelas sangat terkejut. Mereka menghampiri Ara dengan menahan tangis.

"Ra kok lu ga cerita sama gue sih?" Ucap Sye dengan nada sedikit kecewa.

"Apapun keputusan yang lu bawa, gue harap itu yang terbaik buat lu." Timpal Diana.

"Guys.. thank you, kalian semua support system gue! Gue ga akan ngelupain semua hal terkecil apapun bareng kalian. Gue minta maaf kalo ini bikin lu semua kaget. Tapi yang gue harapkan, kalian semua tetep jadi panutan buat gue di masa yang akan datang. I love you guys!!!" Ucap Ara setelah cukup lama bungkam, kemudian memeluk semua temannya kecuali Fadli yang meninggalkan mereka.

"Terimakasih ya mba, mba nerima Kiki bagian dari tim mba. Mba banyak ngajarin Kiki hal-hal baru, mba yang selalu jadi penasihat dalam segala hal. Kiki beruntung kenal sama mba." Sahut Kiki. Mengenai Kiki, ia bertemu dengan Ara saat akan mengakhiri hidupnya setelah ia ditinggalkan oleh calon suaminya menghadap Tuhan lebih dulu.

Ara kembali memeluk semua temannya sebelum ia memutuskan untuk ke basement. Hari yang berat, kamu sudah lakukan yang terbaik Ra! Semangat!!

"Dli?" Panggil Ara saat melihat Fadli tengah menyender di mobilnya.

Arabelle [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang