Hallo temen-temen, aku mau ingetin lagi untuk vote terlebih dahulu sebelum membaca kelanjutkan cerita🤗😊 karena like dari kalian sangat berharga sekali..
Untuk kalian yang mau kritis dan saran bisa langsung tulis di comment ya.
.
.
.
✨ SELAMAT MEMBACA ✨
Arabelle dan Fadli menempuh perjalanan selama 22 jam. Selamat 1 jam mereka transit di Jepang kemudian 1 jam di Singapore. Sampai di Jakarta, mereka dijemput oleh Sye dan Armeira.
Arabelle memeluk erat Armeira menyembunyikan kesedihan yang sedang menimpanya. Kemudian memeluk erat Sye, sahabat yang sudah lama ia rindukan. Mereka memutuskan untuk menginap semalam di Jakarta karena melihat kondisi Arabelle dan Fadli yang kelelahan.
Keesokam harinya, mereka kembali ke Bandung. Ares dan Wenda menyambut mereka di rumah Armeira. Hal pertama setelah melihat Ares, Ara memelukkan entah apa alasannya namun gerak-gerik Ares seolah mengetahui apa yang sedang Arabelle rasakan.
"Mohon maaf, tapi bini nya cemberut bu," gertak Sye menarik Ara agar melepaskan pelukannya dengan Ares.
Arabelle segera melepaskan pelukannya, menghapus air matanya lalu bergantian memeluk Wenda. "Sorry."
"Gapapa Ra."
"Gwen mana?"
"Gwen lagi liburan sama oma nya ke Malang," ucap Ares diangguki oleh Arabelle.
"Kalau gitu, Sye sama Fadli pamit ya bun."
"Hati-hati ya, makasi Sye, makasi juga Fadli."
"Iya bun," ucap Sye dan Fadli bersamaan.
"Dli?
Thanks ya."
Fadli tersenyum lalu mengangguk, melanjutkan lagi langkahnya.
Setelah kepergian Sye dan Fadli, Armeira memasuki kediamannya diikuti oleh Ara, Ares, dan Wenda. Ares merangkul Wenda dan Ara bersamaan, mereka semua duduk di ruang keluarga.
"Ga lumpuh lagi lu?" sungut Ares sembari menepuk-nepuk kaki Ara.
"Bacot lu bapak-bapak!"
"Astagfurullah kalian ini," gerutu Armeira sembari menatap heran Ara dan Ares.
Ares terkekeh berbeda dengan Ara yang merasa jengkel.
"Lu udah ngisi?" tanya Arabelle pada Wenda. Wenda menjawab dengan gelengan kepala.
"Ya gapapa, belum rezeki lu berdua punya anak lagi," sahut Arabelle.
Setelah cukup lama berbincang-bincang, Arabelle memutuskan untuk memasuki kamarnya. Badannya masih terasa pegal, Arabelle mengeluarkan ponsel lamanya dari koper. Ponsel yang diberikan Sadam ia tinggalkan di apartemen Sadam tepatnya di nakas kamar.
Arabelle membuka akun media sosialnya, pertama yang ia cek adalah akun Sadam. Pria itu tidak sama sekali menghapus fotonya bersama Arabelle, Arabelle memutuskan untuk meng upload foto Ellgar bersama Sadam saat mereka sedang berjalan-jalan di Korea Selatan bertepatan dengan hadiah kelulusan Isabelle, adik kandung Sadam yang menyelesaikan pendidikannya di Sweden.
Armeira membuka pintu kamar Arabelle, ia membawa segelas susu dan semangkuk buah mangga dan apel untuk anak tercinta.
"Terimakasih bunda.."
"Sama-sama sayang. Bunda pengen banget ketemu sama Ellgar."
"Dia sudah tumbuh besar bun, anaknya pintar sekali, ia sangat perasa."
KAMU SEDANG MEMBACA
Arabelle [COMPLETED]
Fiksi UmumBagi Ara, Jovan adalah pemberi luka hati pertama untuk anak perempuannya. Ia meninggalkan keluarga nya demi seorang wanita yang menjadikan kekurangan Sarah Armeira menjadi kelebihannya. Jovan hanya melekat pada nama Ara, tetapi tidak di hatinya. Set...
![Arabelle [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/247911017-64-k416759.jpg)