Guys ayo dong vote cerita aku🥺
Biar aku semangat lanjutin cerita ini, aku tau cerita aku garing bangett:( but kalo kalian ada saran bisa komen supaya aku bisa lebih baik lagi bikin feel di cerita ini sampe ke kalian.
Jangan lupa vote ok.
✨ HAPPY READING✨
Ara berjalan menelusuri gedung dimana tempat ia menghabiskan waktu 1 tahun lalu. Gedung WO tempatnya bekerja, tempat dimana banyak sekali kenangan untuknya.
"Welcome back Arabelle!!" Seru hampir semua karyawan yang menyambut Ara di lantai atas gedung itu, tepat di dekat meja kerja Ara.
"Huhu so sweet, thank you so much guys!" Harus Ara sembari menerima flowers crown yang diberikan oleh Radil.
"Mba Ara!! Kiki rinduuuuuuu." Ujar Kiki sembari memeluk erat Ara.
"Me too Kiki!!"
"Ga usah pergi-pergi lagi lah Ra. Mba ga mau kehilangan lagi." Lirih Radil, diiyakan hampir seluruh karyawan yang dulu masuk ke dalam team Ara.
"Meja nya tetepkan, bersih juga." Ujar Sye, Ara membalas dengan anggukan saja.
"Yaudah, lanjut bekerja guys!!" Teriak Radil membubarkan semua karyawannya.
Jam menunjukkan pukul 12 siang, Sye dan Ara memutuskan untuk berjalan ke mall dekat tak jauh dari gedung WO. Mereka memasuki restoran Jepang favorit mereka untuk makan siang. Pesanan sedikit berkurang, karena Diana tidak ikut bersama mereka. Diana masih memutuskan untuk WFH.
"Lu anter gue cari baju dulu yuk. Gue ada acara keluarga sabtu depan di Jakarta. Terus ntar lu balik sama gue aja, ga usah minta jemput Ares. Diana semalem wa gue, dia undang kita makan malem di rumahnya." Jelas Sye setelah menghabiskan semua pesanannya diiyakan oleh Ara yang masih menyantap sepiring katsu.
Setelah selesai, mereka berjalan-jalan untuk mencari baju yang cocok di mall itu. Akhirnya, Sye memutuskan memasuki store favorit semua wanita jika membeli baju. Store bernama huruf awalan abjad terakhir.
"Lu kenapa sih? Kok was-was gitu?" Sungut Sye tak nyaman dengan sikap Ara. Sejak memasuki store itu, Ara selalu melihat sekeliling nya. Ia merasakan akan pria berpakaian serba hitam sedang memperhatikannya dengan Sye.
"Lu ga mau beli baju juga?"
"RAA??!!" Gertak Sye sebal dengan temannya.
"Hah?"
"Lu kenapa sih? Lu ga mau beli baju juga?"
"Gapapa. Entaran aja dah gue mah, lu aja dulu. Buruan deh, gue ada meet sama klien jam 2."
"Iya-iya, ini gue ke kasir."
Sampai di kantor, Ara bergegas memasuki ruangan meeting. Untuk hari pertama ia bekerja kembali, sudah ada klien yang ingin di tangani pernikahannya oleh Ara.
"Dli, tumben ke sini. Ada apa?" Tanya Sye heran saat melihat sosok Fadli di pantry.
"Ada perlu sama Mba Radil. Lu sendiri ngapain ke pantry?"
"Bab dli!
Ya gue mau bikin kopilah, pinter banget bapak CEO ini." Sungut Sye. Fadli hanya tertawa.
"Eh ada Mba Sye sama Mas Fadli." Sahut Kiki setelah memasuki pantry. Hanya dibalas dengan senyuman oleh keduannya.
"Kopsu buat siapa Ki?" Tanya Fadli.
"Oh ini, buat Mba Ara. Lagi meeting sama klien, minta kopsu soalnya klien mba minta konsep pernikahan yang agak ribet." Lanjut Kiki membalas pertanyaan Fadli. "Yaudah deh, Kiki balik lagi ke meeting room ya mba mas." Sambung Kiki.
"Ara balik kerja lagi?" Ucap Fadli diangguki Sye yang sedang menunggu makanannya di dalam microwave. Fadli hanya mengohriakan saja.
***
Ara menjalani mobil nya dengan kecepatan sedang. Ia berniat untuk menjemput Ares sebelum mereka gergegas pergi mencari souvernir. Dalam rangka menyambut ulang tahun Ib Group, semua karyawan stasiun televisi sampai karyawan Rad Wedding Organizer sibuk mempersiapkan acara itu. Radil adalah sepupu Fadli, dan Ibra sendiri yang menunjuk Radil untuk membuat acara tersebut menjadi spesial.
"Res, aku ngerasa ada orang yang ngikutin kita dari tadi. Pake jaket item orangnya." Bisik Ara, ia memeluk lengan kiri Ares agar memudahkan ia untuk berbisik.
Mereka sedang berada di sebuah pasar yang khusus menjual pernak-pernik dan oleh-oleh khusus dari Mekkah. Ares memalikkan wajah nya menghadap ke belakang sesuai dengan intruksi dari Ara.
"Ga ada Ara. Bilang aja lu mau gandeng gue."
"Najis gue gandeng duda kayak lu!" Gumam Ara lalu melepaskan lengan Arez. Ia melihat ke arah belakang lagi.
"Orang nya ada lagi Res!"
"Mana? Engga ada orang yang pake jaket item Arabelle de Jovanka!!"
JEDUKK!!!
Dahi Ara dengan mulus berciuman dengan pilar yang ada di depannya. Ia meringis sangat pelan sembari mengelus dahinya yang memerah.
"Lu gila? Jalan tuh liat-liat Arabelle de Jovanka! Liatkan sekarang hasilnya apa? Lu nabrak pilar, ga malu hah??!" Gerutu Ares sembari tangannya aktif mengelus jidat Ara yang memerah akibat menabrak pilar.
"Res gue bilang ada yang ngikutin kita. Orangnya sekarang lagi ngumpet di pilar depan toko roti, jangan diliat dia lagi ngeliatin kita. Gue bakalan pegang cermin gue, ntar lu liat sendiri orang nya kayak apa. Sekarang kita jalan lagi, seolah-olah gue sama lu ga sadar dia ikutin." Bisik Ara diangguki oleh Ares.
Ara mengeluarkan cermin kecil dari slingbag nya, ia berjalan bergandengan dengan Ares. Ara sudah dengan posisinya, sedangkan Ares menunggu kode dari Ara untuk memperhatikan cerminnya.
Pria berjaket hitam itu tertangkap oleh cermin, ia tak mengetahui rencana Ara sehingga terus mengikuti Ara tanpa ragu. Ares mengajak Ara untuk memasuki toko souvernir di dekatnya, padahal bukan toko itu yang menjadi tujuan mereka. Setelah kira-kira aman, Ares mengajak Ara untuk kembali ke mobil
"Mulai besok, gue bakalan sewa bodyguard buat ngikutin lu. Soal souvernir lu serahin aja sama gue, biar asisten gue yang pesen ke tokonya. Lu tinggal bilang souvernir apa, berapa, warna apa, sama di kemas kayak gimana?" Simpul Ares yang fokus dengan kendaraannya.
"Sejak kapan lu diikutin sama orang itu?" Lanjutnya.
"Gue ga tau, cuma gue sadar pas tadi ke mall sama Sye." Jawab Ara.
Ara mengantarkan Ares kembali ke kantornya, benar saja pria itu langsung menelpon orang suruhannya untuk datang ke ruangannya. Tak alam dari itu, 2 pria berbadan kekar dengan pakaian serba hitam datang ke ruangan Ares.
Ares menceritakan kronologinya ia meminta orang suruhannya itu untuk terus mengawasi Ara kemanapun tanpa harus berdekatan dengan Ara. Ares juga meminta kedua pria itu untuk berpakaian seperti orang biasa bukan seperti bodyguard. Tugas untuk kedua pria itu sudah dimulai saat ini, Ara memutuskan untuk kembali ke rumahnya karena masih banyak urusan yang harus ia urus untuk acara besar IB Group.
🥀🥀🥀
"Bos, saya sudah mengetahui seseorang yang menguntit Arabelle. Datanya sudah saya kirim ke email, posisi saya sekarang sedang mengikuti Arabelle makan siang di restoran dekat kantornya." Sahut pria di telpon pada Ares. Ares sama sekali tidak menjawabnya ia langsung membuka laptop untuk mengecek data yang diberikan oleh orang suruhannya itu.
"Dia?" Kejut Ares sembari memperbesar foto identitas yang dikirimkan oleh orang suruhannya.
Udah vote belum?
Jangan lupa vote ya, terimakasih❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Arabelle [COMPLETED]
General FictionBagi Ara, Jovan adalah pemberi luka hati pertama untuk anak perempuannya. Ia meninggalkan keluarga nya demi seorang wanita yang menjadikan kekurangan Sarah Armeira menjadi kelebihannya. Jovan hanya melekat pada nama Ara, tetapi tidak di hatinya. Set...
![Arabelle [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/247911017-64-k416759.jpg)