Hallo semua, jangan lupa vote ceritanya ok.. supaya aku segera menyelesaikan cerita ini🤗
Nahhh, untuk mengurangi silent reader. Ayo vote sebelum baca ceritanya..
.
.
.
Setelah menghabiskan 3 hari untuk mengurus segala urusan administrasi perkuliahan Bela. Armeira, Ares, dan si kecil Gwen kembali ke Bandung. Sampai di kediaman Armeira, Ares langsung menidurkan dirinya di samping Ara walaupun gadis itu sempat menolak habis-habisan dengan berbagai alasan.
"Diem Ra, gue capek! Pengen tidur samping lu, suer deh gue." Ucap Ares dengan suara parau kemudian memejamkan matanya.
Ara mendengus kesal namun menyetujui permintaa Ares. Wenda dan Gwen berpamitan untuk pulang ke rumahnya lebih dulu, sudah lama katanya tidak mengunjungi rumahnya. Wenda pun ingin menjenguk ayahnya di RSJ.
Bela mengirim pesan pada Ara, ia sangat berterimakasih karena Ara mengizinkan Armeira membantu biaya pendidikannya. Bela pun meminta maaf atas perlakuan Putri padanya, Bela juga meminta maaf karena ia belum bisa menjenguknya.
Jam dinding yang menempel di atas tv menunjukkam pukul 3 sore. Manusia yang tertidur pulas di samping Arabelle belum nenunjukkan tanda-tanda akan bangun. Tangan Ares menggenggam kuat lengan Arabelle, rasa sukanya memang masih terlihat jelas di matanya. Rasa sayang yang ia miliki pada Wenda masih sedikit dibanding rasa sayangnya pada Ara.
Dan entah sejak kapan Ara ikut tertidur pulas. Kini kedua manusia itu memasuki mimpinya masing-masing.
"Nak, makan malem dulu. Bangunn.." sahut Armeira mengusap lengan kiri Ara dengan lembut.
"Bunda udah bikinin kamu nasi tim."
Ara menerjab-nerjabkan matanya, setelah normal ia melihat jam yang menunjukkan pukul 7 malam. Sekarang giliran Armeira membangunkan Ares dengan sabar, pria itu tertidur seperti mayat.
"Oh iya bun, kok aku ga liat tante Melan?" Sahut Ara sembari mencelupkan nasi tim pada kuah kaldunya.
"Tante Melan yang suka di butik bunda itu?" Sahut Ares menanggapi.
"Ohh itu, tante Melan pulang ke rumah keluarganya di Cianjur. Waktu itu ada yang marah-marah dateng kesini, dia juga teriak-teriak bilang Melan istri kedua Umar." Jelas sang bunda.
"Nah lu nanti ga gitu Ra. Lu kan sama Wenda akur nih, gue bakalan jadiin lu istri pertama deh." Celetuk Ares membuat suasana tidak terlalu serius.
"GELI TAU GA!" Teriak Ara, Armeira hanya menggeleng.
Setelah acara makan malam selesai, Wenda dan Gwen kembali dengan membawa koper kecil.
"Jadi rumah tante Melan kosong dong bun?" Tanya Ares.
Armeira mengangguk, "kenapa mau di beli?"
"Wen, kamu mau ga pindah rumah? Itu rumah depan deket belokan di jual." Beo Ares.
Wenda diam ia sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Ares.
"Nanti kalo kita jadi rujuk, kamu mau ga pindah ke rumah di belokan sana. Sekomplek sama mantan terindah aku." Beo Ares lagi dan lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arabelle [COMPLETED]
Narrativa generaleBagi Ara, Jovan adalah pemberi luka hati pertama untuk anak perempuannya. Ia meninggalkan keluarga nya demi seorang wanita yang menjadikan kekurangan Sarah Armeira menjadi kelebihannya. Jovan hanya melekat pada nama Ara, tetapi tidak di hatinya. Set...
![Arabelle [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/247911017-64-k416759.jpg)