39 || Memulai Hidup Baru

227 16 0
                                        

Ellgar
Nama tersebut berasal jadi Negara Jerman yang memiliki arti orang mulia yang disegani. Sadam memberi nama Ellgar untuk anak asuhnya, sebenarnya nama itu adalah nama ketika Sadam masih di dalam kandungan. Neneknya lah yang memberikan nama itu tetapi ayahnya ingin menamai Sadam.

Keluarga Sadam maupun Arabelle menerima kehadiran Ellgar. Anak laki-laki berusia 4 tahun itu hari ini resmi menjadi bagian dari keluarga Sadam dan Arabelle.

Malang memang hidupnya. Dia terlantarkan sejak umur 18 bulan di sebuah gedung kosong dekat dengan gedung yayasan milik Sadam. Di rawat oleh relawan, dan akhirnya Sadam dan Arabelle mengambil alis asuhnya.

"Mami.." kalimat pertama yang ia keluarkan.

"Yes honey?" balas Arabelle dengan lembut.

"Tidak usah gemetar. Dia bisa berbicara bahasa Indonesia," sahut Sadam yang fokus dengan kemudinya.

Arabelle melirik Ellgar di jok belakang, ia tersenyum memperlihatan jejeran gigi putihnya. Arabelle bukan tidak bisa berbicara bahasa inggris, namun ia tidak terbiasa sehingga sulit untuk menyamakan logatnya.

"Can I sleep with you mam?"

"Of course honey."

"Yeayy!!!"

Sadam menggandeng Arabelle yang dengan telaten memegang erat tangan Ellgar. Sadam mengajak kedua nya untuk makan terlebih dahulu di restoran langanan nya.

Sadam melirik Arabelle yang sedang membantu Ellgar untuk memotong steak yang ia pesan. Menyuapinya, dan memperlakukan Ellgar seperti anaknya sendiri.

***

Sampai di apartemen, Arabelle segera membereskan barang-barang Ellgar. Kamarnya bersebelahan dengan Arabelle.

Sadam memeluk Arabelle dari belakang, ia menghirup aroma tubuh Arabelle yang seakan menjadi candu untuknya. Melingkarkan kedua lengannya di perut Arabelle, dan membenamkan wajahnya di leher Arabelle.

"Jadi apa jawabanmu?" Ucap Sadam membuka pembicaraan.

Arabelle mematung. Ia hampir lupa harus memberikan jawaban atas pertanyaan Sadam saat itu. Ia melepaskan lengan Sadam, berjalan menuju koper untuk membereskan kembali baju Ellgar.

"Jadi kau sedang menggantung perasaan ku?" sahut Sadam lagi.

"Mami?" ucap Ellgar yang sedang mencari keberadaan Arabelle.

"Di sini sayang."

"Mami, aku mengantuk."

"Sikat gigi mu, cuci muka kemudian tangan dan kakimu. Mami tunggu di sini," ucap Arabelle dipatuhi oleh Ellgar.

Ellgar tertidur lelap sembari memeluk Arabelle. Ia merasa nyaman dan tenang, itu terlihat dari raut wajahnya. Terbayang bagaimana hari-hari Ellgar yang kesepian. Tidak ada orang tua yang senantiasa menjaga nya setiap saat.

Nick adalah nama aslinya. Nama itu tertulis di surat yang di simpan di kantung baju Ellgar saat di tinggalkan di gedung kosong. Entah apa motifnya, namun itu tindakan yang sangat kejam.

Sadam bangkit dari sofa kamar Ellgar, melihat itu Arabelle merapikan posisi tidur Ellgar lalu mengikuti Sadam yang menuju meja kerjanya. Arabelle segera memeluk Sadam dari belakang, Sadam tersentak kaget namun tak lama ia merubah posisinya menjadi menghadap Arabelle.

"Yes i will," ucap Arabelle yang membenamkan wajahnya pada dada bidang Sadam.

"What? I don't hear your voice baby girl."

"Yes i will, i wanna be your girlfriend."

"No. Not girlfriend but my favorite girl."

Sadam membawa wajah Arabelle agar melihat kedua matanya. Arabelle tersenyum, malam ini ia memutuskan untuk kembali membuka hati pada seorang lelaki. Lelaki yang tidak ia sangka-sangka akan mengisi kesehariannya.

Arabelle [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang