Cerita ini pure imajinasi aku ya temen-temen. Aku minta kalian support dengan cara vote cerita aku dan komen kalau ada salah kata maupun tulisan.
Vote kalian berarti sekali untuk aku, supaya makin semangat buat lanjutin cerita ini🥰🥰
✨Selamat membaca✨
Untuk pertama kalinya lagi, Ara memasuki gedung tempat dimana dahulu ia hampir menghabiskan 24/7 jam nya disini. Rad Wedding Organizer, tempat dimana Ara bertemu dengan orang-orang baru saat itu sampai ia harus meninggalkan tempat ini dan isinya demi menyembuhkan dirinya sendiri.
"Oh my goodness, Ara mba kangen bangettttt!!!" Teriak Radil saat melihat sosok Ara baru saja memasuki gedungnya.
"Me too mba!" Ara dan Radil berpelukkan layaknya teletubbis.
"Gimana kabarnya Ra, kapan balik kok ga kabarin mba?"
"As you can see mba, i'm fine. Hmm, seminggu yang lalu mba."
"Syukur deh, yaudah ke ruangan mba yuk."
Radil membuatkan kopi susu kesukaan Ara, tidak lupa dengan takaran es yang hanya menggunakan 3 cube es batu.
"Mba sedih pas tau kamu mau pergi waktu itu, Kiki juga mohon-mohon sama mba untuk tahan kamu. Eh ga lama, Fadli juga mutusin untuk resign karena Om Ibra kena musibah."
"Terus sekarang udah ada yang gantiin posisi kita mba?"
"Yang mengganti sudah, tapi kinerjanya tidak sama dengan kalian.
Kamu mau balik? Mba bakalan seneng banget kalo memang iya."
"Sepertinya mba, mba tau sendiri kegiatan WO ini menjadi penyembuhan untuk diriku sendiri karena bertemu dengan banyak orang. Tapi masih ada beberapa hal yang harus aku pikirkan lagi mba."
"It's ok. Kalo memang udah siap, balik kerja aja langsung. Oh ya, kamu sudah tau tentang Fadli?"
"Tunangan maksud mba?" Jawab Ara menerka-nerka, dengan kemungkinan benar 95%. Radil mengangguk.
"Mba kaget waktu itu, Tante Gianti juga keliatan sulit banget nerima. Hari itu diberitahu, hari itu juga acara di gelar. Mba sendiri, yang posisinya sepupu Fadli ga bisa nerima apalagi mba tau kalo yang Fadli mau itu kamu."
Ara menatap mata Radil dalam, "maksud mba?"
"Ra, dari kamu magang disini. Fadli udah tertarik sama kamu, padahal saat itu dia udah kerja di perusahaan Om Ibra. Singkat ceritanya gini, stasiun televisi yang satu gedung sama WO ini punyannya Om Ibra. Waktu itu Fadli harus handle stasiun televisi ini karna trouble, dia sering makan di kantin dan dia sering juga ketemu sama kamu. Sampe dia tanya ke mba itu siapa? Mba ngerasa seneng, karena dia udah bisa lupain Sinta."
"Sinta?"
"Iya, dia sahabatnya Fadli mungkin Fadli juga menyimpan perasaan. Pada akhirnya, Sinta bunuh diri karena menjadi korban pelecehan oleh salah satu temannya yang dikenal sebagai penjahat kelamin. Butuh waktu bertahun-tahun buat dia lupain Sinta."
Ara menghabiskan waktu cukup lama bersama Radil. Dia memutuskan untuk pulang saat langit sudah berubah menjadi abu-abu. Ia mampir ke salah satu supermarket untuk membeli beberapa cemilan untuknya nya juga Kila, anak dari Melan.
"Ibu gapapa?" Tanya Ara pada seorang ibu paruh baya yang terjatuh di belakang mobil Ara.
"Gapapa nak." Jawabnya sembari membereskan barang belanjaannya yang berserakan.
"Astaga, sebentar bu.
Saya ada kantung belanja, ibu bisa pakai ini." Ara memberikan kantung belanja yang ia bawa dari bagasinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arabelle [COMPLETED]
Ficción GeneralBagi Ara, Jovan adalah pemberi luka hati pertama untuk anak perempuannya. Ia meninggalkan keluarga nya demi seorang wanita yang menjadikan kekurangan Sarah Armeira menjadi kelebihannya. Jovan hanya melekat pada nama Ara, tetapi tidak di hatinya. Set...
![Arabelle [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/247911017-64-k416759.jpg)