Hallo temen temen^^
Maaf banget nih baru update lagi, hari ini aku bakalan double update sebagai pengganti minggu-minggu lalu.
Kalau ada typo tandai ya, jangan lupa vote sama comment!❤
HAPPY READING
Aulia dan Fadli berjalan tanpa bergandengan layaknya sepasang kekasih yang sudah bertunangan. Fadli memilih berjalan di belakang Aulia, tangannya ia lipat ke belakang.
"Mba Ara?"
Kebetulan sekali ya kita ketemu di sini."
"Hallo." Singkat Ara dengan senyum khasnya seperti yang tidak niat. Matanya dengan mata Fadli bertemu, Ares dan Aulia hanya menyaksikan mereka bertatapn cukup lama.
"Ini lontong kari yang ga pake acar, ini yang pake acar." Sahut seorang pria paruh baya mengantarkan pesanan Ara dan Ares. "Mas, mba nya mau pesen juga?" Sambungnya bertanya pada Aulia dan Fadli.
"Iya pak, 2 ya. Yang 1 ga pake bawang goreng."
"Siap, ditunggu ya."
"Fadli, mba nya. Kita makan duluan ya." Sahut Ares, dipersilahkan oleh Aulia.
Tak lama kemudian, pesanan Aulia dan Fadli datang. Mereka duduk di tempat yang sama, Fadli duduk di samping Ara sedangkan Aulia duduk di samping Ares.
"Res, i'm full." Rengek Ara yang baru memakan makanan nya 4 suap. Seolah mengeri, Ares mengambil alis mangkuk Ara lalu ia memakan makanan sisa Ara setelah lontong karinya habis. (Aku kenyang)
"Aku tau Ra, kamu ga nyaman bukan kenyang." Sahut Fadli dalam hati. Ujung matanya melirik Ara secara diam-diam.
"Mas, di habisin." Ujar Aulia, tangannya mengusap lengan Fadli bermaksud agar prianya menghabiskan kembali makanan nya.
"Dli, gue sama Ara balik duluan ya." Sahut Ares setelah menghabiskan makanan nya.
"Hati-hati Res!"
Ares dan Ara meninggalkan Fadli dan Aulia. Ara tak berbicara sedikitpun. Ara memang tidak bisa menyembunyikan sikap jiga ia merasa tidak nyaman, hal tersebut sudah diketahui oleh orang-orang yang dekat dengannya.
Ara berjalan lebih dulu di banding Ares, jarak tempat lontong kari tidak jauh dengan butik Armeira. Jam sudah menunjukkan pukul 8.30 pagi, Ares nenutuskan untuk pulang lebih dulu untuk bersiap mengantar Bela ke bandara.
Dikediaman Jovan, Bela masih sibuk memasukkan ATK yang akan ia bawa ke dalam koper mininya. Total koper yang ia bawa 1 koper berukuran sedang, 1 koper berukuran kecil, dan ransel pink yang berisi barang-barang penting.
"Belajar yang bener!" Sahut Putri di ambang pintu kamar anaknya.
"Iya mah. Mamah ga anter aku ke bandara?"
"Mamah sibuk. Bukannya kamu di antar sama Ares?"
"Iya mah."
"Inget pesan mamah ya, mamah ga setuju kamu capek-capek pendidikan demi perempuan yang tidak menghargain kamu! Kamu ini pewaris Jv Corp. Untuk apa cita-cita tidak bergunamu itu!" Sentak Putri.
Sejak mengetahui salah satu alasan Bela menjadi designer adalah ingin membuat gaun pernikahan untuk kakak nya Arabelle. Putri sering memarahi Bela, mungkin itu sebabnya Bela lebih dekat dengan Armeira saat ini. Jovan mengetahui bahwa Putri sering memarahi anaknya, tetapi ia diam karena apapun hal yang menyangkut dengan Arabelle dan Armeira, Putri akan berulah diluar kendali Jovan.
"Nak, sudah selesai?" Sahut Jovan di ambang pintu.
"Sudah pah, aku mau mandi terus nunggu Bang Ares. Ada beberapa perlengkapan yang harus aku beli."
KAMU SEDANG MEMBACA
Arabelle [COMPLETED]
Ficción GeneralBagi Ara, Jovan adalah pemberi luka hati pertama untuk anak perempuannya. Ia meninggalkan keluarga nya demi seorang wanita yang menjadikan kekurangan Sarah Armeira menjadi kelebihannya. Jovan hanya melekat pada nama Ara, tetapi tidak di hatinya. Set...
![Arabelle [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/247911017-64-k416759.jpg)