Hallo temen-temen
Jangan lupa untuk vote terlebih dahulu sebelum membaca😊
.
.
.
Setahun sudah Ellgar menjadi bagian dari hidup Arabelle dan Sadam, tepat setahun pula hubungan mereka.
Arabelle menyiapkan makan malam romantis untuk merayakan 1 tahun hubungannya bersama Sadam. Ia beralih melihat keadaan Ellgar di kamarnya, putra nya itu masih sama seperti semula, sudah tidur sangat nyenyak sekali.
Ia melihat jam pada ponsel yang menunjukkan pukul 10 malam. Dan Sadam tak kunjung datang, Sadam sempat berjanji pada Arabelle bahwa hari ini ia akan pulang cepat. Tidak ada kerjaan yang begitu penting, dan beberapa schedule sudah ia serahkan pada Justin untuk diatur ulang.
Arabelle memutuskan untuk menunggu Sadam sembari menonton film di layar tv yang telatnya persis di hadapan Arabelle. Dalam hitungan menit saja, Arabelle sudah menutup matanya dengan sempurna.
"Sayang?" kejut Sadam saat melihat Arabelle yang tertidur pulas di sofa.
Sadam mendekatkan hidung nya pada hidung Arabelle. Kekasihnya itu terbangun saat merasakan pergerakan yang berasal dari Sadam.
"Kau pulang? Kau pasti belum makan kan? Aku akan menghangatkan terlebih dahulu makanannya," sahut Arabelle lalu mengkuncir rambutnya.
Sadam menahan Arabelle agar tetap duduk di posisinya. "Tak usah. Aku sudah makan tadi. Kau lebih baik tidur kembali," ucap Sadam, tangannya mengelus rambut Arabelle lalu berpindah pada pipinya.
Arabelle mengangguk, ia segera berjalan ke kamarnya dengan perasaan penuh tanya. Arabelle menahan lapar nya sejak tadi, tapi setelah datang Sadam ia mendapatkan kekecewaam.
Setelah kepergian kekasihnya, Sadam mengacak-ngacak rambut lalu melonggarkan dasi yang ia gunakan. Ia melihat ke arah meja makan di atas meja sudah tersedia cukup banyak makanan yang Arabelle sediakan. Lilin yang sudah mencair menyisakan hanya 1 cm saja, bunga mawar yang sudah hampir layu, dan Sadam bisa merasakan bahwa kekasihnya itu sangat kecewa.
***
"Mami!!" teriak Ellgar.
Arabelle segera menghampiri anaknya itu, matanya kemudian terfokus pada seorang wanita yang berdiri tegak di dekat pintu apartemen. Wanita itu melipatkan kedua tangannya di dada, tersenyum pada Arabelle maupun Ellgar.
"Hi!" sapanya.
"Aku temannya Sadam," lanjutnya.
"Hallo, tapi Sadam sedang tidak ada di rumah," sahut Arabelle sembari mengusap rambut Ellgar.
"I know, I know. Btw, kau tidak menyuruh tamu untuk duduk?"
"Ah. Silahkan duduk, Ellgar temani tante ya, mami mau membuatkan minum untuk tante."
Ellgar mengangguk. Ia segera menghampiri Evelyn untuk mengajaknya duduk.
"Kau tidak tanpak seperti Sadam maupun mami mu," celetuknya.
Ellgar diam, ia menjauhkan diri dari Evelyn.
"Ada apa sayang?" tanya Arabelle sembari menaruh minuman di meja. Ellgar merubah posisi menjadi bersembunyi di balik Arabelle.
"Budaya Indonesia mu masih terbawa ya. Padahal kau istri seorang pengusaha penting di LA," ketus Evelyn, posisinya berubah menjadi seperti bos besar yang menumpangkan kaki dan melipat kedua tangan di dada nya.
"Seharusnya sih, kau tidak menjamu tamu seperti ini."
Evelyn melangkahkan kakinya menuju Arabelle yang mematung. "Ini terlihat sangat kampungan! Hanya memberikan secangkir air putih."
KAMU SEDANG MEMBACA
Arabelle [COMPLETED]
Художественная прозаBagi Ara, Jovan adalah pemberi luka hati pertama untuk anak perempuannya. Ia meninggalkan keluarga nya demi seorang wanita yang menjadikan kekurangan Sarah Armeira menjadi kelebihannya. Jovan hanya melekat pada nama Ara, tetapi tidak di hatinya. Set...
![Arabelle [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/247911017-64-k416759.jpg)