"Karena mengikhlaskan adalah caraku untuk membahagiakan jiwa yang rapuh ini."
-Arabelle
🥀🥀🥀
Setelah 2 bulan dari batalnya pertunanganku dengan Ares. Pria itu kembali menghubungiku, memintaku untuk mengosongkan jadwal agar bisa menemuinya. Diana yang mengetahuinya jelas melarangku, dia juga memberitahu Fadli untuk melarangku. Tapi aku selalu dengan egoku, aku mengiyakan ucapan Ares tanpa mempedulikan bagaimana akibatnya nanti.
Aku sudah sampai di cafe, tempat dimana Ares memintaku untuk bertemu. Tak lama, pria itu datang dengan dengan wanita hamil. Ah jelas, mereka sepasang kekasih atau mungkin sudah suami istri jadi akan bersamaan kemanapun.
"Lama menunggu?" Ramah Ares padaku, aku menggeleng mencoba memberikan senyuman terbaikku untuk Ares dan wanita di sampingnya.
"Kenalin ini Wenda, dia calon istriku sekaligus calon ibu dari anakku." Ucap Ares menyayat hatiku.
"Hi! Arabelle panggil aja Ara." Aku berjabat tangan dengan Wenda.
"Jadi ada apa ya, kamu minta untuk ketemu hari ini?" Tanyaku pada Ares.
"Aku mau kamu jadi WO untuk pernikahanku dengam Wenda." Ucap polos Ares.
Aku diam mendengar perkataan Ares. Bagaimana bisa ia memintaku untuk menjadi WO di pernikahannya? Apakah dia tidak memikirkan perasaanku? Aku tersenyum setelah itu, menatap Wenda dan Ares secara bergantian. Aku harus profesional, kataku dalam hati.
"Berapa usia kehamilanmu?" Tanyaku pada Wenda. Wenda menatapku bingung, begitupun Ares.
"Maksud saya, jika masih di bawah usia kandungan 4 bulan lebih baik memilih konsep wedding yang sederhana." Lanjutku.
Wenda mengangguk paham. "Kandunganku sudah 5 bulan."
Aku menelan ludah pahitku, melirik Ares dengan tatapan bertanya pada pria yang pernah berjanji akan menjadikanku satu-satunya ini, sejak kapan kamu sudah bersama wanita lain?
Pembicaraan kami berlanjut, Wenda memintaku untuk mencarikan konsep outdoor wedding untuknya. Budget yang mereka miliki memang tidak nanggung, sepertinya Ares sudah menyiapkan segalanya dengan baik.
***
"Jadi lu terima aja gitu?"
"Bener-bener ya tu cowo ga punya sopan santun! Berani-berani nya dia nyuruh lu buat jadi WO wedding nya!"
"Ga nyangka sih gue!!"
Itulah beberapa kata yang aku dapatkan dari Sye dan Diana. "Ya gimanapun hubungan gue sama Ares sebelumnya. Gue harus profesional dong?" Jawabku santai.
Sye dan Diana menggeleng tak paham dengan kelakuanku. Sye terus mengumpat buruk kepada Ares dan juga Wenda.
"Dli, nanti siang habis makan anter gue ke hotel Bunga Indah ya. Gue mau liat detail tamannya." Ucapku pada Fadli yang dijawab dengan anggukan saja.
Mulai nanti siang, aku akan berusaha membuat pernikahan yang diinginkan Wenda sempurna. Terlepas dari bagaimana hubunganku dengan Ares sebelumnya.
Sakit?
Ya. Aku tidak bisa berbohong dengan apa yang aku rasakan, seharusnya aku yang bersanding dengan Ares di pelaminan nanti. Tapi ya sudahlah, lagi-lagi aku harus berucap bahwa aku harus profesional dalam hal bekerja.
Pukul 2.15, aku dan Fadli tiba di hotel pilihan dari Wenda. Hotel bernuansa tradisional Sunda dengan gaya modern memang cocok dengan apa yang Wenda inginkan. Seperti biasa, aku dan Fadli menemui manajer hotel ini untuk berbicara lebih lanjut. Kami memasuki ruangan bercat putih yang terlihat sangat elegan namun tetap mewah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arabelle [COMPLETED]
General FictionBagi Ara, Jovan adalah pemberi luka hati pertama untuk anak perempuannya. Ia meninggalkan keluarga nya demi seorang wanita yang menjadikan kekurangan Sarah Armeira menjadi kelebihannya. Jovan hanya melekat pada nama Ara, tetapi tidak di hatinya. Set...
![Arabelle [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/247911017-64-k416759.jpg)