Hallo semua nya..
Buat kalian yang udah baca sampai eps ini, aku ucapin makasi yaa❤
Jangan lupa vote untuk support karya aku, kalo ada typo atau masukan jangan segan-segan untuk comment. Terimakasih❤
🥀🥀🥀
Syukuran Tante Gianti berlangsung di kediamannya. Seperti yang Tante Gianti bilang padaku, beliau hanya mengundang kerabat, teman-teman arisan, dan juga teman-teman putra putrinya.
"Selamat ulangtahun tante." Ucapku pada Tante Gianti. Fadli melirik ku bingung, bahkan ia tak tahu menahu soal kehadiranku di syukuran ini. Aku memberikan paperbag bertuliskan brand tas lokal ternama yang memiliki harga sama fantastis dengan brand Internasional.
"Ibu yang undang." Jelas Tante Gianti.
"Terimakasih ya sayang." Lanjut Tante Gianti, cipika-cikipi denganku lalu menarikku menghampiri teman-temannya. Aku menyapa semua teman-teman Tante Gianti, begitupun dengan beliau semua.
"Jadi ini calon mantu mu Gi?" Tanya wanita paruh baya yang mengenakan brokat berwarna maroon.
"Ayu ne.." puji wanita paruh baya lain.
"Wes jelas, mantuku ayu." Jawab Tante Gianti sembari mengusap lenganku, nada nya seperti membanggakan ku.
Aku hanya tersenyum manis menanggapinya, bagaimana bisa Tante Gianti mencapku sebagai menantunya? Sampai saat inipun, secara tidak langsung aku telah menyakiti anak sulungnya. Menggantungkan perasaannya, bahkan tidak memperdulikan perasaan Fadli terhadapku. Aku melirik Fadli yang asik berbincang dengan teman-teman SMA atau kuliahnya, yang jelas aku tak tahu. Teman Fadli menyadari tatapanku, mereka memberitahu Fadli dan pria itu langsung melirikku.
Fadli mengisyaratkan untuk aku menemuinnya di dekat kolam, aku mengangguk lalu berpamitan pada Tante Gianti dan teman-temannya. Aku berjalan menuju kolam, Fadli sudah berdiri kokoh disana. Secara kebetulan, warna baju yang aku kenakan dengan yang Fadli kenakan senada. Aku sama sekali tidak tahu, bahwa Fadli memiliki baju berwarna cream dengan aksen coklat sedangkan aku berwarna dasar coklat dengan aksen cream lebih menyerupai warna tortila.
"Hmm.. thank you ya udah datang!" Sahut Fadli membuka pembicaraan. Aku mengangguk, membuang pandangan agar tidak terlalu gugup berdekatan dengannya.
"Kapan ibu kasih tau kamu?" Tanyanya lagi. Mau tak mau aku melihat kearahnya, tidak sopan rasanya tidak aku memalingkan wajah pada lawan bicaraku.
"Kemarin. Tante telpon, minta Ara dateng." Jawabku diangguki Fadli.
"Fadli, Ara sini. Acara inti akan di mulai." Ucap Tante Gianti dengan nada sedikit meninggi. Aku mengangguk lalu memasuki ruangan begitupun Fadli.
Acara inti dimulai, mulai dari doa bersama dengan para anak yatim piatu, potong tumpeng sesuai adat Jawa, makan bersama, hingga akhirnya acara penutupan di lakukan dengan foto bersama. Tak terasa, jam menunjukkan pulul 8 malam. Aku segera berpamitan, Fadli mengantarmu sampai halaman dimana mobilku terparkir.
***
Beritaku datang ke syukuran Tante Gianti menjadi pembicaraan utama di kantor. Ternyata, tunangan Diana adalah salah satu teman Fadli saat kuliah. Diana mengetahui sosok ku dari foto yang tunangannya berikan.
"Jadi lo beneran, calon tunangannya Fadli?" Sahut Sye dengan nada tak percaya. Kami bertiga sedang duduk di kantin, menikmati makan siang yang kami pesan.
Fyi, kantor WO tempatku bekerja menyatu dengan agensi artis atau selebgram dan juga stasiun tv sehingga tim WO sering dilibatkan untuk menjadi EO di acara-acara mereka.
Aku menghiraukan ucapan Sye, lebih baik menyantap ayam geprek level 3 yang aku pesan. Diana terus menatapku, katanya aku tak bisa membohongi Diana. Ia tahu apapun persoalanku dengan menatap mataku saja, sungguh luar biasa temanku ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arabelle [COMPLETED]
Ficción GeneralBagi Ara, Jovan adalah pemberi luka hati pertama untuk anak perempuannya. Ia meninggalkan keluarga nya demi seorang wanita yang menjadikan kekurangan Sarah Armeira menjadi kelebihannya. Jovan hanya melekat pada nama Ara, tetapi tidak di hatinya. Set...
![Arabelle [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/247911017-64-k416759.jpg)