Chapter 18 : When Sean Meet Ryan(1)

619 123 3
                                        

Important encounter are planned by the souls long before the bodies sees each other (Paul Coelho)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Important encounter are planned by the souls long before the bodies sees each other (Paul Coelho)

~ • ~

Tersekap dalam gelapnya malam, villa keheningan semakin memancarkan aura kesunyian yang kuat dan menggigilkan siapapun yang melihatnya.

Wang Yibo berjalan cepat melewati pohon magnolia raksasa diikuti Xiao Zhan yang mengekor di belakangnya seraya memeluk dadanya sendiri. Angin tiba-tiba saja terasa lebih dingin. Mungkin karena villa itu berbatasan dengan hutan.

Yibo membuka pintu utama villa dan mengajak Xiao Zhan masuk.

"Kau sudah pernah kemari sebelumnya, jadi anggaplah rumahmu sendiri." Yibo melintasi ruang tamu, belok ke sebuah lorong yang berujung pada sebuah pintu kamar.

"Yeah. Mudaha-mudahan aku bisa tidur dengan baik malam ini," sahut Xiao Zhan.

"Kau menderita insomnia?"

"Kadang-kadang. Hanya gangguan kecemasan umum."

"Oh -- sudah periksa ke dokter."

"Ya. Dr. Lee See Young, Sixth People Medical Center. Aku lupa membawa obat penenangku."

Yibo menoleh sedikit terkejut.

"Obat penenang?" dia tercekat.

Xiao Zhan mengangkat alis.

"Ada yang salah?"

Yang ditanya menggeleng cepat.

"Oh ya Zhan, kamarmu masih sama yang kau tempati malam itu. Bajumu ada di lemari, kau bisa pakai sesukamu."

"Ya." Xiao Zhan mengangguk dan tersenyum. 

Dia masuk ke sebuah ruangan duduk yang luas dengan akses pintu kaca ke taman samping, tempat yang paling ia sukai dari rumah ini.

Xiao Zhan melihat ke arah tangga yang ada di pojok kiri ruangan, dia tak pernah melihat siapapun naik ke lantai dua. Dia bahkan tidak tahu di mana kamar Zhang Bin, atau siapa saja yang menghuni rumah ini. Tapi ia melihat ada beberapa pintu. Mungkin salah satunya adalah kamar pelayan itu.

Sinar rembulan jatuh di rerumputan di taman samping. Melihatnya membuat Xiao Zhan diselimuti perasaan damai. Dia berencana ingin menghabiskan waktu sejenak di taman itu. Tapi ia harus membersihkan diri.

Xiao Zhan masuk ke dalam kamarnya dan menghabiskan waktu lima belas menit di kamar mandi, di bawah pancuran air hangat. Dia membuka lemari dan memilih satu stel pakaian casual yang disediakan Yibo di lemari. Tubuhnya cukup rileks. Dia tidak memikirkan mobil tuanya lagi.

Xiao Zhan keluar kamar, melongok ke ruang duduk yang nyaris tanpa aura kehidupan. Keheningan mencekam dan perabotan membisu seolah-olah mengawasi setiap pergerakannya.

𝐌𝐢𝐝𝐧𝐢𝐠𝐡𝐭 𝐌𝐞𝐦𝐨𝐫𝐢𝐞𝐬Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang