Chapter 28 : The Doctor (2)

513 98 9
                                        

Wang Haoxuan memperhatikan pergerakan mencurigakan dari adiknya yang nampak tergesa-gesa berjalan keluar dengan membawa kunci mobil

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Wang Haoxuan memperhatikan pergerakan mencurigakan dari adiknya yang nampak tergesa-gesa berjalan keluar dengan membawa kunci mobil.

"Mau kemana kau pagi-pagi begini?" semburnya.

"Rumah sakit," Yibo menjawab tanpa menoleh.

Haoxuan menyusul langkahnya sampai ke pintu depan.

"Menemui dokter bukan kebiasaanmu. Katakan apa yang kau sembunyikan?"

"Tidak ada. Aku benar-benar akan menemui dokter," tukas Yibo tidak sabar.

"Ini pasti ada kaitannya dengan penulis itu. Apa menguntitnya jadi hobi barumu?"

Yibo terkekeh. "Kau menebak dengan tepat. Lagipula kau berhenti memberiku tugas mencuri. Otomatis aku menganggur."

Haoxuan membuang pandang dengan malas.
"Menjijikkan. Kau bisa melakukan hal lain Yibo. Ikutlah denganku ke kantor paman!"

Yibo menggeleng dan akhirnya terus berjalan menuju tempat mobilnya diparkir.

"Kau saja yang pergi. Aku tidak berbakat melakukan negosiasi. Mencuri lebih menantang buatku."

Pemuda itu melambai tanpa membalikkan badan pada kakaknya yang berdiri bengong di pintu.

~  •  ~

Xiao Zhan memasuki kantin rumah sakit, dia menjelajahi setiap sudut dan menemukan dr. Lee tengah duduk sendirian di meja kecil pojok kantin.

Sambil mengembangkan senyum, dia bergegas menghampirinya.

"Aku ke ruanganmu tadi," ujar Xiao Zhan, duduk di depan sang dokter.

"Kau tidak ada jadwal check up." dr. Lee memasukkan sepotong roti berlapis salami ke dalam mulutnya. Menguyah pelan-pelan.

"Aku tiba-tiba saja ingin kemari."

"Bagaimana keadaanmu sekarang? Kau masih mengalami insomnia?"

Xiao Zhan memvoutkan bibirnya.
"Masih. Dan terkadang aku mengalami fenomena aneh lainnya."

"Sudah menemui professor Xuan Lu?"

Xiao Zhan mengangguk. "Sesuai petunjukmu."

"Bagaimana hasilnya?"

"Rumit."

Dr. Lee mengangkat sebelah alis tanpa minat.

"Dan kau kemari ingin meminta tambahan resep obat tidur dan anti depresan?" dr. Lee melirik cemas.

Xiao Zhan tidak langsung menjawab.

"Kau sudah pesan kopi. Akan kuminta pelayan membuatkannya untuk kita."

"Ka-fe-in," dr. Lee mengeja kata itu lambat-lambat seraya mengangkat telunjuk.

"Aku sudah pernah bilang, kafein salah satu penyebab gangguan tidurmu. Sebaiknya kau berhenti."

𝐌𝐢𝐝𝐧𝐢𝐠𝐡𝐭 𝐌𝐞𝐦𝐨𝐫𝐢𝐞𝐬Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang