Chapter 19 : When Sean Meet Ryan (2)

634 119 23
                                        

Trigger warning : Sexual harassment, if you're not into this you can skip

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Trigger warning : Sexual harassment, if you're not into this you can skip.

Wang Yibo balas menatapnya dengan aura kemarahan yang berusaha ditekan. Tapi masih memancar dari sorot matanya yang berubah jadi mengerikan. Dia mengacungkan jari telunjuknya.

"Aku tidak tersinggung kau memakiku dengan sebutan apa pun, tapi jika kau menuduhku melakukan hal konyol yang tidak aku lakukan," dia berjalan mendekati Xiao Zhan, "itu membuatku sangat murka."

Xiao Zhan mundur selangkah.
"Hal konyol?" ekspresinya mengejek.
"Kriminal! Bagaimana kau bisa begitu tenang setelah menghilangkan nyawa seseorang dan melakukan pencurian."

"Itu konyol!" Yibo menggeram.
"Aku bukan peniru..."

"Jadi kau penjahat kreatif?" nada suara Xiao Zhan meski pelan tapi cukup menghina.

Yibo mendekati Xiao Zhan, keduanya bertatapan dari jarak dekat.

"Apa yang kau pikirkan? Kau pikir aku akan menghabiskan waktuku yang berharga untuk membaca novel kelas tiga?!" dia menggeram.

Wajah Xiao Zhan memerah karena marah, memandang lurus ke depan, menatap bayang-bayang gelap dalam mata sang pencuri.

"Kau menuduh aku seorang peniru? Baiklah, mari kita luruskan sesuatu."
Yibo mendorong tubuh kurus Xiao Zhan sampai punggungnya membentur dinding.

"Aku berkelahi dengan para pemabuk di daerah kumuh, dan aku membunuh salah satu dari mereka. Aku dikejar-kejar para tukang pukul suruhan bos judi yang menagih utangku dengan cara brutal. Aku mencuri di rumah seorang kolektor seni yang baru datang dari Jepang. Apakah semua itu ada dalam novelmu?"

Suaranya berat, rendah  dan menusuk, membuat Xiao Zhan bergidik.

"Aku berhubungan baik dengan Rosy, aku tahu dia mencintaiku, dan aku pikir aku bisa mencintainya. Tapi setiap kali aku di dekat Rosy, perasaan itu hilang. Kenapa?"

Xiao Zhan mengerjapkan mata, kunang-kunang seakan beterbangan di sekitar kepalanya. Kejutan demi kejutan membuatnya pening.

"Sejak aku berjumpa denganmu, aku merasakan sesuatu yang kuat menarikku kepadamu. Bagaikan daya magnet yang tak tertahankan. Kau tahu, bahkan sekarang aku sedang berjuang untuk tidak menciummu."

"Aku menyelinap ke rumah Yubin dan mencuri salah satu koleksinya. Lantas tanpa sengaja aku melenyapkan nyawa kepala pelayannya. Kau yang memberiku petunjuk untuk mengubur mayat itu di bawah semak belukar di belakang kantor polisi. Apakah kau menulis itu juga di dalam novelmu??"

Xiao Zhan merasa seakan ia menelan sekarung paku. Nafasnya sesak dan dadanya mulai sakit.

"Jawab aku!" bentak Wang Yibo.

Pemuda itu mencengkeram kerah baju Xiao Zhan. Nafasnya yang panas menyembur ke wajah manis yang diliputi teror dan kengerian.

"Kau pencuri licik! Penipu! Aku ingin sekali mencekikmu.." Xiao Zhan berhasil mengumpat dengan susah payah.

𝐌𝐢𝐝𝐧𝐢𝐠𝐡𝐭 𝐌𝐞𝐦𝐨𝐫𝐢𝐞𝐬Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang