Chapter 39 : This Life Is Only You

463 95 14
                                        

Villa Keheningan

Wang Haoxuan duduk dengan punggung kaku di sofa depan televisi menyimak siaran berita sore yang meliput berita pembobolan salah satu unit apartemen Shangri-la yang berakhir dengan pencurian dan penukaran lukisan antik milik korban.

Korban diketahui bernama Meng Zhiyi.

Haoxuan menyimak berita dengan kening yang berkerut semakin dalam saat liputan demi liputan memancing kecurigaannya.

Dia melihat bayangan berkelebat menuju ke pintu depan.
Dengan cepat Haoxuan berdiri dan menuju ruang tamu.

"Yibo!" serunya tegas.

Yibo yang nyaris membuka pintu keluar menoleh kaget.

"Mau ke mana kau?" Haoxuan menyelidik.

"Bukan urusanmu," sahut Yibo datar.

"Jika kau masih punya akal sehat, hentikan semua tindakan gilamu!"
bentak Haoxuan.

Yibo tersentak mendengar kebengisan dalam suara kakaknya. Dia memutar tubuh dan memandang Haoxuan yang berdiri di ujung ruangan dengan ekspresi menyeramkan.

"Tidak perlu merendahkan dirimu untuk penulis itu," lanjutnya.
"Aku tahu kau mencuri lagi, apa kau menghubungi Mr. Peter? Kau sudah gila, polisi sedang mencurigai semua orang sekarang."

"Kau terlalu khawatir," sahut Yibo meyakinkan kakaknya.
"Aku hanya sedikit menakut-nakuti perempuan itu."

"Apa perlunya?" sembur Haoxuan.

"Itu sangat diperlukan, sekaligus peringatan untuknya agar tidak mendekati Xiao Zhan lagi."

"Dan apakah itu berhasil?"
Haoxuan menatapnya penuh ejekan.
"Kau kira aku tidak tahu? Aku membacanya di koran gosip murahan, wartawan bilang mereka berkencan."

"Itu bohong!" Suara Yibo menggunting tajam.

"Jika itu bohong lalu mengapa kau terlihat sangat kacau akhir-akhir ini?"

Yibo tidak menjawab karena ia tahu kakaknya benar. Semakin ia melangkah jauh, semakin kesalahan itu tumbuh dan bercabang.

"Kau tidak akan bisa membayangkan apa yang terjadi jika seorang kriminal berusaha menjadi Romeo?"
Kali ini Haoxuan berjalan menghampiri Yibo dan mencekal pergelangan tangannya.
"Saat obsesimu pada pemuda itu tumbuh, maka kau akan menyesali diri sendiri," Haoxuan mendesis.
"Dia hanya pembawa masalah, bahaya yang kau undang sendiri untuk kita."

Pelipis Yibo berkedut.
"Kau ingin aku meninggalkannya?"

"Aku ingin kau aman," kata Haoxuan.

"Aman tapi tidak bahagia, untuk apa?" gumam Yibo sinis.

"Aku setuju jika kau berjuang demi kebahagiaanmu sendiri, karena tak ada orang lain yang akan melakukannya untukmu, bahkan tidak dengan penulis itu. Aku ragu apa dia layak kau perjuangkan sampai mati?"

Yibo menatapnya dingin.
"Apa yang membuatmu berpikir begitu?"

Haoxuan menyeringai. "Orang yang tidak berani mengakui cintanya padamu di depanku, apa kau pikir dia berani mengakuinya pada seluruh dunia? Dia memang tidak cukup kejam untuk menghukummu tapi juga tidak cukup berani memperjuangkanmu."

Untuk beberapa lama Yibo terdiam. Keheningan yang tebal mengurung keduanya.

"Kau sudah lupa? Ketamakan karena menginginkan jumlah uang yang besar telah membuat tanganmu berdarah karena melakukan pembunuhan," ujar Haoxuan lagi.
"Ketamakanmu pada pemuda itu suatu saat akan membuat hatimu berdarah."

𝐌𝐢𝐝𝐧𝐢𝐠𝐡𝐭 𝐌𝐞𝐦𝐨𝐫𝐢𝐞𝐬Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang