Chapter 9 : The Young Man

769 133 13
                                        

Ketika Letnan Chen menerima informasi tentang pencurian lukisan antik di rumah tamu Carnation, dia memutuskan untuk langsung melihat rumah itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ketika Letnan Chen menerima informasi tentang pencurian lukisan antik di rumah tamu Carnation, dia memutuskan untuk langsung melihat rumah itu.

Petugas kepolisian itu mengendarai mobilnya ke kawasan Hengshan, melihat sepintas lalu jalanan sepi dan tak banyak kendaraan yang lewat di dekatnya. Bisa dipastikan pencuri itu mencapai rumah dengan mobil sendiri.

Letnan Chen memarkir mobilnya dan melangkah keluar. Dia bersandar sejenak ke pintu mobil, menghisap rokoknya dua kali dengan hisapan panjang, lantas membuang puntung rokok dan menginjaknya dengan sepatu Jimmy Choo yang mengkilap.

"Membuang puntung rokok sembarangan bukan contoh petugas hukum yang baik," seorang petugas lain memakai jaket kulit hitam muncul dari pintu samping mobilnya. Lalu seorang petugas lagi keluar dari pintu belakang mobil. Dia mengenakan jas putih dan mengibaskan tangan mengusir aroma asap rokok.

"Ini gerakan refleks," Letnan Chen menyeringai. Dia melihat ke arah rumah tamu Carnation.
"Ayo kita lihat TKPnya." Dia berjalan memasuki halaman dan menapaki anak tangga menuju teras.

Pintu rumah itu terbuka dan ada beberapa orang pria, mungkin para pelayan, yang hilir mudik merapikan barang-barang. Sebagian mengangkut kardus-kardus ke lantai atas melalui tangga.

Seorang wanita tua menghampiri kedua petugas itu.
"Apakah anda berdua polisi?" tanyanya dengan suara agak gugup.

"Letnan Chen Xiao, dan ini dua rekanku sersan Li Xian serta Wang Jiaer, petugas forensik dari laboratoriun kriminal. Kami dari unit kejahatan serius kepolisian Shanghai, petugas investigasi TKP."
Letnan Chen memperlihatkan Id nya.

Wanita tua itu mundur dan mempersilakan kedua petugas untuk masuk.
"Saya Michelle, asisten pribadi tuan Orsati."

"Kami menerima laporan pencurian lukisan antik di sini dua malam yang lalu," kata Letnan Chen, dia berdiri di dekat sofa dan memutar pandang ke sekeliling ruangan.
"Butuh waktu empat puluh delapan jam bagi kami untuk menyadari lukisan itu hilang," ujar si wanita.

Dia berjalan ke sebuah ruangan lain dimana ada sebuah meja bar. Dia duduk di sana dengan gugup dan mulai meremas jari-jarinya. Letnan Chen mengikuti wanita itu, menekan sikunya ke permukaan meja bar.

"Dimana lukisan itu dipasang?"

"Lantai atas. Tuan Orsati berencana memasang lukisan The Young Man di kamar pribadi, tapi kami baru saja sampai dari Tokyo sehari sebelumnya. Kami bahkan belum membongkar barang-barang."

"Jadi para pelayan ini sekarang sedang merapikan semua barang anda berdua?"

"Tuan Orsati memutuskan kembali ke Shanghai setelah sepuluh tahun menetap di Tokyo. Dia tertarik dengan rumah tamu ini yang ditawarkan pemiliknya setahun lalu, tuan Orsati langsung membelinya. Tapi kami baru bisa pindah kemari sekarang."

"Siapa saja yang mengetahui perihal kepindahan tuan Orsati kemari?"

"Siapa pun. Tuan Orsati cukup terkenal di kalangan pebisnis di kota ini. Dia menjabat sebagai komisaris di salah satu pabrik elektronik."

𝐌𝐢𝐝𝐧𝐢𝐠𝐡𝐭 𝐌𝐞𝐦𝐨𝐫𝐢𝐞𝐬Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang