Chapter 24 : When Ryan Meet Sean (1)

589 108 3
                                        

Fraser Apartment

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Fraser Apartment

Xiao Zhan tengah duduk di meja barnya memasukkan bongkahan-bongkahan es batu ke dalam gelas dan menuang bir.
Lagi-lagi, malam ini ia mengalami kebuntuan pikiran dan ia meninggalkan laptop tanpa dimatikan.

Dia mendengar pintu apartemennya terbuka. Xiao Zhan menyangga pelipis dengan tangan, sikunya ditumpukan pada meja bar.

Apakah Zhuocheng sinting itu akan menerornya malam-malam begini.

Sosok tinggi, penampilan rapi dan menawan, melangkah dengan anggun. Ternyata Yibo yang datang.
Ia terperanjat seketika.

"Halo Zhan.." pemuda itu melemparkan lirikan yang penuh siasat.

"Bagaimana kau bisa masuk?" sembur Xiao Zhan.

Sebelum melanjutkan drama kekesalannya, mendadak ia ingat tentang nomor kunci itu.

"Astaga... " dia bergumam sambil memijat pelipisnya.

Dia menoleh lagi pada Yibo. Pemuda itu mengenakan mantel panjang berwarna abu yang segera di lepaskan, lantas ia menyampirkan pada kursi di ruang tamu. Rambutnya nampak agak basah dan disisir sekedarnya. Xiao Zhan tidak tahu kenapa rambut itu bisa basah, setahunya di luar tidak sedang hujan. Beberapa helai rambut menjuntai ke pelipisnya. Bagian belakangnya sudah agak panjang membentuk surai.

Dia sangat tampan seperti malaikat.

Xiao Zhan merasa bersemangat dan juga merasa lemah di saat bersamaan.

Yibo berjalan melintasi ruangan menuju meja bar. Dia mencermati seluruh isi dan interior ruangan.

"Apartemenmu cukup luas. Ada berapa kamar?"

"Tiga kamar tidur, satu ruang kerja. Sisanya bisa kau lihat sendiri." Xiao Zhan menjawab acuh.

"Lumayan juga untuk seorang penulis novel kelas tiga," cetusnya ringan.

Dia duduk di samping Xiao Zhan, tubuhnya menghadap pemuda manis itu dan menatapnya lekat-lekat.

Xiao Zhan mengeluarkan suara berdecih. Dia menyesap minumannya.

"Kau tidak menawariku minum?"

Xiao Zhan menggerakan dagunya ke botol yang ada di meja.

"Ambil sendiri!" ujar Xiao Zhan.

"Aku ingin kau menyiapkannya untukku."

"Kau bukan anak kecil," dengus Xiao Zhan.

Yibo mengangkat alis.
"Apa begini sambutanmu terhadap tamu?"

"Tamu tak diundang," Xiao Zhan menggerutu.

Tanpa sadar dia menuangkan minuman ke gelas dan mendorongnya ke hadapan pemuda tampan itu.

Yibo melirik gelas itu lantas tersenyum puas.
"Kau tidak bertanya mengapa aku datang kemari?" dia meraih gelas dan mencicipi minumannya.

"Kau pikir aku peduli?" sahut Xiao Zhan sinis.

𝐌𝐢𝐝𝐧𝐢𝐠𝐡𝐭 𝐌𝐞𝐦𝐨𝐫𝐢𝐞𝐬Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang