Briam galak
Well, itu nama kontaknya Briam di ponselnya Hellen. Ada embel-embel 'galak' di belakang. Bukan ga ada alasan Hellen nulis gitu.
Tapi sebelum alasannya dijabarin, kenalan dulu sama Briam.
Nama lengkapnya Briam Jianno Handriksa. Kalo ada murid SMA HARKADIRGA yang ga tau sama ni cowok, fix pasti itu tipe murid suka ghosting.
Yah, istilahnya sih gitu. Tau kan jenis murid kayak gitu? Yang ngilang tiap hari, nanti udah mau UAS, atau PTS, atau kiamat baru sekolah.
Tuh tipe murid yang kalo batang idungnya keliatan anak-anak kelasnya langsung mikir yang aneh-aneh alias langsung punya firasat buruk.
Jangan kira yang kayak gitu ga ada di SMA elit kayak HARKADIRGA ini. Ada beberapa. Tiap tingkatan kelas pasti ada. Alasan ga dikeluarin, ya karena biasalah; mungkin anaknya ga berpengaruh tapi ortunya berpengaruh.
Ini napa jadi bahas murid ghosting sih? Oke balik lagi ke Briam.
Briam Jianno Handriksa - cowo yang ada di list nomor 1 dalam daftar 'pacar impian' sebagian besar cewe-cewe HARKADIRGA, cowo keren yang kantungnya ga kering, pintar, kesayangan keluarga dan guru-guru di sekolah, dan punya jabatan spesial di sekolah yaitu ketua osis. Sayangnya, sayangnya nih ya; si Briam udah punya pacar.
Apesnya, gilanya, hebatnya, tololnya, anehnya, ajaibnya, luar-biasanya, pacarnya si Briam itu Hellen.
Gila gak tuh? Yang satu waras, satunya lagi sarap. Yang satu kebanggaan, yang satunya lagi beban. Yang satunya normal, satunya kayak pasien rumah sakit jiwa.
Ga ngerti dah sama tuh dua manusia itu.
Balik ke topik.
Hellen, Jea, sama Jenna keliatan ngos-ngosan pas masuk di kelas. Emang abis lari-lari ceritanya. Dan tentu saja pas abis ngebiarin telpon Briam ga diangkat.
Awalnya kelas yang ribut, tiba-tiba jadi hening dan semua pandangan langsung menuju ke mereka bertiga.
Ini lagi memasuki masa jeda pergantian jam. Jadi kayak break sebentar gitu. Dan karena itu, Hellen, Jea, sama Jenna langsung manfaatin kesempatan buat beraksi.
Cuman kalo diperatikan ini udah terlambat dua menit dari waktu masuk guru mata pelajaran.
Tanda-tanda mau jamkos nih.
"Bikin kaget aja gua kirain guru." Peter ngomong sambil elus-elus dadanya. Dan sekaligus, omongan Peter bikin kelas jadi ga hening lagi.
"Bolos mulu." Yion ngomong sambil ketawa.
"Iri lo?" Balas Hellen sambil ngambil gumpalan kertas di atas meja Rian terus ngelempar itu ke Yion.
"Gua bukan tempat sampah ya." Yion decak di ujung kalimatnya.
"Iya, lo kan sampahnya." Hellen ngomong sambil senyum jahat.
Dan skakmat. Sekelas langsung ketawa karena Hellen bilang gitu.
He can't make any moves anymore.
Tanpa buang-buang waktu, Hellen, Jenna, sama Jea langsung jalan ke bangku mereka. Masih dengan napas yang ga teratur haha.
Tiga kata untuk deskripsiin tempat duduk mereka.
Kiri - Belakang - Pojok.
KAMU SEDANG MEMBACA
VIRAGO [ON GOING]
Teen FictionIni kisah tentang Hellen, manusia yang pelik buat dipahami. Aneh, random, cukup gila, galak, suka ngomong kasar, suka ngegas dan selalu mikir bahwa semua orang bakalan bisa memaklumi dia. Selalu semena-mena, sampai suatu ketika tertampar kenyataan...
![VIRAGO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/250330594-64-k349492.jpg)