61 - priti priplej

13 1 0
                                        




Hellen baru saja hendak melangkah, namun terlambat.










Kenneth lebih dahulu menoleh dan mendapati eksistensi Hellen di atas tangga.










And just like a magic, he was gasped, flabbergasted, freeze in a moment while watching her up there. Tak bohong, Kenneth juga sama terkejut dan terpakunya seperti Hellen. Dia baru melihat Hellen hari itu. Sedari Hellen tiba hal tersebut sama sekali tidak berhasil merampas perhatiannya. Tapi kini tanpa sengaja, Kenneth kehilangan kemampuan untuk mengendalikan dirinya sendiri.









  
 

Selama beberapa saat mata Hellen terpaku pada mata Kenneth, begitupun sebaliknya. Hellen lagi-lagi dibawa menerawang masa lalu saat melihat bola mata cokelat milik Kenneth yang bersinar keemasan ditimpa sinar matahari. Bola mata yang pernah memikatnya gara-gara dasi sekolah sialan itu.



 
   
 




Hellen berani bersumpah, mungkin detik-detik momen itu seolah seratus kali lebih lambat dari detik-detik biasanya. Seolah dia terbelenggu, tanpa bisa membebaskan diri. Hellen kehilangan kontrol dirinya untuk bisa berpaling, sama seperti Kenneth.





 

"Permisi, maaf hanya memperingatkan acara dimulai semenit lagi." Ucap salah seorang petugas acara yang kerjaannya mondar-mandir dekat pintu samping itu.







Kenneth terperanjat, begitu juga Hellen. Untungnya. Hellen lalu cepat-cepat turun dari tangga sementara Kenneth menggeleng kecil, berusaha menormalkan pikirannya kembali ke tempat ini. Saat Hellen berada di anak tangga yang terakhir, tanpa sengaja tatapannya bertemu dengan Kenneth lagi tapi untungnya kali ini mereka berdua waras.







Dengan canggung Hellen sedikit menunduk tanda permisi pada Kenneth. Kenneth membalas melakukan hal yang sama. Hellen pun berlalu dari sana dan tak lama kemudian beberapa saat setelah Hellen masuk barulah Kenneth juga masuk. Entah kenapa laki-laki itu sedikit tertahan di ruangan sana, mungkin untuk merutuki dirinya sendiri.
















***





Beberapa sesi acara sudah berlalu termasuk dinner yang disediakan. Kini masuk ke bagian acara paling santai dimana tamu bebas bermondar-mandir, dan mengobrol satu dengan yang lain. Sekali lagi tempat area tamu undangan khusus dan undangan terbuka berbeda.





Bella sedang ngobrol dengan Kinnara, Hellen dan Caspian. Leah baru saja melihat sekitar. Namun kegirangannya sudah meluap-luap melihat siapa saja yang hadir. Baru saja dia ingin mengajak Bella berkelana, tiba-tiba saja Hendery muncul.





Hendery tak sendiri. Dia bersama seorang lelaki yang sebayanya. "Sup fellas." Sapa Hendery.





Turn out dari segelintir manusia disana yang kegirangan adalah Caspian. Well no need to confuse, dia dekat dengan Hendery. They're friends, mereka bertiga sana Leah juga. Soalnya Leah dan Hendery terdaftar di salah satu organisasi academic training yang base-nya di Singapura, sama-sama dengan Caspian. Hanya saja mereka bertiga beda bidang.



Lelaki yang datang bersama dengan Hendery adalah Louis, sama mereka juga kenal karena organisasi academic training tadi. Louis is from England. Dia kenal Caspian, Leah, and of course the other Harisson family member there.



Louis tak seaktif Hendery, dia sedikit pendiam.

 
 

  
 

"Lo datang juga?" Tanya Bella sinis kepada Hendery.





VIRAGO [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang