79 - telmiwai

40 1 6
                                        

Hari ini Kenneth mendapatkan kejutan. Ternyata Mama dan Papanya tiba di Indonesia dini hari tanggal 24 Desember. Karena kelelahan mereka lanjut istirahat.








Kini waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Namun suasananya sangat kelabu. Langit berwarna abu-abu, sebentar lagi pasti akan hujan deras.









Kenneth sudah bangun tidur sedari tadi. Namun dia tidak ada kerjaan selain menunggu Mama dan Papanya bangun dari istirahat sejenak mereka. Kenneth tidak melakukan apapun selain duduk di sofa, menaruh kepalanya di bagian atas sandaran sofa menengadah menatap langit-langit rumahnya.





 
 
 
Semuanya masih tampak kelabu dan sunyi senyap. Namun tiba-tiba ada langkah kaki orang terdengar di sekitarnya.








 
Mama Keika berjalan menuju ke dapur melewati belakang sofa Kenneth. Mama Keika menyempatkan diri mengusap dahi anaknya yang sedang tengadah itu sambil lalu dari sana.










Mengalami hal itu, Kenneth seolah terdorong untuk menanyakan hal yang dia ingin tanyakan semenjak beberapa hari sebelumnya.


 



 
 
Tapi kalo gak salah sebelum ke bandara dia minta mampir di rumah sakit dulu Den. Bibi bingung dia gak ngasih tau jengukin siapa disana








Ucapan Bi Ijah yang itu menghantui kepala Kenneth selama beberapa hari ini. Sebenarnya bukan yang itu saja.

 


"Mama." Panggil Kenneth pada Mamanya yang sedang membuat sesuatu di dapur.








"Waktu kaka kena tikam di perut, mama datang kapan dan mama pulangnya kapan?" Tanya Kenneth sembari menatap serius ke langit-langit rumah. Tak berubah posisinya.






 
  
"Mama datang pas kamu udah dibawa ke rumah sakit. Mama dijemput Yion, Pete, dan Joshua saat itu juga. Mama baru pulang besok paginya jam sepuluh cuman buat mandi terus abis itu Mama langsung balik ke rumah sakit." Jawab Mama Keika. Posisi Kenneth dan ekspresinya tidak berubah.





 


  
"Teman-teman pada pulang jam berapa? Siapa aja yang jaga sampe pagi?" Tanya Kenneth.











 
"Mereka pulang kalo gak salah sekitar jam satu, nunggu kamu udah baikan situasinya. KaJo dan Ka Chris nemenin Mama sampe jam 3 pagi kamu selesai ditindak terus dipindahin ruangannya. Mereka berdua pulang, terus abis itu Mama jagain sendiri sampe pagi. Sepupu-sepupu kamu baru dateng jam 8 paginya." Jelas Mama Keika.












Kenneth menarik napas dalam-dalam. Rupanya jawaban Mama Keika agak meleset dari ekspetasinya. Mama Keika masih sibuk dengan kegiatannya di dapur.




 

 
"Berarti Mama ada disana waktu Hellen datang?" Tanya Kenneth, menghentikan Mama Keika dari semua kegiatannya. Mama Keika menatap Kenneth, Kenneth menatap mamanya. Hal itu berlangsung selama beberapa detik. Tatapan Mama Keika persis sama seperti cara teman-temannya menatapnya saat dia memberi kabar tentang Hellen. 
 
 







  
 


 
Kenneth mengubah posisinya jadi duduk tegak. Tergambar kekecewaan di wajahnya. Namun dia tau, dia tidak bisa marah berlebihan. Tidak ke mamanya, tidak ke siapapun itu. "Kenapa mama gak kasih tau Kenneth?" Lirihnya.
 






VIRAGO [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang