Angel melanjutkan kalimatnya. "Kamu gak suka sama aku kan?! Ngaku aja! Kamu selalu nyampurin urusan orang lain! Urusan Aurel kamu ikut campur! Ini juga tadi kamu ikut campur! Kamu ada masalah apa sih?! Apa kamu gak pernah diajarin supaya gak jadi tukang ikut campur?!-" Angel menjeda kalimatnya.
Angel menarik napas lalu melanjutkan kalimatnya.
"-Oh iya, lupa. Kamu kan gak ada mama!"
Semuanya hening untuk sesaat. Terkejut dengan kalimat fatal yang barusan diucapkan Angel.
Bella dan KaJo tatap-tatapan dengan mata yang membulat sempurna.
"Apa-apaan lo tiba-tiba bawa orang tuanya Kinna?!" Nicko maju selangkah berdiri di hadapan Kinna berhadapan dengan Angel.
"Gua tau lo marah tapi bisa gak usah ngebentak ga?!" Kenneth ikutan berdiri di hadapan Angel berhadapan dengan Nicko.
"Minggir lo!" Usir Nicko pada Kenneth.
Kenneth tidak bergeser se-inci pun.
"Lo kalo ngomong tau batasan! Semena-mena banget ngomong, abis itu baru sembunyi di belakang cowok lu. Ngebiarin dia yang tanggung semuanya!" Nicko menunjuk Angel dan hendak maju namun Kenneth mendorong Nicko mundur ke belakang.
"You don't talk like that to her." Ujar Kenneth tegas. Kali ini ekspresi Kenneth bukan lagi memelas melainkan sudah sarat akan amarah.
Tentu Nicholas terkejut. Tak menyangka akan didorong sekuat itu. Kenneth tahu dia tak akan pernah main fisik pada perempuan manapun, jadi dorongan Kenneth barusan Nicko asumsikan sebagai bentuk perlawanan dari Kenneth pada dirinya.
Nicko menatap Kenneth dengan ekspresi tak percaya-nya. "Lo gak budek kan Ken?! Lo denger kan barusan dia bilang apa?!" Ucap Nicko pada Kenneth, berusaha setidaknya untuk sekali saja Kenneth bisa membela apa yang benar.
Kenneth mundur satu langkah. "Denger, dan itu bukan alasan lo ngebentak dia kayak tadi." Kenneth menggenggam tangan Angel lalu menarik Angel pergi dari sana.
Nicko, Bella, Leah, dan Kajo menatap punggung Kenneth dan Angel yang menjauh, tidak percaya akan apa yang baru saja mereka saksikan. Sementara Kinna hanya menatap kosong. Sekali lagi, Nicholas masih tidak bisa percaya akan apa yang barusan terjadi. Namun amarahnya masih mengepul.
Nicholas menarik napas panjang yang sarat akan semua kekesalanya. "Anjing lo Kenneth!"
***
"Woi bagi air dong." Joshua berlari ke ujung lapangan outdoor yang sedang mereka tempati, meminta air pada Chiko. Chiko melempar sebotol air minum. Josh menangkap, membuka tutup botol air minum, lalu meminumnya sambil menonton Hendra yang menggantikannya masuk ke lapangan basket.
KAMU SEDANG MEMBACA
VIRAGO [ON GOING]
Roman pour AdolescentsIni kisah tentang Hellen, manusia yang pelik buat dipahami. Aneh, random, cukup gila, galak, suka ngomong kasar, suka ngegas dan selalu mikir bahwa semua orang bakalan bisa memaklumi dia. Selalu semena-mena, sampai suatu ketika tertampar kenyataan...
![VIRAGO [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/250330594-64-k349492.jpg)